<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222</id><updated>2011-10-11T01:56:04.456+07:00</updated><category term='Tahukah Anda'/><category term='Success Story'/><category term='Personal Development'/><category term='Love and Relationship'/><category term='Renungan'/><category term='Inspirasi'/><category term='Lain-Lain'/><category term='Selling Skills'/><category term='Bisnis'/><category term='Parenting'/><category term='Kesaksian'/><category term='Husband and Wife'/><category term='Humor'/><category term='Karir'/><category term='Keuangan'/><category term='Self Motivation'/><title type='text'>Pondok Penabur</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>756</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7525165838596895782</id><published>2011-06-23T10:28:00.000+07:00</published><updated>2011-06-23T10:28:01.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>7 Pembawa Bencana Dalam Suatu Hubungan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Bencana dapat menyerang hubungan setiap saat, jika kita membiarkan hal itu untuk terjadi. Saat bencana menyerang, hal itu bisa jadi akhir dari suatu hubungan dan akan membuat jalan hidup kita tak semulus yang kita dambakan. Berikut adalah 7 pembawa bencana dalam suatu hubungan yang harus Anda hindari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Menelepon Saat Si Dia Sedang Mengemudi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masih banyak orang yang tidak menyadari hal ini, namun sebenarnya sangat penting untuk diwaspadai. Jika Anda tahu bahwa si dia sedang mengemudi, jangan meneleponnya. Bahkan jangan kirimkan SMS kepadanya. Karena hal ini dapat benar-benar menjadi bencana dalam hubungan Anda jika telepon maupun SMS Anda dapat menyebabkannya terlibat dalam kecelakaan di jalan raya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Bicara Di Belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika ada sesuatu yang mengganggu Anda tentang si dia, jangan bicarakan ini kepada orang lain di balik punggungnya. Sebaliknya, datangi si dia dan sampaikan hal apa saja yang mengganggu Anda. Biarkan si dia tahu persis apa yang ada di dalam pikiran Anda. Jika Anda membicarakan dirinya di belakang, pembicaraan Anda bisa sampai ke telinganya dari perkataan orang lain dan justru dapat mendatangkan bencana bagi hubungan yang sedang Anda jalani.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Menggoda Lawan Jenis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal ini memang fakta dan tidak dapat sepenuhnya dimengerti mengapa banyak orang yang masih menggoda rekan lawan jenisnya ketika ia sudah berada di dalam suatu hubungan. Anda tidak hanya akan menyakiti pasangan Anda, tetapi juga menyakiti orang lain yang Anda berikan pengharapan palsu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Berselingkuh Dengan Teman Baiknya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berselingkuh dengan sahabatnya atau orang lain tentu saja dapat membawa bencana dalam suatu hubungan. Anda harus menghindari perselingkuhan apapun yang terjadi. Jika sesuatu tidak berjalan baik sebagaimana mestinya, maka bicarakan hal itu kepada pasangan Anda mengenai hal itu. Jangan melarikan diri dan berselingkuh dengan orang lain. Berselingkuh justru akan membuat Anda menimbun masalah baru.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Tidak Menunjukkan Bahwa Anda Peduli&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam setiap hubungan, Anda perlu menunjukkan kepada si dia bahwa Anda peduli. Ada berbagai cara untuk melakukannya dan cara tersebut tidak pernah terlalu kuno untuk dilakukan. Berikan hadiah buatan tangan Anda sendiri, buatkan makan malam romantis yang indah untuknya, mengajaknya keluar untuk makan bersama dan menghabiskan waktu bersama merupakan beberapa cara untuk menunjukkan bahwa Anda peduli. Ketika Anda benar-benar jatuh cinta dengan seseorang, tunjukkan padanya bawa kepedulian Anda muncul secara alami.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Ketahuan Selingkuh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak seorangpun yang dapat menyangkal bahwa hal ini dapat mendatangkan bencana bagi suatu hubungan. Meskipun Anda bermaksud ketemu dengan selingkuhan Anda untuk terakhir kalinya, bagaimana jika ternyata di saat terakhir Anda justru ketahuan? Apakah Anda ingin semuanya berakhir seperti itu? Sangat sedikit sekali hubungan yang dapat tetap bertahan setelah peristiwa seperti ini terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Tidak Memberikan Ruang Pada Pasangan Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya, ada waktu untuk menghabiskan waktu bersama dan Anda pasti benar-benar menikmati hal ini. Namun ada juga saat dimana Anda berdua perlu waktu sendiri-sendiri. Banyak hubungan yang pada akhirnya berakhir hanya karena pasangannya tidak memberikan ruang yang cukup bagi pasangannya untuk memiliki waktu pribadi. Merupakan hal yang sangat lumrah bagi Anda maupun pasangan Anda untuk memiliki waktu pribadi bagi diri Anda sendiri. Jika pasangan Anda meminta waktu untuk sendiri, jangan diresponi dengan cara yang negatif. Jika Anda melakukannya, hal ini justru berbalik dapat menjadi bencana dalam hubungan Anda. Tentu saja Anda tidak perlu kuatir, namun jika mereka mulai menghabiskan semakin banyak waktu tanpa melibatkan Anda, maka Anda perlu membicarakan hal ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu hubungan dapat berjalan dengan baik jika masing-masing pihak selalu mengutamakan kebutuhan pasangannya dibandingkan dirinya sendiri. Terlepas dari apapun yang sedang Anda hadapi, sepanjang apa yang Anda lakukan adalah untuk berusaha menyenangkan diri Anda sendiri, maka Anda perlu berpikir ulang untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Karena pola pikir yang masih Anda miliki adalah pola pikir hidup melajang dan bukannya berpasangan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : allwomenstalk/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7525165838596895782?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7525165838596895782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/7-pembawa-bencana-dalam-suatu-hubungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7525165838596895782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7525165838596895782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/7-pembawa-bencana-dalam-suatu-hubungan.html' title='7 Pembawa Bencana Dalam Suatu Hubungan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7749699766024582926</id><published>2011-06-22T10:26:00.000+07:00</published><updated>2011-06-22T10:26:00.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Menikahi Pria Yang Lebih Muda? Pertimbangkan 7 Hal Ini!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Wanita menikah dengan pria yang lebih muda menjadi hal yang lebih umum saat ini. Namun tetap saja ketika mendengar pernikahan wanita yang usianya 5 tahun lebih tua dari pasangannya, alis kita akan terangkat. Entah ini penting bagi Anda atau tidak, namun sangatlah penting untuk mengambil keputusan ini dengan hati-hati sebelum menikahi pria yang lebih muda. Berikut adalah 7 hal yang patut dijadikan bahan pertimbangan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Faktor Lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak peduli seberapa progresif masyarakat terhadap trend pernikahan yang berbeda, kelompok masyarakat yang tidak setuju akan selalu ada. Akan ada keraguan terhadap niat mempelai pria dan kepekaan dari mempelai wanita. Jika Anda adalah tipe yang sangat menghargai nilai-nilai penerimaan masyarakat, sangatlah peting untuk mempertimbangkan faktor ini dengan seksama sebelum mengambil keputusan jangka panjang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Faktor Kedewasaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kondisi ini merupakan faktor yang terbukti bahwa kedewasaan pria berjalan jauh lebih lama dibandingkan wanita sehingga ketika pria menikah dengan wanita yang lebih muda, pernikahan itu biasanya berhasil karena kedua belah pihak berada pada tingkat kedewasaan yang sama. Di sisi lain, jika wanitanya yang lebih tua, ada kemungkinan suaminya belum berada pada tingkat kedewasaan istrinya. Hanya Anda yang dapat memutuskan jika ini adalah apa yang Anda hadapi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Faktor Kompatibilitas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kompatibilitas (kecocokan) dan umur untuk sebagian besar orang berjalan beriringan. Mereka yang seumur memiliki ketertarikan yang sama. Misalnya seorang pria berusia 28 tahun memiliki minat dalam olahraga petualangan, dimana seorang wanita berusia 35 tahun tidak lagi peduli akan kegiatan yang seperti itu. Jika Anda sedang menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda, tinjau kembali berapa banyak hal yang dapat Anda berdua sukai bersama-sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Faktor Teman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam kebanyakan kasus, teman-teman kita merupakan orang yang berasal dari kelompok usia dan gaya hidup yang sama. Jika Anda menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda, Anda harus menghabiskan waktu dengan teman-temannya yang lebih muda dan tidak semua dari mereka mungkin mudah bergaul dengan Anda sebagaimana kekasih Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Faktor Pendapatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai pihak yang lebih tua dalam suatu hubungan, Anda mungkin lebih mapan secara keuangan dan karir dibandingkan pasangan Anda. Akibatnya, penghasilan Anda pun berpotensi lebih tinggi darinya. Hal ini bisa menjadi masalah bagi beberapa pasangan, bisa juga tidak. Namun putuskan hal ini dengan seksama sebelum mengambil keputusan yang besar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Faktor Anak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang wanita yang lebih tua mungkin berada di tahap berbeda dalam hidupnya berkenaan dengan anak-anak. Secara alami ia ingin memiliki anak secepatnya karena alasan biologis sedangkan pria yang lebih muda mungkin belum memiliki minat terhadap anak-anak. Seorang wanita yang telah memiliki anak sebelumnya mungkin&amp;#160; tidak berniat memiliki anak lagi sedangkan pasangannya yang lebih muda dan belum pernah memiliki anak mungkin memiliki rencana yang berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Puncak Komitmen&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya pernikahan merupakan salah satu komitmen terbesar yang bisa Anda buat. Jadi sebelum menikah dengan siapapun, Anda harus mempertimbangkan apakah menikah adalah sesuatu yang benar-benar Anda inginkan. Anda harus memastikan bahwa orang yang akan Anda nikahi adalah seseorang yang benar-benar Anda cintai, dan seseorang dengan siapa Anda ingin menghabiskan hidup Anda selamanya. Pada akhirnya, hanya Anda yang dapat memutuskan apakah Anda dapat mengatasi masalah ini maupun masalah lainnya yang akan timbul saat Anda memutuskan menikah dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menikahi pria yang lebih muda merupakan sebuah langkah yang berani namun bukan sesuatu yang harus Anda putuskan dengan terburu-buru. Tinjau kembali segala rintangan yang mungkin datang dalam perjalanan hidup Anda berdua dan jika Anda merasa kasih Anda cukup kuat untuk mengatasi itu semua, teruslah melangkah maju.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : allwomenstalk/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7749699766024582926?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7749699766024582926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/menikahi-pria-yang-lebih-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7749699766024582926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7749699766024582926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/menikahi-pria-yang-lebih-muda.html' title='Menikahi Pria Yang Lebih Muda? Pertimbangkan 7 Hal Ini!'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-3957923422284682578</id><published>2011-06-20T10:23:00.000+07:00</published><updated>2011-06-20T10:23:00.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Saat Pacaran Sudah Berlangsung Cukup Lama, Perlukah Menetapkan Deadline?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saya baru saja mendengar seorang wanita muda yang harus mengakhiri hubungannya dengan kekasih sejak masa kuliah yang telah terjalin selama 10 tahun. Sang wanita hanya ingin menikah namun sang pria belum siap berkomitmen. Saya benar-benar terkejut. Sepuluh tahun!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya tahu bahwa apa yang akan saya beritahukan kepada Anda mungkin akan sangat berbahaya bagi banyak wanita, tapi saya harus mengatakannya. Secara pribadi saya mengenal beberapa pasangan yang berpacaran selama lima tahun atau lebih dan akhirnya menikah (dan masih berbahagia dengan pernikahannya). Lalu mengapa fakta ini berbahaya? Karena saya mungkin saja membuat wanita terjebak ke dalam hubungan buntu yang tidak akan pernah mengarah pada pernikahan dan memberikan harapan palsu bahwa mereka juga akan menjadi salah satu dari mereka yang sukses melangkah ke pelaminan setelah menjalin hubungan percintaan yang cukup lama. Bahkan mungkin memotivasi para wanita untuk menjadikannya sebagai alasan dan menggantung mereka selama beberapa tahun atau lebih.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Para wanita, sebelum Anda terlalu bersemangat biarkan saya mengatakan dua hal mengenai kisah-kisah sukses tersebut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Para wanita itu harus melewati neraka selama bertahun-tahun&lt;/strong&gt;. Saya hanya bisa membayangkan rasa sakit dan frustrasi yang harus mereka alami tahun demi tahun dengan terus menunjukkan betapa mereka mencintai pasangannya dan berharap pada janji-janji untuk melangkah ke jenjang selanjutnya, sementara mereka menyaksikan teman-teman mereka satu demi satu melangkah di altar. Dapatkah Anda menanggung rasa sakit itu, hari demi hari, selama bertahun-tahun?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Para wanita tersebut pada akhirnya memberikan pilihan kepada pasangannya:&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;nikahi saya atau kamu akan kehilangan saya.&lt;/strong&gt; Dan mereka benar-benar serius. Mereka memutuskan hubungan, pergi sementara waktu sampai akhirnya sang pria kembali mengajak bersama, dan mencoba lagi. Tidak lebih. Namun hal ini berhasil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pelajarilah hal ini hai para wanita. Jika Anda sedang berada di dalam suatu hubungan dengan seorang pria yang tidak mampu berkomitmen lebih jauh dalam pernikahan, Anda memiliki dua pilihan:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Tetap bertahan di sana dan berharap ia akan sadar suatu hari nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Putuskan hubungan Anda dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda memilih pilihan nomor satu, Anda akan bergabung dengan ratusan wanita frustrasi dan kecewa yang telah mengambil pilihan yang sama, dan pada akhirnya kembali menemukan diri berkencan dengan bekas luka dan kepahitan, ditambah usia Anda yang lebih tua bersaing dengan mereka yang lebih muda, ceria, dan teman bermain yang asyik. Jika Anda berada di pertengahan 30-an, bertahan di dalam sebuah hubungan yang tidak pasti hanya merupakan bunuh diri baik secara sosial maupun emosi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saran saya adalah ambillah pilihan kedua dan putuskan hubungan Anda. Ya, hal itu memang menakutkan. Bagaimana jika ia ternyata tidak kembali kepada Anda? Yah, faktanya jika ia tidak kembali kepada Anda bagaimanapun ia tidak akan menikahi Anda meskipun Anda terus bertahan dalam hubungan tersebut. Bagaimana jika ia hanya membutuhkan lebih banyak waktu? Cukup adil jka Anda menetapkan sebuah kerangka waktu yang wajar untuk Anda. Kecuali pasangan Anda sedang tidak menempuh studi yang membutuhkan waktu lama, seharusnya tidak lebih dari 6 bulan ia sudah dapat membuat komitmen yang jelas untuk menikahi Anda dalam waktu dekat. Jika pernikahan tak kunjung terwujud setelah setahun bertunangan, bagi saya inilah waktunya bagi Anda untuk melangkah pergi dan mengakhiri hubungan Anda. Bertunangan selama bertahun-tahun juga bukan merupakan sebuah solusi. Saya tidak dapat melihat alasan yang baik untuk bertunangan lebih dari beberapa bulan atau selama yang dibutuhkan untuk mempersiapkan pernikahan Anda yang sempurna.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu berapa lama seharusnya sebuah hubungan itu terjalin? Menurut saya lebih dari setahun. Jika Anda tidak mendapatkan kejelasan sampai saat itu, kemungkinannya sangat tinggi bahwa pernikahan itu memang tidak akan pernah terjadi. Dan tentu saja hal ini juga berlaku bagi pria yang berpacaran dengan wanita yang tidak dapat berkomitmen. Jika seorang wanita tidak dapat berkomitmen untuk menikah dengan Anda saat ini, dapat dipastikan ia tidak akan pernah siap.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : shine/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-3957923422284682578?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/3957923422284682578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/saat-pacaran-sudah-berlangsung-cukup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3957923422284682578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3957923422284682578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/saat-pacaran-sudah-berlangsung-cukup.html' title='Saat Pacaran Sudah Berlangsung Cukup Lama, Perlukah Menetapkan Deadline?'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-9165042656477157896</id><published>2011-06-19T10:21:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T10:21:00.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Pentingnya Menjadi Diri Sendiri Saat Berkencan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jika Anda pernah menyaksikan episode &lt;em&gt;Bachelor&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;The Dating Game&lt;/em&gt; – Anda dapat melihat hanya beberapa orang yang menjalankan seni menjadi diri sendiri. Kebanyakan menampilkan senyum palsu, cekikikan dan tawa yang terlalu keras, memainkan rambut secara berlebihan dan sedapat mungkin menyembunyikan kekurangan mereka – apakah itu menyembunyikan komedo di wajah maupun ketidakmampuan untuk bertahan dalam sebuah pekerjaan. Sungguh sangat membuang-buang waktu! Sangat jelas, jika Anda berkencan dengan seseorang maka Anda mencari seseorang yang ‘nyambung’ dengan Anda. Namun, jika Anda tidak dapat menjadi diri sendiri atau mencoba dengan berbagai cara untuk menghindari orang lain mengetahui siapa Anda yang sebenarnya... Anda mungkin akan berakhir di rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sayangnya, dunia kencan online saat ini telah membuat seseorang semakin mudah untuk hidup dengan identitas palsu dan membuat orang lain berpikir bahwa mereka adalah seseorang yang sebenarnya tidak demikian adanya. Tentu saja, Anda telah mendengar akan kisah-kisah orang menikah yang memakai status single, atau foto yang menipu untuk menuntun orang lain membayangkan seseorang yang salah. Semua hal ini tampaknya bodoh. Tekhnologi sama yang digunakan orang untuk terhubung dengan orang lain juga dapat digunakan untuk mencari tahu diri Anda yang sebenarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kencan pertama dapat diibaratkan sebagai wawancara kerja. Sama halnya Anda tidak mungkin membiarkan pewawancara Anda tahu bahwa Anda adalah seorang perokok berat, cukup normal dan mungkin bijaksana untuk menyembunyikan beberapa hal kepada orang yang Anda kencani di pertemuan pertama. Kencan pertama dengan pembicaraan yang melantur, kemudian mulai menjadi nyaman dalam pertemuan selanjutnya, mungkin dapat membuat Anda terlihat baik dan menawan. Namun bagaimanapun juga, berbohong kiri kanan meskipun hanya untuk hal-hal sepele apalagi jika merupakan hal yang serius, hanya akan membuat Anda terlihat buruk pada akhirnya. Intinya adalah mengetahui bagaimana meninggalkan kesan yang baik tanpa menyembunyikan kekurangan Anda. Toh Anda bukan psikopat yang sedang menyamar, jadi tidak ada salahnya menjadi diri Anda sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ahli hubungan menyarankan kepada para pasangan kencan untuk setidaknya bersikap jujur dan tidak takut mengungkapkan beberapa informasi yang bersifat pribadi. Berbicara mengenai minat Anda dan menjadi diri sendiri saat kencan dengan tidak mengkompromikan nilai-nilai atau pendapat Anda pribadi sangatlah penting untuk menjaga harga diri Anda. Hal ini juga baik jika Anda ingin menghemat waktu dan menyingkirkan rumput liar yang mengganggu dengan lebih cepat daripada nanti. Apakah ini artinya Anda harus terburu-buru memperdebatkan pandangan politik dan agama Anda? Belum tentu. Namun, jika Anda melihat bahwa seseorang yang Anda kencani memiliki beberapa pendapat sendiri yang kuat dan jelas tidak sejalan dengan sistem nilai Anda, ada kemungkinan dalam jangka panjang sekalipun hubungan itu tidak akan berhasil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat ini jika menjadi diri sendiri dalam sebuah kencan berarti menyertakan beberapa perilaku yang tidak diinginkan atau kasar bahkan sampai mempertanyakan perilaku Anda – Anda mungkin ingin menundanya untuk sementara waktu. Hanya karena Anda senang memakai celana yang telah dipakai berhari-hari atau pergi keluar rumah tanpa mandi, atau bahkan maruk saat makan malam, tidak berarti Anda juga dapat melakukannya saat sedang berkencan. Bahkan sebenarnya, kurangnya tata krama menunjukkan tingkat keseriusan dari tidak menghormati baik diri sendiri maupun seseorang yang Anda kencani. Pada saat yang sama, akan datang satu titik mengenai kemana arah hubungan Anda saat mereka melihat sisi lain dari Anda. Pasangan kencan Anda akan memutuskan apakah sisi kualitas Anda ternyata lebih kurang bernilai dibandingkan hasrat yang diinginkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Manfaat yang didapatkan dengan menjadi diri sendiri saat kencan jelas sangat banyak. Salah satunya, Anda tidak perlu berpura-pura merasa baik mengenai diri Anda sendiri saat kencan. Bahkan jika kencan tidak berjalan dengan baik, adalah lebih baik daripada mengorbankan siapa diri Anda sendiri demi orang lain. Kedua, mengawali hubungan dengan kejujuran merupakan ide yang baik. Jika Anda memulainya dengan kepalsuan, orang yang Anda kencani akan terus bertanya-tanya apalagi yang Anda sembunyikan. Ini jelas bukan tujuan Anda berkencan jika Anda menginginkan hubungan jangka panjang. Manfaat lain, jika Anda sendiri bersikap lebih natural dan jujur, Anda akan merasa lebih nyaman. Anda akan menunjukkan diri Anda yang terbaik, daripada menghabiskan energi menjadi orang lain yang bukan Anda. Dan jika Anda berdua ternyata tidak cocok, atau bahkan tidak ingin melanjutkan pertemuan kencan lagi – paling tidak Anda tahu bahwa ini adalah diri Anda yang sebenarnya dan bukanlah Anda yang sedang berpura-pura. Dunia ini dipenuhi dengan miliaran orang sehingga dalam berkencan sangatlah normal jika Anda merasa tidak ‘nyambung’ dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Versi mudahnya seperti ini. Ketika Anda berkencan dengan seseorang, Anda ingin agar mereka mengenal Anda yang sebenarnya. Jika Anda bersembunyi di balik ‘penampilan’, mencoba menjadi seseorang yang bukan Anda untuk membuat pasangan kencan Anda terkesan dengan seolah-olah menjadi pasangan ideal bagi mereka – Anda sedang menipu diri Anda sendiri dan pasangan kencan Anda. Anda sedang membuang waktu dan energi Anda, dan beresiko merusak kepercayaan diri dan harga diri Anda dalam proses berjalannya kencan. Gugup merupakan satu hal, namun menutupi hal itu dengan berpura-pura merupakan hal lain. Menjadi diri sendiri saat berkencan bukan soal membuat seseorang terkesan, tapi mencoba merasakan dan mencari tahu apakah orang ini adalah seseorang yang bisa Anda lihat setiap hari dan menghabiskan hidup bersamanya selamanya. Anda harus dapat menjadi diri sendiri saat kencan dan masih tetap sopan, menarik, atraktif dan diinginkan. Jika tidak, Anda mungkin perlu menghabiskan waktu di kantor seorang konselor atau sekolah etika sebelum Anda melanjutkan kencan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bahkan, jika Anda memposting profil diri Anda sendiri dalam sebuah forum kencan online – meskipun hanya untuk bersenang-senang pada awalnya, berusahalah untuk sejujur mungkin. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan Anda temui atau kemana hubungan ini akan membawa Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-9165042656477157896?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/9165042656477157896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/pentingnya-menjadi-diri-sendiri-saat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/9165042656477157896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/9165042656477157896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/pentingnya-menjadi-diri-sendiri-saat.html' title='Pentingnya Menjadi Diri Sendiri Saat Berkencan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-2686970638552379758</id><published>2011-06-18T10:20:00.000+07:00</published><updated>2011-06-18T10:20:00.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Saya Suka Jadi Jomblo! Kamu?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. – Mazmur 121:8&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Torry Martin melakukan perjalanan ke seluruh Amerika menjadi pelawak Kristen di berbagai konferensi, kapal pesiar dan retreat. Ia juga menulis novel, kolom humor dan episode dari Adventures in Odyssey untuk Focus On The Family. Jika Anda mendengarkan salah satu karyanya “embracing life”, ia mengatakan, “Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa alasan saya masih lajang sampai hari ini adalah karena Tuhan ingin agar saya bebas untuk melayani,” ujarnya. “Saya benar-benar merasa terpanggil untuk tetap melajang, dan saya tidak mungkin menikmatinya dengan cara yang lain.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain itu, ia melihat bahwa pelayanannya jauh lebih luas dari sekedar melawak dan menulis. “Saya senang menjadi lajang dan melakukan apapun yang Tuhan ingin untuk saya lakukan,” ujarnya. “Apakah itu hanya sekedar melakukan perjalanan untuk menemui teman saya, atau melakukan perjalanan misi yang singkat, atau hanya menghabiskan waktu berdoa syafaat bagi orang lain.” Dia melanjutkan dengan berkata, “Pelayanan terbesar saya adalah memiliki waktu untuk menjadi seorang teman yang baik bagi mereka yang ada di dalam kehidupan saya yang juga penting.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Torry merujuk ke ayat di atas sebagai motivasi baginya untuk menikmati kehidupan saat ini. “Mengetahui bahwa mata Tuhan senantiasa tertuju kepada saya selamanya, apakah saya tetap melajang atau menikah, membawa kenyamanan yang besar kepada saya dan mendorong saya untuk menikmati apapun yang datang di dalam kehidupan saya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia juga memiliki beberapa saran yang bagus untuk para lajang. “Saya tidak berpikir bahwa Tuhan benar-benar sedang menunggu agar seseorang menikah sebelum ia dapat menggunakan segenap potensi mereka seutuhnya. Lihatlah Rasul paulus. Ia tidak menikah dan Tuhan memakainya di segala tempat. Bagaimana dengan Ibu Teresa? Apakah menurut Anda ada yang pernah mengatakan bahwa ia tidak menjalani kehidupan yang maksimal hanya karena ia belum menikah? Atau bagaimana dengan profesor di pulau Gilligan? Ia tidak menikah dan pria itu adalah seorang yang jenius!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Torry jelas-jelas tidak takut untuk menggunakan bakat komedinya untuk menggambarkan hal-hal spiritual. Sesuatu yang dilakukannya dengan sangat baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Menggali lebih dalam ke dalam Mazmur 121:8&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Buatlah daftar pelayanan yang telah diberikan Tuhan kepada Anda – termasuk pelayanan yang dapat Anda gunakan untuk mendukung dan mendorong keluarga dan rekan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Apakah Anda percaya bahwa Anda sanggup memiliki waktu, usaha dan doa ke dalam seluruh pelayanan Anda jika Anda telah menikah saat ini? Jelaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Pernahkah Anda bersyukur kepada Tuhan untuk memberikan pelayanan yang ada saat ini kepada Anda? Jika belum, ambil waktu untuk melakukannya saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Apakah Mazmur 121:8 memberikan kenyamanan kepada Anda dan mendorong Anda untuk menikmati kehidupan saat ini sama seperti Torry?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Apakah Anda percaya bahwa Tuhan sedang menunggu Anda menikah sebelum IA akan memakai seluruh kapasitad Anda?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda akan semakin menyelami pentingnya peranan yang Anda jalani saat ini sebagai seorang lajang di dalam Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : cbn.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-2686970638552379758?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/2686970638552379758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/saya-suka-jadi-jomblo-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2686970638552379758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2686970638552379758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/saya-suka-jadi-jomblo-kamu.html' title='Saya Suka Jadi Jomblo! Kamu?'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-5692140908385446482</id><published>2011-06-16T10:18:00.000+07:00</published><updated>2011-06-16T10:18:00.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>Mengampuni Pasangan Selingkuh, Mungkinkah?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Memiliki pernikahan yang hebat dan memuaskan bukanlah suatu hal yang mustahil meskipun tampaknya seperti itu dengan terus meningkatnya angka perceraian. Kebenarannya adalah pernikahan tidak kurang dari menjadi pasangan yang baik dan segala sesuatu yang dilakukan memerlukan usaha. Menjalani sebuah pernikahan memerlukan usaha. Bukan karena kerja keras ataupun usaha yang buruk, bukan juga dengan upaya yang tampaknya membosankan, namun pernikahan sesungguhnya merupakan komitmen yang dilakukan setiap hari satu sama lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam setiap pernikahan pria dan wanita memiliki peran dan kebutuhan yang berbeda. Tergantung pada pasangan untuk memaknai peran ini dan mendiskusikan apa yang mereka butuhkan dari pasangannya. Sampai Anda membuat segala sesuatunya menjadi jelas antara apa yang Anda butuhkan dan apa yang pasangan Anda butuhkan, Anda sebenarnya sedang berenang melawan arus.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada umumnya kebituhan wanita lebih pada hal-hal yang emosional dan kurang kongkrit, sedangkan kebutuhan pria lebih ke arah fisik. Wanita menginginkan kepastian dan stimulasi mental sedangkan pria menginginkan seorang yang aktif dengan hobinya dan saling berbagi ketertarikan. Biasanya pasangan menjadi tidak bahagia dan tidak stabil saat kebutuhannya tidak terpenuhi. Kebutuhan ini kemudian dipenuhi oleh orang lain. Apakah Anda ingin agar orang lain yang memenuhi kebutuhan utama pasangan Anda? Hal ini tidak hanya soal seks. Kebutuhan pasangan bisa dalam bentuk apa saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tentu saja tidak satupun dari informasi ini yang tidak dapat diubah. Bagaimanapun pernikahan merupakan suatu hal yang perlu Anda pelajari dari waktu ke waktu. Upaya yang diperlukan untuk menciptakan pernikahan bahagia adalah dengan memastikan bahwa Anda dapat memenuhi kebutuhan pasangan Anda dan tanpa Anda minta kebutuhan Anda pun akan terpenuhi juga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : allwomenstalk/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-5692140908385446482?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/5692140908385446482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/mengampuni-pasangan-selingkuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5692140908385446482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5692140908385446482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/mengampuni-pasangan-selingkuh.html' title='Mengampuni Pasangan Selingkuh, Mungkinkah?'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6303389166560345425</id><published>2011-06-15T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-06-15T10:17:00.515+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>Kebiasaan Baik Pasangan Bahagia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tips pernikahan hari ini berupa daftar cara-cara yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan Anda. Semakin saya memikirkan hal ini, semakin saya berpikir betapa relevannya hal ini bagi suatu hubungan yang dijalani secara serius, terutama dalam pernikahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tentunya kita semua pernah melihat sebuah hubungan dimana salah satu pihak mengomel pada pasangannya setiap saat – tidak diperlukan cincin untuk menjadi cerewet.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tips-tips yang dapat Anda gunakan untuk mendukung pasangan dan menciptakan kebiasaan yang baik demi kebahagiaan pernikahan adalah: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Omelan bukanlah suatu hal yang membangun     &lt;br /&gt;Kenali dan pelajari kebiasaan pasangan Anda      &lt;br /&gt;Tanyakan padanya, “Bagaimana saya dapat menolong?”      &lt;br /&gt;Tahu saatnya untuk diam      &lt;br /&gt;Lakuan segala sesuatu bersama-sama      &lt;br /&gt;Rayakan Kesuksesan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya berharap banyak pasangan maupun mereka yang belum berpasangan belajar melakukan tips ini dan menemukan cara untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mungkin jika lebih banyak orang yang mengawali kebiasaan baik ini untuk membangun kebiasaan dalam menjalin hubungan yang baik, bisa saja angka perceraian akan menjadi jauh lebih sedikit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : allwomenstalk/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6303389166560345425?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6303389166560345425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/kebiasaan-baik-pasangan-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6303389166560345425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6303389166560345425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/kebiasaan-baik-pasangan-bahagia.html' title='Kebiasaan Baik Pasangan Bahagia'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7659321323026721344</id><published>2011-06-14T10:16:00.000+07:00</published><updated>2011-06-14T10:16:00.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>10 Cara Menghadapi Mertua Yang Sulit</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kebanyakan wanita diberkati dengan mertua yang luar biasa. Namun, beberapa yang kurang beruntung harus menghadapi mertua yang sulit untuk dihadapi. Bagi mereka yang harus menghadapi situasi berhadapan dengan mertua yang membuat stres, berikut adalah beberapa tips yang dapat menolong.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Pisahkan Diri Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda mugkin merasa perlu untuk menyingkir dari situasi yang panas dan memberikan diri Anda waktu untuk memikirkan hal-hal yang baru saja terjadi dan mengambil waktu untuk merencanakan berdamai dengan mertua. Bersikap sopanlah di hadapannya dan biarkan mertua Anda tahu bahwa Anda memerlukan “time out”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Jangan Diambil Hati&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perilaku mertua Anda kemungkinan besar tidak bersifat pribadi; beberapa mertua memang tidak pernah bisa puas dengan pilihan anak mereka. Karena Anda mencintai pasangan Anda, cobalah untuk senantiasa menunjukkan hal itu di hadapannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Bangun Pikiran Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan menyia-nyiakan tenaga dan emosi Anda hanya untuk mempertahankan konflik dengan mertua; bebaskan pikiran Anda untuk menyadari seberapa sulitnya perilaku mertua Anda untuk Anda pahami, hal itu tidak akan mempengaruhi kemampuan dan rumah tangga Anda untuk menjadi istri dan ibu yang hebat bagi suami dan anak-anak Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Kewajiban Suami&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Merupakan tanggung jawab suami untuk memimpin keluarga dan melindungi Anda, bahkan dari ibunya sendiri. Sebagai suami seharusnya ia tidak pernah membiarkan ibunya melontarkan perkataan negatif mengenai Anda atau bersikap buruk terhadap Anda. Pastikan bahwa suami memahami apa yang yang Anda rasakan atas situasi ini dan peranan yang harus diambilnya dalam hal ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Mengunci Pintu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan pernah menyerahkan kunci cadangan rumah Anda kepada mertua (ini hanya berlaku untuk mertua yang sulit). Kunjungan tanpa pemberitahuan tidak selalu bisa Anda sambut dengan baik. Jika Anda atau suami menyerahkan kunci kepadanya, sama halnya Anda menyerahkan kendali rumah ke dalam tangannya, baik Anda suka maupun tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Bicara Dengannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Miliki pembicaraan yang jujur mengenai masalah dengan mertua Anda. Beritahu padanya bagaimana tindakannya mempengaruhi keluarga Anda. Mungkin ia hanya tidak tahu bagaimana ia seharusnya berperan sebagai mertua yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Melihat Setiap Kisah Dari Dua Sisi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cobalah untuk memahami posisi mertua Anda; mungkin situasi ini berasal dari kesalahpahaman berkepanjangan aau mungkin mertua Anda memiliki kepedulian yang patut Anda perhatikan. Apapun keprihatinan yang dirasakannya, perhatikan dan perbaiki keprihatinannya tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8. Selalu Menjadi Orang Yang Lebih Baik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal ini mungkin sulit namun jangan pernah menghadapi mertua Anda dalam kemarahan. Hadapi situasi yang ada dengan kepala dingin dan dengan pikiran terbuka, dan selalu, SELALU ambillah jalan tengah terbaik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9. Tempatkan Diri Anda Dalam Posisinya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak peduli bagaimanapun kondisi anak kita, mereka tetap anak kita. Mungkin mertua Anda memiliki kesulitan membiarkan anaknya tumbuh dewasa. Bayangkan diri Anda jika berada di posisinya dan ambillah keuntungan dari perspektif tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;10. Cobalah Untuk Senantiasa Menunjukkan Kasih Kepadanya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;UPAYAKAN untuk selalu menjalin hubungan baik dengan mertua. Medium perdamaian mungkin perlu dibuat namun dengan tetap memberi dan menerima akan sepadan dengan usaha Anda untuk menjaga keluarga tetap utuh. Mertua Anda akan selalu menjadi bagian dari keluarga Anda sampai salah satu di antara Anda meninggal dunia. Jadi kenapa tidak memperjuangkan yang terbaik sampai saat itu tiba.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berurusan dengan perbedaan-perbedaan yang ada dengan mertua bukan suatu hal yang mudah maupun cepat untuk diselesaikan, namun hasil yang damai memiliki nilai yang sangat berarti bagi upaya yang Anda lakukan. Apakah Anda benar-benar ingin menjadi seorang istri yang meminta suami Anda memilih antara ibunya atau Anda? Berhati-hatilah dengan ultimatum karena Anda mungkin tidak akan menyukai hasilnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : allwomenstalk/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7659321323026721344?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7659321323026721344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/10-cara-menghadapi-mertua-yang-sulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7659321323026721344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7659321323026721344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/10-cara-menghadapi-mertua-yang-sulit.html' title='10 Cara Menghadapi Mertua Yang Sulit'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-2164675480806591116</id><published>2011-06-13T10:14:00.000+07:00</published><updated>2011-06-13T10:14:00.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>8 Trik Membangun Pernikahan Hebat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tingkat perceraian terus meningkat dan saya sangat tidak suka saat mendengar seseorang yang saya kenal secara pribadi pada akhirnya bercerai! Saya telah menikah selama tujuh tahun. Tentu saja bagi sebagian Anda tujuh tahun bukanlah suatu waktu yang lama. Saya menikah ketika berusia 18 tahun dan tidak menyesal sedikitpun. Anda dapat melihatnya saat ini, kami masih tetap kuat, sama seperti saat pertama kali bertemu. Sepertinya saya tahu beberapa trik yang ckup baik untuk sebuah pernikahan yang hebat! Berikut ini saya akan memberikan 8 trik kepada Anda untuk membangung sebuah pernikahan yang hebat. Apakah Anda hendak melakukannya atau tidak, semuanya terserah kepada Anda, namun trik ini akan selalu tersedia bagi Anda!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Tetap Setia Dalam Pernikahan Anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menit pertama Anda menikah, itu adalah saat dimana Anda mencurahkan hidup bagi pasangan Anda. Pastikan Anda tetap setia. Seharusnya tidak ada orang ketiga di dalam pernikahan Anda. Sebagian besar perceraian disebabkan oleh mereka yang tidak berlaku setia. Jadi, pertahankan komitmen Anda dengan berlaku setia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Makan Malam Di Luar Sebagai Sebuah Keluarga&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tentu saja, beberapa pasangan meninggalkan anak-anak mereka dengan pengasuh saat pergi makan malam, namun saya tidak pernah melakukan hal ini. Bawa serta anak-anak Anda dan bersenang-senanglah. Ini merupakan cara yang baik untuk saling terhubung satu sama lain, bersama-sama sebagai satu keluarga!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Jangan Pernah Bertengkar Karena Uang&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya selalu mengatakan kepada suami saya bahwa kami tidak akan bertengkar karena masalah uang. Tentu saja uang diperlukan untuk bertahan hidup, namun meributkan uang tidak akan membawa Anda kemana-mana. Daripada bertengkar, duduk tenang dan datanglah dengan solusi agar dapat melewati masalah keuangan. Hal ini selalu berhasil untuk saya!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Percaya Pada Pasangan Anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda percaya kepada pasangan Anda, bukan? Jadi, tunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda mempercayai dirinya. Kepercayaan merupakan suatu hal yang sangat vital ketika memasuki suatu hubungan dan juga pernikahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Jangan Bersikap Negatif&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda harus meninggalkan sikap negatif jauh-jauh dari pernikahan Anda. Jangan biarkan stres pekerjaan mengganggu pernikahan Anda. Saat stres, Anda dapat mengatakan hal-hal yang akan Anda sesali kemudian namun tak dapat Anda tarik kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Luangkan Waktu Bersama&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya tidak dapat memikirkan ide yang lebih baik untuk terhubung dengan pasangan selain meluangkan waktu bersama. Sebagaimana Anda perlu memberi makan tubuh Anda untuk bertahan hidup, Anda juga perlu memberi makan pernikahan Anda untuk bertahan. Dalam hal ini, makanan pernikahan adalah dengan meluangkan waktu bersama. Anda tidak ingin pernikahan Anda menjadi ‘kurus’, bukan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Memikirkan Penampilan Di Tempat Tidur&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan terlalu cuek saat Anda hendak pergi tidur. Saat Anda memikirkan penampilan Anda, saya yakin pasangan Anda pasti akan menyukainya! Pria sangat menyukai renda-renda, terutama yang berwarna hitam dan merah. Jadi, tonjolkan keseksian Anda dan pikirkan penampilan Anda saat hendak beranjak tidur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Berbagi Hobi Bersama&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda tidak memiliki hobi yang dapat dilakukan bersama-sama, maka temukanlah satu! Banyak pasangan yang memilih untuk pergi memancing bersama, sementara pasangan lainnya memilih untuk traveling bersama. Saya dan suami tidak hanya menyukai ikan, tapi saya juga bermain video games bersamanya. Itulah dua hobi yang kami lakukan bersama. Dalam opini saya, duduk dan menonton televisi bukanlah cara yang baik untuk terhubung, jadi saya tidak menyarankannya sebagai sebuah hobi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti yang Anda lihat, ada 8 trik untuk membangun pernikahan yang hebat. Pada akhirnya, saya ingin menambahkan bahwa tidak ada yang sempurna, sehingga tidak seharusnya Anda mengharapkan pasangan Anda untuk menjadi sempurna.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : allwomenstalk/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-2164675480806591116?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/2164675480806591116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/8-trik-membangun-pernikahan-hebat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2164675480806591116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2164675480806591116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/8-trik-membangun-pernikahan-hebat.html' title='8 Trik Membangun Pernikahan Hebat'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6723713709860924281</id><published>2011-06-12T10:12:00.000+07:00</published><updated>2011-06-12T10:12:00.427+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>Mengendalikan Pasangan Memicu Masalah Dalam Pernikahan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda pernah jengkel karena pasangan Anda memiliki kebiasaan yang berbeda dari yang Anda lakukan? Apakah Anda marah jika ia memiliki pendapat yang berbeda dan membuat pilihan yang berbeda dari Anda? Jika demikian, Anda telah membuat kontrol pribadi Anda menjadi pemicu masalah dalam pernikahan Anda. Berikut adalah tiga poin penting untuk dipertimbangkan:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Ketakutan Mendasari Masalah Pengendalian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Isu pengendalian menyebabkan banyak masalah di dalam pernikahan. Perasaan yang Anda alami saat itu bisa sangat intens termasuk rasa marah terhadap orang lain. Banyak orang merasa lebih aman saat orang lain di sekitar mereka bercermin pada pendapat mereka, kepercayaan mereka dan pilihan mereka. Kebutuhan Anda akan rasa aman dan juga rasa takut menjadi kontribusi akan keinginan Anda agar orang lain menjadi seperti Anda. Pepatah lama yang mengatakan, “Ada keselamatan dalam jumlah,” mengacu pada ketakutan kaum primitif untuk berdiri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain itu, banyak orang yang merasa lebih memegang kendali ketika mereka dapat memprediksi perilaku orang lain dan bila orang lain itu memenuhi harapan mereka. Dan mereka tidak perlu mengalami bertumbuhnya perasaan tidak nyaman, perubahan, maupun ketegangan terhadap diri sendiri. Sebaliknya, mereka dapat berpura-pura bahwa dunia mereka adalah logis, teratur, dapat diprediksi dan aman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Terlalu Mengendalikan Pasangan Anda Dapat Membuat Anda Merugikan Pernikahan Anda Sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masalah pengendalian Anda juga dapat dipicu oleh cara pandang Anda yang melihat pasangan sebagai perluasan dari diri Anda sendiri. Persepsi ini pada akhirnya mengakibatkan Anda yang selalu mencoba mendikte pakaian yang dikenakan pasangan, bagaimana dia menata rambutnya, dengan siapa ia berteman, pandangan politik apa yang dianutnya, dan apa yang bisa serta tidak bisa ia lakukan. Sementara pasangan Anda pada awalnya mungkn berusaha untuk berubah agar tidak menimbulkan pertengkaran, dan Anda menciptakan hubungan orangtua-anak yang dinamis namun pada akhirnya akan mendorong pemberontakan dan kebencian atas pengendalian yang Anda lakukan dalam hidup mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Menggunakan Penghinaan Dan Nama Julukan Merupakan Upaya Untuk Kembali Mendapatkan Kontrol&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sementara tidak ada hal yang menyeramkan terlibat dalam banyak isu pengendalian di dalam suatu hubungan, perilaku patologis dapat menjadi pemicu dalam beberapa kasus. Misalnya saja, pasangan yang marah karena suami/istrinya tidak menuruti apa yang didiktekannya dapat menjadi kasar. Orang ini mungkin berpikir bahwa ia memiliki hak untuk ‘menghukum’ pasangannya. Nama julukan dan penghinaan yang dilontarkan seringkali digunakan untuk membangun kontrol atas orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sangat mudah untuk mengarahkan telunjuk kepada pasangan Anda dan menyatakan bahwa ia perlu berubah. Sangatlah sulit untuk menghadapi masalah Anda sendiri yang belum terselesaikan dan mengambil tanggung jawab untuuk merubah diri Anda sendiri. Ketika Anda menjadi lebih sadar akan masalah pengendalian dalam pernikahan Anda, tempat awal untuk perubahan selalu dimulai dari diri Anda sendiri dan respon Anda terhadap apa yang terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : romancestuck.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6723713709860924281?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6723713709860924281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/mengendalikan-pasangan-memicu-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6723713709860924281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6723713709860924281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/mengendalikan-pasangan-memicu-masalah.html' title='Mengendalikan Pasangan Memicu Masalah Dalam Pernikahan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7780752816360215093</id><published>2011-06-11T10:11:00.000+07:00</published><updated>2011-06-11T10:11:00.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>Sentuhan, Kebutuhan Pernikahan yang Seringkali Terabaikan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sentuhan sangatlah penting bagi seorang bayi dan tetap penting sepanjang hidup manusia. Bahkan, penelitian medis terhadap sentuhan menunjukkan bahwa sentuhan mengembangkan banyak situasi, baik bagi orang dewasa dan anak-anak, dengan mengurangi kecemasan, menenangkan ketakutan, megurangi rasa sakit, menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, menenangkan yang sakit dan mengurangi rasa kesepian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan sentuhan yang menawarkan beragam manfaat tersebut, sungguh memalukan bagi Anda untuk membiarkan hidup berlalu begitu saja tanpa menikmati kasih sayang yang layak Anda terima. Bahkan jika Anda memiliki pasangan yang kurang memberikan sentuhan kepada Anda, Anda masih dapat memberikan sentuhan kepadanya dan mendapatkan penghargaan yang sama. Sentuhan memungkinkan seseorang untuk secara bersamaan menerima dan mengirimkan perasaan, sehingga tidak penting siapa yang memulai bentuk kasih sayang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terkadang satu-satunya hal yang perlu dilakukan seseorang adalah belajar bagaimana menunjukkan sentuhan. Begitu mereka melakukannya, maka alam secara natural akan mengambil alih. Hal ini dikarenakan tubuh manusia memicu produksi endorfin (respon kesenangan) setiap kali seseorang terlibat dalam perilaku tertentu yang berpusat pada fungsi tubuh yang diperlukan untuk bertahan hidup (makan, pengasuhan, koitus, dsb); bahkan bila terjadi secara kebetulan, banyak di antara area yang sama terjadi dalam hubungan seks.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ingat, Anda bertanggung jawab untuk mendapati kebutuhan Anda terpenuhi, bukan pasangan Anda. Jika Anda perlu disentuh, maka lakukanlah sentuhan kepada pasangan. Dan Anda berdua akan semakin berbahagia karena hal ini.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : romancestuck.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7780752816360215093?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7780752816360215093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/sentuhan-kebutuhan-pernikahan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7780752816360215093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7780752816360215093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/sentuhan-kebutuhan-pernikahan-yang.html' title='Sentuhan, Kebutuhan Pernikahan yang Seringkali Terabaikan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7266511674638097601</id><published>2011-06-10T10:10:00.000+07:00</published><updated>2011-06-10T10:10:00.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>5 Tips Menjauhkan Buah Hati Anda Dari Masalah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apakah buah hati Anda yang selalu terlihat baik terlibat masalah? Apakah Anda kuatir dengan siapa ia bergaul? Berikut ini Anda akan menemukan 5 tips pengasuhan yang dapat membantu buah hati Anda menjauh dari masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang anak berusia 10 tahun yang bernama Joe dan adiknya yang berusia 8 tahun, Danny, berkelahi seperti anjing dan kucing. Sang kakak menggunakan otot sedangkan sang adik menggunakan kata-kata.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tepat sesaat setelah Joe mengangkat tinjunya, Danny melihat gelang Joe yang bertuliskan huruf WWJD. Danny menunjuk gelang itu dan berteriak, “What Would Jesus Do?” Pertengkaran pun tertunda sesaat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda mengkuatirkan anak-anak Anda yang berkelahi satu sama lain atau anak-anak di luar rumah yang membuat masalah dan merepotkan Anda, Anda tetap harus bertindak. Saya tahu bagaimana kuatirnya Anda. Berikut ini adalah kekuatiran seorang ibu yang mungkin memiliki kekuatiran yang sama dengan yang Anda alami.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang ibu baru-baru ini meminta saya untuk memberikan tips pengasuhan bagaimana menjauhkan anaknya dari teman-temannya yang selalu membuat masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Anak saya yang berusia 6 tahun dan temannya membuat masalah di sekolah,” tulisnya. “Saya mencoba melakukan berbagai macam cara yang berbeda untuk memisahkan kedua anak ini. Saya bahkan meminta anak saya yang lain untuk memberitahu saya jika anak saya sedang bermain dengan anak itu. Tapi semua usaha itu sepertinya sia-sia.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berikut adalah tips pengasuhan untuk menjauhkan anak Anda dari masalah:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tips #1&lt;/strong&gt; – Bicarakan dengan orangtua dari teman anak Anda. Cari tahu apakah mereka juga kuatir mengenai anak mereka yang bermasalah. Pastikan Anda melakukan hal ini dengan sopan. Hindari menyalahkan orangtua dari teman anak Anda. Pikirkan bersama-sama sebagai orangtua untuk menemukan solusi yang terbaik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tips #2&lt;/strong&gt; – Bicarakan hal ini dengan guru. Tanyakan kepada guru anak Anda sekiranya ada ide-ide yang dapat membantu. Jika semua pihak telah setuju, realisasikan ide tersebut menjadi tindakan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tips #3&lt;/strong&gt; – Berhati-hatilah dengan laporan anak Anda mengenai perilaku saudaranya kepada Anda. Hal ini dapat membuat keretakan di antara anak-anak Anda. Anak yang Anda mintai tolong untuk mengawasi saudaranya akan dibenci karena menjadi seorang pengadu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tips #4&lt;/strong&gt; – Dapatkan izin dari orangtua teman anak Anda untuk mendudukkan anak mereka dengan anak Anda dan ajak bicara bersama-sama. Buatlah grafik untuk masing-masing mereka. Pada bagian atas tulislah tujuan yang positif. Buatlah tujuan yang sama untuk masing-masing anak. Tujuan yang diberikan harus merupakan kebalikan dari semua masalah yang mereka lakukan selama ini. Berikan kepada mereka hadiah yang positif untuk hari-hari dimana mereka bertingkah laku baik dan dapatkan laporan yang positif dari guru.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pastikan agar hadiah tersebut melibatkan Anda. Pertimbangkan untuk menghadiahi mereka membaca buku yang merupakan pilihan mereka sendiri, mengerjakan proyek seni yang mengasyikkan bersama-sama, bermain bola, dll. Saat mereka berperilaku lebih baik, berikan hadiah kepada mereka setiap 3-5 hari sampai mereka tidak memerlukannya lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tips #5&lt;/strong&gt; – Jika semua tips di atas tidak berhasil dan mereka berada di kelas yang sama, mintalah kepada kepala sekolah untuk menempatkan anak Anda di kelas yang berbeda. Sebagaimana Anda, banyak orangtua yang juga menghadapi masalah yang sama. Semoga tips ini dapat membantu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Membesarkan anak-anak memang tidaklah mudah. Ketika teman bermain anak Anda membawanya ke dalam masalah, hal itu membuat pengasuhan menjadi jauh lebih sulit. Terkadang Anda harus tetap menahan emosi Anda dan meminta bantuan dari para guru, pendeta dan orangtua lainnya. Jika Anda meminta bantuan dengan penuh respek, Anda akan menemukan solusi yang dibutuhkan. Dan satu hal lagi, Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : saidaonline.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7266511674638097601?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7266511674638097601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/5-tips-menjauhkan-buah-hati-anda-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7266511674638097601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7266511674638097601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/5-tips-menjauhkan-buah-hati-anda-dari.html' title='5 Tips Menjauhkan Buah Hati Anda Dari Masalah'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-771269552358996511</id><published>2011-06-09T10:08:00.000+07:00</published><updated>2011-06-09T10:08:00.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Mengatasi Anak Yang Kecanduan Games</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kenapa anak suka sekali bermain games? Jawabannya sederhana, games itu memang enak dan mengasyikkan. Sebenarnya anak ingin sekali bisa ngobrol dengan orangtua, tetapi orangtua sibuk. Merea ingin sekali diskusi dan curhat dengan ayah atau ibunya. Tapi cara bicara orangtua tidak asyik bahkan cenderung menjengkelkan. Mereka butuh orangtua yang enak diajak ngobrol dan jadi teman. Beberapa remaja berkata kepada kami, “Belum dengar papa mama bicara saja, muka mereka sudah tidak enak dilihat.” Mereka mengeluhkan bicara dengan orangtua sering tidak nyambung. Dalam keadaan seperti itulah mereka melarikan diri mencari kegiatan yang asyik. Ternyata mereka temukan dalam bermain games.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di tengah dunia yang makin mekanistik, banyak anak yang kesepian. Mereka butuh hiburan. Inilah yang dimanfaatkan produsen games. Mereka menggelontorkan ribuan hingga jutaan games. Mulai lewat PC, FB, HP, I Touch, Game Boy, PS, Nintendo, dll. Games menjadi kegiatan alternatif yang menghibur bagi anak-anak. Mereka berhasil menghibur lewat dunia maya. Karena dunia nyata makin tidak nyaman, malah kadang menyakitkan, maka sebagian anak melarikan diri ke dunia maya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu sahabat saya, Martin Elvis pernah meneliti di kalangan remaja tentang apa yang mereka inginkan dari orangtua. Dua jawaban tertinggi adalah: Bisa jadi &lt;strong&gt;tempat curhat&lt;/strong&gt; dan ada &lt;strong&gt;waktu untuk lebih sering ngobrol.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika kita tidak memberikan komunikasi yang baik pada anak-anak dengan segenap waktu, tenaga dan pikiran kita, maka hal itu bisa diambil alih oleh media audio-visual. Sesungguhnya kita sedang berlomba dengan media.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meski games sangat disukai anak-anak, ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh games terhadap anak kita. Hanya kita yang bisa melakukannya. &lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; tidak dapat menyebut atau memanggil nama anak kita dengan emosi, tidak mempunyai perhatian secara pribadi, anak kita dianggap sebagai kosumer. Kitalah pribadi yang bisa memanggil namanya, memperhatikan dia, menatap matanya, dan berkomunikasi secara pribadi dengan dia. &lt;strong&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; tidak dapat memangku anak kita atau memeluk anak kita. &lt;strong&gt;Ketiga,&lt;/strong&gt; tidak bisa membacakan buku cerita sebelum tidur. &lt;strong&gt;Keempat,&lt;/strong&gt; games juga tidak pernah bisa mendengarkan anak kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bila Anak Kadung Kecanduan Games&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bila anak kadung kecanduan games, apa yang orangtua lakukan? Kecenderungan orangtua adalah mengeluhkan anaknya. Minta supaya anaknya dikonseling, minta agar anaknya berubah, dan lain sebagainya. Ini terbalik. Sesungguhnya, orangtualah yang perlu dikonseling. Orangtualah yang harus berubah terlebih dahulu. Jangan paksakan anak berhenti main atau mengurangi games terlebih dahulu. Tidak! Tetapi sementara anak belum bisa lepas dari games, orangtualah yang mengubah diri. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa saran praktis: &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Sediakan waktu dan kebersamaan dengan anak lebih banyak. Menemani anak di rumah. Jika Anda sangat sibuk, aturlah sedemikian rupa. Anggap saja anak Anda sedang “sakit” dan perlu ditemani.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih enak dan nyambung dengan anak.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Berusaha memahami kebutuhan anak, termasuk bahasa anak. Menyelami games-games yang dimainkan supaya bisa menjadi pintu masuk Anda bicara dengan anak.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Rencanakan waktu untuk makan bersama dan rekreasi bersama. Ngobrol dengan remaja yang enak adalah saat situasi mereka juga enak, saat makan dan santai.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan bicara apalagi dengan marah-marah kepada anak saat mereka sedang main games. Hal itu justru membuat mereka bertambah terluka. Berusaha bicara dengan menatap anak dengan kasih sayang.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jika ibunya yang lebih nyambung, biar si ibu yang jadi juru bicara. Jika si ayah yang lebih tepat bicara, biar si ayah yang bicara dengan si anak. Jangan bicara saat anak sedang tidak suka Anda ajak bicara. Hanya menambah luka si anak.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jika konflik makin tajam dan anak Anda sudah tidak mau mendengarkan Anda, maka pergilah menjumpai seorang konselor dan mediator keluarga agar ia menjembatani kembali komunikasi yang retak dan rusak. Konselor ahli tentunya punya cara untuk menyambung kembali tali komunikasi yang sudah putus.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tidak Ada Jalan Yang Mudah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika komunikasi sudah terjalin dengan baik, ngobrol sudah enak, barulah orangtua bisa menyampaikan keinginannya. Disepakati bersama apa saja kegiatan yang juga mengasyikkan buat anak. Hobi apa saja yang bisa dikembangkan dan disalurkan supaya perhatian anak tidak melulu ke games. Mendengar aspirasi dan harapan anak kepada orangtua, dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalau sudah kecanduan, maka tidak ada jalan yang mudah dan gampang. Kadang membuat kita menangis dan berjuang kembali merebut anak-anak kita. Sebagai orangtua kitalah yang perlu dengan rendah hati berubah. Supaya dengan perubahan kita, anak-anak berubah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : Julianto Simanjuntak, MDiv, MSi/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-771269552358996511?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/771269552358996511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/mengatasi-anak-yang-kecanduan-games.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/771269552358996511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/771269552358996511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/mengatasi-anak-yang-kecanduan-games.html' title='Mengatasi Anak Yang Kecanduan Games'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-8826702341774413418</id><published>2011-06-08T10:05:00.000+07:00</published><updated>2011-06-08T10:05:00.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Bertengkar Di Depan Anak Menunjukkan Ketidakdewasaan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sebagai orangtua, kita semua bersalah untuk hal ini. Kita bertindak seperti anak-anak di depan anak-anak kita ketika kita masuk ke dalam sebuah argumen dengan pasangan kita. Keadaan ini sangatlah menyedihkan ketika putra putri kita melihat langsung ketidakdewasaan kita sebagai orangtua dan dampak terburuk dari hal ini adalah emosional mereka pun ikut rusak karena kesalahan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi, mengapa kita melakukannya? Orangtua memiliki kemampuan ajaib untuk lupa bahwa anak-anak mereka mendengar dengan jelas setiap perkataan yang keluar dari mulut mereka saat bertengkar. Atau orangtua malah berpikir bahwa anak-anak mereka terlalu kecil untuk memahami isi dari pertengkaran dan mengabaikan untuk menyadari bahwa nada negatif yang kita gunakan akan ditiru anak-anak kita. Anak-anak melakukan apa yang kita lakukan bukannya apa yang kita katakan, meskipun kita seringkali berharap sebaliknya. Jika mereka melihat kita menyelesaikan perselisihan dengan perdebatan, mereka akan mempelajari taktik yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu apa yang harus kita lakukan saat kita tidak sependapat dengan pasangan sementara anak-anak sedang berada di hadapan kita? Tunda ketidaksetujuan Anda untuk sementara waktu. Simpan masalah untuk sementara waktu sampai anak-anak tertidur atau bermain di luar rumah. Sangatlah tidak adil bagi mereka untuk melihat ayah dan ibunya bertengkar hebat di hadapan mereka sementara mereka tidak dapat melakukan apa-apa untuk memihak. Seorang anak tidak boleh berada di dalam posisi dimana mereka harus memilih salah satu antara ayah atau ibunya. Tidak ada yang dapat membuat seorang anak merasa sangat tidak aman ketika mereka melihat ayah dan ibunya tidak berada dalam satu tim yang solid. Dan jika orangtua tidak berada di dalam tim yang sama, maka anak-anak akan merasa mereka perlu pergi untuk mencari rasa aman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu dampak terburuk dari berdebat di depan anak-anak adalah saat kita sebagai orangtua hendak menerapkan pengasuhan atas mereka. Secara garis besar pola pengasuhan harus diputuskan bahkan sebelum pasangan memiliki anak. Hal-hal seperti pengaturan pola tidur, sekolah, disiplin, sistem kepercayaan, dan persiapan keuangan anak merupakan beberapa contoh dari hal-hal pengasuhan yang penting. Tidak memiliki rencana pengasuhan alu kemudian bertengkar tentang gaya pengasuhan yang berbeda tidak akan menghasilkan apa-apa selain mengurangi rasa hormat anak-anak kepada ayah dan ibunya. Saat berbeda pendapat, carilah solusi bersama tapi tidak di depan anak-anak. Jika Anda merasa masih perlu banyak belajar untuk menjadi figur orangtua yang baik, maka berpura-puralah untuk selalu menjadi orangtua yang baik sampai Anda benar-benar telah berhasil. Bagian dari menjadi orangtua yang baik adalah saat kita dapat memainkan peranan sebagai orangtua dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu efek samping terburuk dari hidup di dalam lingkungan yang tidak bersahabat adalah stres. Stres seharusnya jangan pernah menjadi bagian hidup dari seorang anak. Beberapa stres yang menyehatkan seperti tantangan menyelesaikan tugas sekolah, pengalaman melakukan hal-hal baru, atau perubahan normal dalam kehidupan seorang anak adalah baik, untuk membantunya bertumbuh sebagai seorang pribadi. Bagaimanapun juga stres negatif yang disebabkan karena tinggal di dalam sebuah keluarga tidak bahagia yang dipenuhi konflik sangatkah buruk bagi kesehatan mental dan fisik seorang anak. Jika kali lain Anda harus bertengkar untuk memutuskan apakah si kecil harus dilatih sepak bola atau les piano, mintalah masukan dari anak Anda sendiri akan kegiatan apa yang ingin dipilihnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Belajarlah untuk memilih pertengkaran Anda. Jika Anda seorang yang selalu memulai pertegkaran, mungkin masalah terletak pada Anda dibandingkan pasangan Anda. Hal yang lebih mengkuatirkan dari hal ini adalah Anda mungkin mengasuh anak Anda dengan cara yang sama. Memukul dan memarahi anak merupakan cara yang menyedihkan dan sangat tidak efektif untuk memotivasi, mendorong maupun menginspirasi buah hati Anda untuk mencapai kapasitas kedewasaan terbaik yang ia bisa. Hal terburuk dari semua, sebutan yang serigkali kita berikan saat sedang berada di tengah pertengkaran dapat meninggalkan kesan yang permanen baik bagi pasangan maupun anak yang mungkin belum mengerti bahwa sebutan itu hanya terlontar dalam suasana panas saat itu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah ada batasan usia bagi seorang anak untuk melihat langsung bagaimana orangtuanya berdebat tanpa terkena dampak buruknya? Mungkin tidak ada. Tak peduli berapapun usia seorang anak, apakah di sekolah dasar, remaja maupun orang dewasa yang bahkan mungkin sudah menjadi orangtua, mendengar orangtuanya bertengkar akan selalu membuatnya canggung, tidak nyaman, dan tertekan. Tanpa diragukan lagi bahkan bagi manula jika masih memiliki orangtua dan melihatnya bertengkar akan merasakan hal yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda menemukan bahwa diri Anda terus-menerus berdebat dengan pasangan Anda, baik di depan anak-anak maupun hanya antara Anda berdua, mungkin Anda berdua perlu introspeksi diri dan mengembangkan kepribadian Anda. Perpustakaan dan toko buku dipenuhi dengan buku pengembangan diri yang dapat membantu Anda memiliki pernikahan yang lebih harmonis. Beberapa orang bahkan memperlakukan orang asing lebih ramah daripada memperlakukan pasangan mereka sendiri. Bersikap baik dan hormatilah satu sama lain maka anak-anak Anda akan mendapatkan manfaat dari lingkungan yang damai dimana mereka dibesarkan. Belajarlah bagaimana mengontrol emosi Anda, mengontrol amarah Anda, dan mungkin sedikit lebih mengalah dan suka menolong, pada akhirnya akan membuat Anda menjadi seorang yang lebih menyenangkan untuk berada di sekitar siapapun juga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berdebat adalah tentang kontrol. Salah satu pihak selalu bersikeras bahwa dia benar sementara yang lain selalu salah. Jika Anda memiliki pola seperti ini setiap saat, maka memperbaiki masalah kepribadian perlu diupayakan. Memilih perkelahian dan menjadi jahat hanya akan membuat Anda tidak disukai oleh siapapun juga, dan sangat berbahaya bagi Anda sebagai pasangan mapun sebagai orangtua. Pertimbangkan jika menyakiti perasaan orang lain layak untuk dibenarkan. Bukankah Anda akan lebih bahagia jika membuat orang lain bahagia sebagai imbalannya? Duduklah dan pikirkan apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi seorang yang lebih baik dan lebih lembut baik sebagai pasangan maupun sebagai orangtua.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika perdebatan menjadi masalah dalam pernikahan Anda dan Anda tidak bisa mempertahankannya hanya antara Anda berdua, carilah konseling. Lebih buruk lagi jiak Anda terus-menerus berdebat di depan anak-anak Anda dan pada akhirnya berakhir dengan perceraian. Maka anak-anak pun tidak memiliki pilihan selain harus memilih antara ayah atau ibunya. Tidak ada anak-anak yang dapat melihat perceraian sebagai sebuah pengalaman yang positif. Luka yang tak pernah sembuh merupakan hasil dari retaknya hubungan orangtua. Jika Anda merasa sulit untuk mempertahankan pernikahan, pertimbangkan perasaan anak-anak. Semua anak-anak berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang damai dan stabil.\&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : profesorhouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-8826702341774413418?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/8826702341774413418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/bertengkar-di-depan-anak-menunjukkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8826702341774413418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8826702341774413418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/bertengkar-di-depan-anak-menunjukkan.html' title='Bertengkar Di Depan Anak Menunjukkan Ketidakdewasaan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-5993449232454144738</id><published>2011-06-07T10:25:00.001+07:00</published><updated>2011-06-07T10:25:25.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Menyingkap Misteri Apa Yang Diinginkan Pria</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jika Anda telah beberapa kali menjalin hubungan dalam hidup Anda dan masih bingung dengan apa yang diinginkan pria, maka Anda mungkin lupa untuk menaikkan antena atau menghidupkan radar Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pria adalah misteri, meskipun pria seringkali mengeluhkan betapa wanita sangatlah misterius untuk dipahami, karena seringkali wanita mengatakan sesuatu ketika sebenarnya mereka menginginkan yang lain, dan bagaimana wanita begitu mengedepankan perasaan sehingga komunikasi seringkali menjadi sulit. Namun wanita – ketika sedang berada di antara kalangan mereka sendiri – juga percaya bahwa pria sama misteriusnya – kurang lebih demikian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Saya terus bertanya padanya akan warna teras yang sepertinya salah dan yang saya dapatkan hanyalah gumaman belaka. Apa maksudnya?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Di malam yang lain saya bertanya apada suami saya apa yang diinginkannya untuk makan malam dan ia berkata, ‘Apapun yang bisa segera kamu siapkan, sayang.’ Jadi saya sediakan fillet ikan dan salad mentimun. Lalu kemudian ia datang ke meja dan menggerutu, “Tidak bisakah kita mendapakan makanan yang lebih baik dari ini?’ Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ketika saya meminta pendapatnya, ia hanya menggumamkan beberapa kata. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang diinginkannya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita cenderung membandingkan pria dengan novel misteri: akhir yang mengejutkan selalu datang belakangan, ketika Anda benar-benar tidak menduganya. Ketika Anda membalik halaman demi halaman, Anda merasakan nuansa misteri, tetapi Anda hanya memiliki gagasan yang kabur mengenai apa yang sebenarnya terjadi karena penulis telah begitu cerdik memanipulasi plot, menggunakan adegan demi adegan bermakna sebelum kebenaran terungkap. Kabut misteri mulai terungkap di halaman 999. Sebelum itu, persiapkan diri Anda untuk menikmati kisah maha panjang. Pria memang bagaikan plot kisah misteri. Para istri menyadari bahwa mereka tidak sepenuhnya mengenal siapa yang mereka nikahi, atau membuat para istri berkata, “Saya pikir saya tahu dirinya seperti membalik tanganku.” Namun jangan salah sangka. Tidak semua pria seperti itu, penuh dengan misteri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Mengetahui Apa Yang Diinginkan Pria – Kenali Jiwa Mereka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kedengarannya cukup sederhana bukan? Namun membaca jiwa merupakan seni yang belum diasah untuk kesempurnaan. Jiwa adalah esensi, inti dari keberadaan Anda. Dan ketika seseorang seringkali mengalami jalan memutar dalam hidupnya dan seringkali merasa kecewa, jiwanya menjadi kabur. Jadi dia sendiri tidak tahu pria seperti apa dirinya sebenarnya. Setelah melalui serangkaian peristiwa kehidupan yang sedih dan traumatis, cara pandangnya terhadap kenyataan menjadi berbeda&amp;#160; dengan Anda. Ketika dua orang menjalani level kehdupan yang berbeda, sangatlah sulit untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika Anda mecoba bertanya pada seorang remaja – yang sudah terjun dalam obat-obatan selama bertahun-tahun dan belum pernah mengenal kasih dan simpati – apa yang ia inginkan dari kehidupan? Cobalah mendapatkan jawaban langsung darinya!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kembali pada apa yang diinginkan pria, hal ini akan membantu Anda untuk memahami beberapa asumsi mengenai sifat alami pria. Apa yang membuatnya bereaksi? Apa yang menjadi tombol penggeraknya?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dr. John Gray yang menulis Mars and Venus on a Date (Harper Collins, 1997), mengatakan bahwa pria bagaikan obor sementara wanita seperti oven. Jika seorang wanita mengetahui hal ini secara naluriah, ia tidak akan terlalu frustrasi menghadapi pria. Dr. Grays mengatakan bahwa pria dapat sangat tertarik kepada seorang wanita, namun tiba-tiba kehilangan minat. Apakah karena mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dari wanita sasaran mereka? Apakah obyek dari keinginan mereka runtuh setelah mereka mendapatkan Y padahal mereka mengharapkan X? Dr. Gray mengatakan, “Pria bagaikan obor yang dapat memanas dengan sangat cepat dan kemudian mati seketika. Sedangkan wanita bagaikan oven. Perlahan-lahan memanas dan perlahan-lahan mendinginkan diri.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dr. Gray menunjuk pada persoalan yang sebenarnya: “Seorang wanita berasumsi jika seorang pria tertarik secara fisik kepadanya, maka pria itu juga berminat menjalin hubungan dengannya.” Itu adalah dua hal yang berbeda. Pria bisa saja terpesona pada wanita yang menarik. Pria menyukai apa yang ia lihat dan mencari tahu seberapa jauh ia bisa terus melangkah, tapi bisa jadi ia tidak memikirkan ‘hubungan’ sama sekali. namun wanita memikirkan sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jika Anda Mengetahui Alerginya – Setengah Misteri Telah Terpecahkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita tidak bicara mengenai alergi makanan atau parfum. Kita sedang bicara mengenai hal yang tidak berwujud, hal-hal yang selalu mengganggunya saat menjalin suatu hubungan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu yang kita kenal adalah pria alergi terhadap komitmen. Para wanita, jika Anda ingat aturan utamanya, Anda akan belajar untuk tidak terlalu cepat membicarakan komitmen dalam suatu hubungan. Hal itu harus datang dari dirinya. Dia harus bersedia dan siap mengubah status untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh dengan tanggung jawab. Cobalah batasi kebebasan masa kanak-kanak yang masih dibawanya hingga saat ini dan lihatlah apa yang terjadi. Ia akan berubah menjadi monster secara tiba-tiba karena Anda tidak menanggapi keinginannya dengan serius.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan ini alergi pria lainnya: pria tidak menginginkan badai, berkonfrontasi secara emosional. Pria akan melarikan diri jika Anda memiliki kebiasaan sering menangis. Lupakan akan pernyataan bahwa tangisan dapat membagkitkan naluri pelindung pria. Hal itu memang benar, namun akan menjadi kebal jika terjadi berulang kali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Para wanita, dengarkanlah: berteriak-teriak dan mengoceh akan memicu keinginan pasangan Anda untuk lari dari Anda. Ketika Anda sedang merasa emosi, salah satu hal praktis yang baik adalah untuk tidak berdebat. Sebaliknya, katakanlah Anda akan mendiskusikan hal ini setelah Anda merasa lebh baik dan lebih tenang. Hal ini juga merupakan cara yang baik untuk menghindari Anda dari mengatakan hal-hal yang menyakitkan dan akan Anda sesali kemudian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Apa Yang Pria Inginkan – 4 Tingkat Daya Tarik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dr. Gray memberikan wawasan akan 4 tingkat daya tarik pria yang dapat membantu kita untuk menguraikan apa yang diinginkan pria. Menjadi akrab dengan psikologi pria akan menjadi petunjuk bagi kita bagaimana harus berperilaku dan mengajar kita bagaimana agar TIDAK membuat minatnya terhadap kita berkurang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tingkat Satu: Daya Tarik Fisik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal ini merupakan level terendah bagi seorang pia, tanpa memandang usia. Pria yang lebih muda akan memikirkan seorang wanita dalam hal fisik, sementara pria yang lebih tua, pria yang lebih dewasa juga akan tertarik pada seorang wanita dalam hal fisik, terutama jika mereka sedang dalam tahap pendekatan. Daya tarik fisik penting bagi pria. Wanita harus memahami bahwa ini merupakan tahap yang paling awal dari sebuah kencan. Mereka tidak harus berpikir bahwa langkah logis berikutnya bagi seorang pria adalah untuk mengajukan pernikahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tingkat Dua: Daya Tarik Emosi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dr. Gray mengatakan ketika seorang pria mulai merasakan keterikatan emosi, dia “akan merasa nyaman dan sayang terhadap seorang wanita bukan hanya karena ia merasa tertarik secara fisik, tetapi karena ia ingin menjadi lebih dekat karena memang dia suka kepadanya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tingkat Tiga: Daya Tarik Mental&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Daya tarik mental merupakan tingkatan dimana seorang pria mulai menyadari bahwa wanita yang ia kencani memiliki karakter yang layak untuk dicermati lebih dekat. Sang pria mulai menemukan ciri-ciri kepribadian yang belum pernah dilihat sebelumnya: kekuatan, kepercayaan diri, kemampuan menangani stres, dll. Hal ini juga merupakan tahap ketika pria mendeteksi tingkat kedewasaan sang wanita dan menghargainya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tingkat Empat: Daya Tarik Jiwa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dr. Gray mengatakan bahwa pada tingkat ini, hati pria akan terbuka. Akhirnya! Cinta sedang dalam perjalanan, dan pria sedang berpikir, “Mungkn yang satu ini adalah orangnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pria Juga Menginginkan Ini...&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebuah artikel dari koran Kanada melaporkan sebuah survei mengenai apa yang dicari pria dari wanita. Setelah pria berdamai dengan daya tarik fisik dan emosional, pria yang serius memikirkan seorang wanita akan menempatkan prioritas pada kesetiaan, bukan hanya sekedar pada penampilan dan otak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-5993449232454144738?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/5993449232454144738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/menyingkap-misteri-apa-yang-diinginkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5993449232454144738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5993449232454144738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/menyingkap-misteri-apa-yang-diinginkan.html' title='Menyingkap Misteri Apa Yang Diinginkan Pria'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-8823707189464675510</id><published>2011-06-07T10:04:00.001+07:00</published><updated>2011-06-07T10:04:22.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>7 Tips Menghadapi Amukan Balita Di Depan Umum</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ketika balita Anda mengamuk di rumah, Anda dapat memindahkannya ke ruangan lain, menjauhinya, atau mengabaikan semua amukannya. Namun ketika Anda berada di luar rumah dan di tempat umum, di tengah tatapan mata orang banyak yang tidak dapat membantu, jauh lebih sulit bagi Anda untuk mengambil suatu tindakan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap ibu terkadang berharap agar tidak ada anak lain di taman. Karena anak-anak lain akan membawa mainan mereka sendiri, sepeda mereka sendiri – dan orangtuanya. Kemudian anak Anda ingin menggunakan sepeda yang dimiliki anak lain. Saat anak yang memiliki sepeda berkata tidak, anak Anda pun mengamuk, dan orangtua lain hanya melihat dengan pandangan tidak setuju ketika Anda mencoba memberikan alasan kepada anak Anda yang baru berusia tiga tahun namun gagal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berikut adalah 7 saran yang dapat Anda gunakan untuk menghindari amukan anak di depan umum:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Mulailah Secara Cerdas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa persiapan pekerjaan dapat memusingkan kepala ketika amukan datang sebelum dimulai. Bila Anda berada di rumah, mainkan peranan skenario yang berbeda. Berikan anak kesempatan untuk berlatih menanggapi berbagai situasi. Misalnya saja jika pandangan balita Anda tertuju pada mainan keren yang dimiliki anak lain dan tidak tertarik untuk meminjamkan mainannya kepada anak Anda, apa yang dapat anak Anda lakukan atau katakan? Lakukan dengan memberikan beberapa opsi, dan tekankan tidak semua anak akan berbagi dengan anak Anda. Pertimbangkan agar anak Anda membawa mainannya sendiri saat pergi ke tempat umum.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Tetapkan Harapan Sejak Awal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sangatlah penting untuk menetapkan harapan sebelum Anda meninggalkan rumah. “Kita akan pergi ke toko untuk membeli susu, telur, dan roti. Kita tidak pergi untuk membeli mainan.” Mintalah agar anak Anda mengulangi informasi ini dan tetap bahas hal ini dengannya. “Kita tidak akan membeli mainan. Jack tidak akan berteriak atau menangis. Apakah kamu akan berteriak atau menangis?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyaknya pengulangan akan membantu Anda memberi penekanan pada maksud Anda, sebagaimana kata-kata refrase anak Anda akan kembali kepada Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Persiapan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda tahu semua ibu lain membawa makanan ringan saat berjalan-jalan ke taman dengan anak-anak mereka, bawalah sesuatu yang dapat dikunyah anak Anda. Jangan tarik anak Anda dan memaksanya terus bermain selama tiga jam dengan berharap balita Anda akan tetap ceria dan tenang sepanjang waktu tanpa adanya hadiah kecil. Dan jangan bawa anak Anda ke restoran yang hanya akan membuat Anda menunggu lebih lama untuk mendapatkan makanan pembuka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Perjelas Aturan Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda membuat pengecualian terhadap suatu aturan, perjelas tentang apa yang Anda lakukan. Misalnya saja, jika Anda tidak pernah membeli es krim di taman, tetapi Anda melakukannya hari ini untuk merayakan kesuksesan balita Anda ke toilet sendiri, katakan demikian secara eksplisit, “Kita biasanya tidak membeli es krim di sini, tapi hari ini berbeda. Hari ini kita membeli es krim karena kamu berhasil menggunakan toilet! Hari ini berbeda dan spesial. Besok kita tidak akan membeli es krim di sini, tapi hari ini kita membelinya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Abaikan Penghakiman Dari Orang Lain&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda telah melakukan persiapan, Anda telah membuat rencana – dan entah kenapa hal itu tidak berjalan dengan baik. Saat ini Anda terjebak di tengah-tengah toko dengan seorang anak yang sedang menjerit, troli yang penuh dengan barang belanjaan, dan kerumunan pasang mata yang tidak bersahabat memperhatikan setiap gerak Anda. Apa yang Anda lakukan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertama-tama, ingatlah bahwa orang asing akan tetap menjadi orang asing. Mereka tidaklah terlalu penting. Siapapun yang memiliki anak pasti secara diam-diam mengucapkan doa agar mereka tidak berada di posisi Anda saat itu. Bagaimana dengan mereka yang menghakimi Anda?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Siapa yang membutuhkan mereka? Buang mereka dari pikiran Anda, dan berkonsentrasilah pada anak Anda. Ingat juga bahwa meskipun kita menganggap semua orang mengawasi gerak-gerik kita, kebanyakan orang sebenarnya jauh lebih egois dan terlalu sibuk memikirkan diri mereka sendiri daripada fokus pada orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda sedang tidak terburu-buru, bawalah anak Anda ke tempat yang relatif tenang dari toko dan dudukkan ia di lantai, di kereta belanja, di kursi, atau dimanapun. Duduklah atau berdiri di dekatnya dan keluarkan ponsel, buku atau barang apapun yang dapat pura-pura dijadikan fokus Anda selama beberapa menit. Abaikan anak Anda dan jangan merespon sampai ia berhenti berteriak. Jangan membuat alasan atas tingkah lakuknya, jangan minta maaf atas kelakuan anak Anda, dan jangan sungkan untuk melontarkan komentar sinis kepada siapa saja yang merasa perlu berkomentar atas gaya pengasuhan Anda. Ingat, mereka bukan masalah Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak Anda pada akhirnya akan tenang, dan Anda bisa memberinya pilihan: apakah&amp;#160; akan menyelesaikan kegiatan ini secara baik-baik, pulang dan mendapatkan sedikit pujian atas ketaatannya, atau membayar barang belanjaan saat ini juga, pulang dan ia harus menghabiskan waktunya selama satu jam di dalam kamar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Jangan Menyerah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun bagaimana jika Anda harus menyelesaikan belanjaan Anda? Maka lakukanlah. Sedapat mungkin, abaikan anak Anda. Jangan memberikan respon, dan jangan menyerah pada godaan untuk mengatakan, “Berhenti merengek!” Abaikan anak Anda dan fokus untuk tidak mendengarkan anak Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Teriakan dan tangisan akan menjadi masalah ketika orangtua menyerah pada anak terlalu cepat atau terlalu sering. Hal ini hanya akan mengajarkan kepada anak bahwa amukan merupakan sebuah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar Diane Ryals, pendidik dari University of Illinois Extension family life. Jadi, jangan lakukan itu. Lakukan apa yang perlu Anda lakukan, bawa balita Ada ke mobil atau bawa pulang ke rumah, dan biarkan ia tahu betapa kecewanya Anda atas perilaku yang ditunjukkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Jadilah Konsisten&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selama Anda menangani amukan balita Anda secara efektif di rumah – dengan mengabaikan dan tidak menyerah – pada akhirnya mereka akan mengurangi perilaku ini ketika sedang berada di luar rumah bersama Anda. Meskipun hal ini tampaknya sulit untuk dipercaya saat ini, akan tiba harinya ketika Anda meminta remaja Anda untuk pergi keluar bersama. Sampai saat itu tiba, teguhkan hati Anda dan Anda dapat menikmati es krim ketika tiba di rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : sheknows.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-8823707189464675510?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/8823707189464675510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/7-tips-menghadapi-amukan-balita-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8823707189464675510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8823707189464675510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/06/7-tips-menghadapi-amukan-balita-di.html' title='7 Tips Menghadapi Amukan Balita Di Depan Umum'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-8785900567790401680</id><published>2011-05-07T17:26:00.000+07:00</published><updated>2011-05-07T17:26:00.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keuangan'/><title type='text'>10 Tips Untuk Mencapai Keamanan Finansial</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ketika tiba waktunya bagi Anda untuk pensiun, apakah Anda akan mampu mewujudkannya? Hampir semua riset yang diadakan pada subyek tersebut selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kebanyakan individual tidak mampu untuk menunjukkan kesiapan keuangan mereka selama tahun-tahun pensiun mereka. Ini hanya akan menggarisbawahi fakta bahwa menabung untuk pensiun adalah sebuah proses menantang yang membutuhkan perencanaan yang hati-hati dan butuh tindak-lanjut. Berikut kita akan mereview beberapa tips yang akan menolong Anda menjalani pencapaian masa pensiun yang nyaman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Mulailah secepat yang Anda bisa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sangatlah jelas lebih baik untuk memulai menabung dari usia lebih muda, tetapi tak pernah terlambat - bahkan jika Anda sudah sangat dekat dengan masa pensiun Anda - dikarenakan setiap uang yang tersimpan menolong untuk meng-cover pengeluaran-pengeluaran Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Misalkan Anda menabung $200 setiap bulannya selama 40 tahun pada rate interest 5%, Anda akan menyimpan secara signifikan lebih dari seseorang yang menyimpan pada rate yang sama untuk 10 tahun. Bagaimanapun, jumlah yang tersimpan selama masa lebih sedikit bisa bertahan lama dalam menolong untuk meng-cover pengeluaran-pengeluaran selama masa pensiun. Juga, ingatlah bahwa area-area lain dari perencanaan keuangan, seperti alokasi aset, akan semakin penting begitu Anda semakin mendekati pensiun. Ini dikarenakan toleransi resiko secara umum menurun untuk memulihkan kerugian yang terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Perlakukan tabungan-tabungan Anda sebagai pengeluaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menabung secara reguler dapat menjadi sebuah tantangan, terutama ketika Anda menemukan banyak pengeluaran-pengeluaran reguler yang kita semua hadapi, tak termasuk barang-barang konsumen yang memikat yang merayu kita untuk membelanjakan kas kita. Anda bisa menjaga jumlah yang Anda ingin untuk ditambahkan pada sarang telur Anda dari godaan ini dengan memperlakukan tabungan-tabungan pensiun Anda sebagai pengeluaran berulang Anda, sama dengan membayar sewa, hipotek, atau cicilan mobil. Ini bahkan menjadi lebih mudah jika akun tersebut di-debit dari pembayaran gaji oleh tempat Anda bekerja. (Catatan: Jika jumlah tersebut dikurangi dari gaji Anda pada sebuah basis par-pajak, itu menolongi untuk mengurangi jumlah dari pajak-pajak penghasilan yang berutang pada gaji Anda.).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alternatifnya (atau sebagai tambahan), Anda mungkin memiliki pendepositoan langsung dari gaji ke akun cek/tabungan dan memiliki jumlah tabungan-tabungan yang diatur penjadwalannya untuk debit otomatis, untuk dikreditkan pada akun tabungan-tabungan pensiun di hari yang sama gaji dikeluarkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Simpanlah sebanyak Anda bisa dalam akun penangguhan pajak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengkontribusikan penangguhan sejumlah uang untuk pensiun Anda pada akun pensiun penangguhan pajak menghalangi Anda dari membelanjakan sejumlah uang itu secara berlebihan, dikarenakan Anda kemungkinan sekali menghadapi konsekuensi-konsekuensi dan penalti-penalti pajak. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Diversifikasikan portfolio Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pepatah lama yang memberitahukan kita bahwa kita tak seharusnya menaruh semua telur kita dalam satu keranjang adalah benar untuk aset-aset pensiun. Menaruh semua tabungan Anda dalam satu bentuk investasi menaikkan resiko dari kehilangan semua investasi Anda, dan itu mungkin membatasi return of investment Anda. Demikian pula, alokasi aset adalah bagian kunci dari menangani aset-aset pensiun Anda. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alokasi aset yang tepat mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Usia Anda - ini sering merefleksikan keagresifan dalam portfolio Anda, dimana akan lebih kemungkinan sekali mengambil resiko-resiko lebih ketika Anda muda, berkurang ketika Anda semakin dekat dengan usia pensiun Anda.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Toleransi resiko Anda - ini menolong untuk memastikan itu, kalaupun kehilangan-kehilangan terjadi, mereka terjadi pada waktu ketika kehilangan-kehilangan masih bisa terpulihkan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Baik apakah Anda butuh untuk memiliki aset-aset Anda bertumbuh atau memproduksi pemasukan&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Pertimbangkan semua kemungkinan pengeluaran Anda pada perencanaan keuangan Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika merencanakan untuk pensiun, beberapa dari kita melakukan kesalahan untuk tidak mempertimbangkan pengeluaran-pengeluaran untuk biaya-biaya medis, biaya-biaya kesehatan gigi, perawatan jangka panjang dan pajak-pajak pemasukan. Ketika memutuskan berapa banyak yang Anda butuhkan untuk pensiun, buatlah sebuah daftar dari semua pengeluaran yang mungkin datang sepanjang masa pensiun Anda. Ini akan menolong anda membuat proyekso dan perencanaan yang realistis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Budget&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menyimpan banyak uang adalah hebat, tetapi keuntungan-keuntungannya terkikis atau bahkan terbatalkan jika itu berarti Anda harus menggunakan pinjaman-pinjaman berbunga tinggi untuk membayar pengeluaran-pengeluaran kehidupan Anda. Oleh karena itu, menyiapkan dan bekerja dengan budget adalah hal dasar yang penting. Tabungan-tabungan pensiun Anda dapat terhitung diantara pengeluaran-pengeluaran budget Anda untuk memastikan bahwa pemasukan yang dapat terbuang terhitung secara akurat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Secara periodis, tilik kembali portfolio Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semakin dekat Anda pada pensiun dan kebutuhan finansial Anda, pengeluaran dan toleransi resiko berubah, alokasi aset strategik harus ditampilkan pada portfolio anda untuk mengijinkan penyesuaian-penyesuaian apapun yang dibutuhkan. Ini akan menolong Anda memastikan bahwa perencanaan pensiun Anda sesuai target.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8. Tilik kembali pengeluaran-pengeluaran Anda dan buatlah perubahan jika memungkinkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika gaya hidup, pemasukan, dan/atau tanggung jawab-tanggung jawab fiskal Anda telah berubah, itu mungkin adalah sebuah ide yang bagus untuk menilik kembali profil keuangan Anda dan membuat perubahan jika memungkinkan, begitu juga untuk merubah jumlah-jumlah yang Anda tambahkan pada ‘keranjang telur' Anda. Misalkan, Anda telah selesai membayar hipotek atau cicilan mobil Anda, atau jumlah pada individual-individual dimana tanggung-jawab secara keuangan Anda telah berubah. Penilikan kembali dari pemasukan, pengeluaran-pengeluaran dan obligasi-obligasi keuangan akan menolong untuk mempertimbangkan jika Anda membutuhkan untuk menaikkan atau menurunkan jumlah yang Anda tabung secara reguler.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9. Pertimbangkan pasangan Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda telah menikah, pertimbangkan apakah pasangan Anda juga menabung dan apakah pengeluaran-pengeluaran tertentu bisa dibagi sepanjang masa pensiun Anda. Jika pasangan Anda belum menabung, Anda perlu untuk mempertimbangkan apakah tabungan-tabungan pensiun Anda bisa meng-cover pengeluaran-pengeluaran Anda, tetapi juga pasangan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;10. Bekerjasama dengan seorang perencana keuangan berpengalaman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kecuali Anda berpengalaman dalam bidang perencanaan keuangan dan manajemen portfolio, melibatkan jasa-jasa dari perencana keuangan berpengalaman dan berkualifikasi akanlah dibutuhkan. Memilih seseorang yang tepat untuk Anda akan menjadi salah satu keputusan paling penting yang Anda lakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Intinya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apa yang kita diskusikan disini hanyalah beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi kesuksesan dari perencanaan pensiun dan menentukan apakah Anda menikmati keuangan pensiun yang aman. Perencana keuangan Anda akan menolong Anda mempertimbangkan apakah Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor lain. Seperti yang telah kita katakan sebelumnya, memulai lebih awal akan jelas sekali membuat tugas-tugas perencanaan lebih mudah, tetapi itu tidaklah terlambat untuk mengadopsi beberapa dari praktik-praktik tersebut, bahkan jika Anda sudah lebih dulu pensiun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : investopedia.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-8785900567790401680?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/8785900567790401680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/10-tips-untuk-mencapai-keamanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8785900567790401680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8785900567790401680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/10-tips-untuk-mencapai-keamanan.html' title='10 Tips Untuk Mencapai Keamanan Finansial'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-2272871827464022311</id><published>2011-05-06T17:22:00.000+07:00</published><updated>2011-05-06T17:22:00.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><title type='text'>Ini Dia Alasan Tepat Untuk Menolak Pekerjaan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam masa yang sulit mendapatkan pekerjaan, seorang pencari kerja kerap suka bertindak irasional. Tanpa pertimbangan yang matang, mereka biasanya langsung menerima saja tawaran pekerjaan dari sebuah perusahaan yang datang kepada mereka. Di satu sisi, hal ini bisa dimaklumi tetapi di sisi yang lain tindakan yang mereka lakukan bisa membuat mereka justru akan mengalami banyak tekanan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Agar Anda tidak salah memilih pekerjaan dan menyesal di kemudian hari ada baiknya Anda mengetahui apakah tawaran pekerjaan itu sudah tepat atau tidak untuk diterima. Berikut beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai pertimbangan sebelum menerima pekerjaan dari sebuah perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Kondisi perusahaan. Untuk mengetahui sebuah perusahaan sehat atau bermasalah, Anda dapat mencarinya di internet atau media massa. Jika perusahaan itu adalah perusahaan privat, tanyakan kondisi perusahaan tempat Anda melamar kepada pewawancara Anda. Anda tidak perlu melakukannya secara terangan-terangan. Cobalah menanyakan perkembangan perusahaan selama dua atau satu tahun sekali. Jika ini kurang berhasil, carilah lewat karyawan perusahaan tersebut.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Proses wawancara. Jika perusahaan membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu atau tiga sampai empat kali wawancara untuk memberikan keputusan final, maka ini bisa menjadi tanda bahwa tak ada koordinasi yang baik di perusahaan tersebut.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Perasaan tak enak. Jangan sekali-kali meremehkan perasaan Anda. Apabila perasaan Anda menunjukkan sesuatu yang tak nyaman dengan perusahaan atau bidang yang ditawarkan, maka lupakanlah tawaran pekerjaan itu. Walau Anda mengaku sebagai seorang yang logis, bukan berarti apa yang dikatakan hati Anda harus Anda abaikan. Banyak cerita yang membuktikan bahwa ketika mereka mengikuti kata hati, mereka terhindar dari peristiwa-peristiwa yang buruk.&amp;#160; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Gaji. Meskipun Anda tidak menjadikan besaran gaji dalam kriteria utama untuk menerima pekerjaan, tetapi tetap saja Anda harus menghitung-hitung apakah pendapatan yang Anda terima dari perusahaan itu akan dapat memenuhi kebutuhan hidup Anda. Jadi pertimbangkan baik-baik apabila Anda mau memutuskan mengambil pekerjaan yang gajinya di bawah standar Anda.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pekerjaan yang akan diterima bertentangan dengan prinsip, moral, dan gaya hidup. Mencari pekerjaan di masa sekarang adalah hal yang tidak mudah, namun tidaklah sepadan jika akhirnya Anda harus mengorbankan harga diri untuk sebuah pekerjaan yang bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai hidup yang Anda pegang selama ini.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt; Sumber : Harian Seputar Indonesia/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-2272871827464022311?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/2272871827464022311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/ini-dia-alasan-tepat-untuk-menolak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2272871827464022311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2272871827464022311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/ini-dia-alasan-tepat-untuk-menolak.html' title='Ini Dia Alasan Tepat Untuk Menolak Pekerjaan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-8757645229058826484</id><published>2011-05-05T17:19:00.000+07:00</published><updated>2011-05-05T17:19:01.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><title type='text'>Tahu Kapan Duduk dan Berdiri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jika Anda ingin memberi kesan tersendiri bagi pimpinan Anda dan juga rekan serta klien, maka tempat yang tepat adalah waktu rapat. Caranya sangat mudah, yaitu Anda harus tahu kapan harus duduk dan kapan harus berdiri.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah menyampaikan ide ketika Anda duduk, tetaplah duduk. Tentu, ide Anda adalah ide yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Namun jika Anda ingin diskusi yang spontan, buatlah pembicaraan mengalir. Dengan cara ini Anda akan mendapatkan berbagai masukan atas kekurangan dan kelebihan dari ide Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penekanan “penting&amp;quot;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masalah kepentingan ini bukan tentang Anda, tetapi tentang ide Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diskusi akan mengangkat masalah “penting” tadi, sehingga Anda akan mendapatkan dukungan dari rekan, klien maupun pemimpin Anda. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bahasa tubuh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika Anda berdiri untuk menyampaikan presentasi, pastikan bahwa bahasa tubuh Anda menyampaikan pesan bahwa Anda percaya diri dengan ide Anda namun juga terbuka untuk berbagai masukan yang ada. Duduk untuk berdiskusi dan menampung masukan orang lain adalah sinyal bahwa Anda menghargai pendapat orang lain dan memiliki kesediaan untuk sesuatu yang lebih baik lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi, pastikan Anda tahu kapan berdiri dan kapan untuk duduk. Sikap Anda akan terpancar lewat kata dan juga bahasa tubuh Anda. Buat para peserta rapat menerima pesan yang benar dari sikap tubuh dan perkataan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; &lt;br /&gt;Sumber : allthingsworkplace.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-8757645229058826484?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/8757645229058826484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/tahu-kapan-duduk-dan-berdiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8757645229058826484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8757645229058826484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/tahu-kapan-duduk-dan-berdiri.html' title='Tahu Kapan Duduk dan Berdiri'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7996852465561438264</id><published>2011-05-04T17:18:00.000+07:00</published><updated>2011-05-04T17:18:00.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><title type='text'>Cara Pintar Membangun “Koneksi”</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jika Anda seorang pengusaha tentu tahu arti penting dari “koneksi.” Namun koneksi atau hubungan tidak hanya penting bagi para pengusaha, namun setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan, termasuk para karyawan. Tanpa koneksi atau hubungan yang baik dengan banyak pihak, seseorang akan mengalami kesulitan meniti karirnya. Untuk itu bagaimana Anda menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien, rekan kerja, bawahan maupun atasan, sangat menentukan keberhasilan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pedoman Anda:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kepercayaan diri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda ingin membangun hubungan dengan orang lain, Anda harus menunjukkan kepercayaan diri. Anda harus kenal jati diri Anda yang sesungguhnya. Orang tidak akan memperhatikan suara orang asing, untuk itu Anda harus jadi diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berkomuikasi dengan kejujuran dan ketulusan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang dapat mencium kepalsuan dari jauh. Anda harus menyampaikan pujian yang jujur, menolong dengan tulus dan menjaga agar hubungan Anda dengan orang-orang yang Anda kenal dengan penuh kasih.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kenalilah pendengan Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenalilah orang-orang yang ada di sekeliling Anda. Hal ini berarti mengenal nama mereka, riwayat kehidupannya, bahkan impian-impian mereka. Anda harus belajar komunikasi mendengar untuk dapat semua informasi itu. Jika Anda telah mendapatkan semua informasi itu, maka Anda dapat menyampaikan sesuatu yang menjadi kepedulian mereka, bukan hanya apa yang menjadi kepedulian Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tunjukkan integritas Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak orang bisa menyampaikan nasihat, namun sedikit yang bisa menyelaraskan apa yang mereka katakan dengan perbuatan mereka. Jika Anda memiliki integritas jenis ini, maka Anda akan mendapatkan penghormatan dari orang-orang disekitar Anda. Integritas ini akan membangun kepercayaan mereka. Tanpa integritas, sebuah hubungan tidak dapat terjalin dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pergilah ke tempat mereka berada&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang komunikator tidak akan membuat jurang pemisah dengan pendengarnya. Entah itu panggung yang terlalu tinggi, jarang dengan pendengar yang terlalu jauh ataupun pemisah imajiner seperti pola pikir yang salah. Hal yang sama juga jika Anda ingin membangun koneksi yang baik dengan orang-orang disekeliling Anda. Robohkan setiap tembok pemisah yang ada. Bicaralah dengan bahasa orang tersebut, dekatkanlah diri dengannya, sesuaikan diri Anda dengan budaya, latar belakang, pendidikan dan lain sebagainya, dari orang tersebut. Sesuaikanlah diri Anda dengan orang tersebut, jangan memaksa orang lain menyesuaikan diri dengan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pusatkan perhatian kepada diri mereka bukan Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini adalah sebuah rahasia keberhasilan setiap orang sukses: mereka menempatkan orang lain lebih penting dari dirinya. Dengan cara pandang tersebut, mereka menjadikan orang lain sebagai pusat perhatiannya, bukan menjadikan dirinya sendiri sebagai pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Setiap orang senang menjadi pusat perhatian, dilayani dan diperhatikan. Jadi, jangan lupakan hal yang sangat penting ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Percayalah kepada mereka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cara membangun hubungan yang baik adalah dengan mempercayai bahwa setiap orang berharga. Dengan cara ini kita dapat membantu orang tersebut melihat potensi yang ada didalam dirinya. Rasa percaya Anda, dapat membantu orang tersebut semakin memaksimalkan kehidupannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tawarkan bantuan dan harapan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendiri di dunia ini, semua orang membutuhkan pertolongan orang lain. Untuk itu, tawarkanlah pertolongan kepada orang-orang di sekeliling Anda. Berilah mereka harapan. Dengan menawarkan harapan, Anda memberikan mereka masa depan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebuah koneksi atau hubungan jika dibangun dengan benar akan membentuk sebuah siklus saling memberi dan menerima. Untuk itu awali dari diri Anda, berilah bantuan, perhatian, semangat dan harapan kepada orang-orang sekitar Anda. Dengan cara ini, Anda membangun anak tangga kehidupan menuju sebuah tingkat yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sumber : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Disadur dari 21 Hukum Kepemimpinan Sejati; John C Maxwell; Immanuel (jawaban.com)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7996852465561438264?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7996852465561438264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/cara-pintar-membangun-koneksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7996852465561438264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7996852465561438264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/cara-pintar-membangun-koneksi.html' title='Cara Pintar Membangun “Koneksi”'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7776821829962056714</id><published>2011-05-03T17:16:00.000+07:00</published><updated>2011-05-03T17:16:00.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Motivation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kunci Hidup Sukses Bernama Motivasi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Semua orang pasti menginginkan hidup yang berkemenangan dan sukses. Banyak tujuan hidup berikut ide cemerlang menjadi dasar seseorang untuk meraih kesuksesan. Namun banyak yang gagal ditengah jalan. Hal ini sering terjadi jika seseorang tidak mempunyai motivasi. Motivasi mampu mendobrak seluruh tantangan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaannya adalah bagaimana mendapatkan motivasi? Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Dan anda akan kembali lagi seperti semula.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul. Mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih, dan anda akan termotivasi untuk bekerja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada beberapa tips agar anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Selalu konsisten&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Praktekkanlah!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Bertanggung jawab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan adalah penting. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia yang anda tuju. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Fokus pada proses, bukan tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Seperti apa kata pepatah “Ada kemauan ada jalan”. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : pengembangan diri/ jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7776821829962056714?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7776821829962056714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/kunci-hidup-sukses-bernama-motivasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7776821829962056714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7776821829962056714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/kunci-hidup-sukses-bernama-motivasi.html' title='Kunci Hidup Sukses Bernama Motivasi'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-2379601305633350377</id><published>2011-05-02T17:15:00.000+07:00</published><updated>2011-05-02T17:15:00.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><title type='text'>5 Hal Yang Membuat Pekerjaan Anda bernilai</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Hampir sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerjanya, untuk itu sangat penting untuk memberikan waktu beberapa menit bertanya pada diri Anda mengapa Anda masih bekerja hingga saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Harus diakui bahwa salah satu penyebab utamanya adalah karena kita butuh uang, kita bekerja supaya kita menerima gaji. Namun dalam sebuah survey ditemukan bahwa uang bukanlah faktor utama seseorang mencapai kepuasan atas apa yang ia kerjakan. Seseorang bisa bertumbuh dari “butuh uang” menjadi “kalau mendapat uang itu bagus”, artinya tujuan utamanya sudah beralih dari uang kepada sesuatu yang lebih dari itu. Jika Anda hanya menilai kepuasan kerja Anda hanya dari uang yang Anda terima, Anda tidak akan dapat memberikan upaya terbaik Anda bagi pekerjaan yang sedang Anda geluti saat ini. Karena kadang suatu pekerjaan mebayar seseorang dibawah atau bahkan lebih tinggi dari nilai pekerjaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berikut adalah beberapa kunci dimana Anda bisa mengukur pekerjaan Anda sesuai dengan porsinya, dan bukan sekedar dari uang yang dihasilkannya saa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keuntungan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu bobot atau nilai dari sebuah pekerjaan adalah keuntungan yang bisa di dapatkan dari pekerjaan itu. Contohnya, untuk mereka yang mengejar pekerjaan sebagai PNS biasanya mengincar status di mata masyarakat, jaminan hari tua atau pensiun, dan ataupun asuransi kesehatannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tantangannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu ukuran apakah pekerjaan itu ideal atau tidak yaitu pekerjaan itu berada di posisi tengah antara terlalu mudah dan terlalu sulit. Artinya, pekerjaan itu menantang dan memacu Anda untuk meningkatkan keahlian Anda. Tanpa adanya tantangan, pekerjaan Anda akan menjadi membosankan. Namun jika terlalu sulit, bisa-bisa Anda jadi stress dan burn out.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dampaknya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu nilai istimewa bagi sebuah pekerjaan bila perusahaan itu berjuang untuk menjadikan dunia ini sebuah tempat yang lebih baik. Kesempatan yang tersedia bagi Anda untuk memberikan sumbangsih bagi perusahaan ini akan menjadi sebuah kehormatan tersendiri. Andapun pasti akan mengerjakan tanggung jawab Anda dengan sukacita dan tanpa beban.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hubungan sosial&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak orang menemukan teman sejati di tempat kerjanya. Salah satu penyebabnya karena kita menghabiskan waktu efektif kita ditempat kerja, hal ini memberi waktu yang banyak untuk berinteraksi dengan rrekan kerja. Jadi, hubungan sosial di tempat kerja berkembang mulai dari pertemanan yang kuat, mentoring hingga menjadi rekan bisnis atau bahkan pasangan hidup. Pastikan Anda mengelola dengan baik hubungan sosial ini, karena selain penting untuk meningkatnya karir Anda, sebuah persahabatan di tempat kerja akan tetap berjalan sekalipun Anda telah keluar dari kantor tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penghargaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sisi lain dari pekerjaan yang menantang adalah penghargaan yang Anda terima atas kerja keras Anda. Pujian jenis ini bisa jadi sesuatu yang sederhana ataupun yang istimewa. Tapi penghargaan apapun yang diberikan, semuanya itu penting.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : ask man/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-2379601305633350377?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/2379601305633350377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/5-hal-yang-membuat-pekerjaan-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2379601305633350377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2379601305633350377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/5-hal-yang-membuat-pekerjaan-anda.html' title='5 Hal Yang Membuat Pekerjaan Anda bernilai'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-8947482101661019642</id><published>2011-05-01T17:12:00.000+07:00</published><updated>2011-05-01T17:12:00.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Motivation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Anda Melihat Apa Yang Siap Anda Lihat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Hal ini berurusan dengan persepsi. Konrad Adenauer pernah berkata, “Kita semua hidup di bawah langit yang sama, tetapi tidak semua orang punya cakrawala yang sama.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Henry Ford, jenius mobil dan pendiri perusahaan Ford memiliki rencana revolusioner untuk menghasilkan sebuah jenis mesin mobil baru. Saat ini kita mengenalnya dengan nama V-8. Ford saat itu sangat bergairah dengan gagasan tersebut dan ingin memproduksinya secara masal. Dia meminta beberapa orang untuk membuat disainnya dan menyerahkannya kepada para insinyur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun setelah para insinyur ini mempelajari gambar tersebut, satu demi satu mengatakan bahwa mustahil untuk mewujudkan rancangan tersebut. Wawasan yang dimiliki Ford, ternyata tidak bisa dilihat oleh para insinyurnya. Namun Ford tidak mudah menyerah, “Bagaimanapun juga buatlah.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Tetapi itu mustahil,” tentang para insinyur itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Teruskan,” perintah Ford, “dan teruskan bekerja sampai kalian berhasil, tidak peduli berapa banyak waktu yang diperlukan.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Enam bulan berlalu, gambar demi gambar dibuat, tapi hasilnya nihil. Enam bulan lagi berlalu, tetap tidak ada hasil. Hingga tiba di akhir tahun, Ford kembali memeriksa para insinyurnya. Mereka terus melakukan penelitian, hingga akhirnya mereka berhasil membuat inovasi, itulah mesin mobil bernama V-8.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Henry Ford dan para insinyurnya memang hidup dibawah langit yang sama, namun mereka tidak memiliki cakrawala yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebuah kisah serupa diceritakan oleh William Barker dalam bukunya A Saviour for All Season. Dalam buku itu diceritakan tentang kisah seorang uskup dari Pantai Timur yang mengunjungi sebuah perguruan tinggi keagamaan kecil di daerah Barat Tengah. Dia tinggal di rumah rector perguruan tinggi tersebut yang juga bertugas sebagai professor fisika dan kimia. Usai makan malam, Uskip tersebut menyatakan bahwa masa seribut tahun tidak lama lagi tiba, sebab hampir segala sesuatu tentang alam telah ditemukan dan semua penciptaan telah dipikirkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun rekotor perguruan tinggi yang masih muda itu membatah dengan sopan pernyataan uskup tersebut. Bahkan ketika sang Uskup marah serta menantang rektor tersebut satu saja penciptaan yang belum ditemukan. Rektor tersebut menjawa dengan yakin bahwa lima puluh tahun lagi manusia akan bisa terbang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Omong kosong,” jawab Uskup tersebut tidak percaya. “Hanya malaikat yang dimaksudkan untuk terbang.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nama Uskup tersebut adalah Wright, dan dia punya dua orang anak, Orville dan Wilbur. Mereka membuktikan kata-kata rektor yang menentang ayah mereka, karena dua orang anak Wright tersebut adalah yang menemukan pesawat terbang. Wright dan dua anaknya memang hidup di bawah atap rumah yang sama, namun kedua anaknya memiliki lebih wawasan yang lebih besar daripada dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa dua orang yang sama, di tempat yang sama dan keduanya melihat hal yang sama, namun memiliki wawasan yang berbeda? Sederhana saja, kita akan melihat apa yang siap untuk kita lihat. Setiap orang yang sukses adalah orang yang memahami prinsip ini. Ajukanlah tiga pertanyaan ini pada diri Anda sendiri:Apa yang dilihat orang lain? Mengapa mereka melihat dengan cara pandang demikian? Bagaimana saya bisa mengubah persepsi mereka sehingga sesuai dengan cara pandang saya?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda; John C. Maxwell; Binarupa Aksara (jawaban.com)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-8947482101661019642?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/8947482101661019642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/anda-melihat-apa-yang-siap-anda-lihat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8947482101661019642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8947482101661019642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/05/anda-melihat-apa-yang-siap-anda-lihat.html' title='Anda Melihat Apa Yang Siap Anda Lihat'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-3424526815565231038</id><published>2011-04-30T17:10:00.000+07:00</published><updated>2011-04-30T17:10:00.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><title type='text'>Tiga Langkah Anggun Untuk Mengundurkan Diri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Di berbagai belahan dunia, banyak negara baru bangkit dari resesi keuangan yang sempat mengguncang beberapa tahun terakhir. Bahkan kini, di beberapa negara terutama di Timur Tengah dan Afrika sedang bergolak dengan berbagai revolusi. Kemiskinan dan sulitnya mencari pekerjaan adalah sesuatu yang dengan mudah kita jumpai dimanapun, termasuk di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda salah satu dari mereka yang beruntung memiliki sebuah pekerjaan, hal itu adalah sesuatu yang patut disyukuri. Namun hal tersebut bukan juga penghalang bagi Anda untuk mengejar pekerjaan impian Anda dan mencapai sesuatu yang lebih baik. Jadi jika Anda salah satu orang yang sedang mempersiapkan diri untuk berhenti bekerja dan mulai melangkah mengejar mimpi Anda, ada hal penting yang harus Anda lakukan ketika mengajukan pengunduran diri. Berikut ini adalah tiga langkah untuk keluar dari tempat kerja secara anggun:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tinggalkan kesan yang manis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apapun alasan Anda keluar dari pekerjaan, menemukan pekerjaan baru yang lebih baik, bosan dengan pekerjaan saat ini, tidak tahan menghadapi atasan Anda yang menyebalkan atau alasan yang lainnya, Anda harus tanamkan dalam pikiran Anda bahwa Anda tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu dengan kesan yang buruk. Jangan membakar jembatan yang suatu saat mungkin Anda akan lewati kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi, ketika Anda memberitahukan pengunduran diri Anda secara pribadi kepada pemimpin Anda (sebelum memberi tahu orang lain), pastikan bahwa Anda menjelaskan alasan Anda dalam sebuah pernyataan yang positif. Tunjukkan rasa terima kasih atas semua yang bos Anda lakukan bagi Anda dan bagaimana ia telah membimbing Anda selama ini sehingga Anda bisa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda ingin menyampaikan kritikan atau umpan balik, sebaiknya di lain waktu, jangan bersamaan dengan pemberitahuan pengunduran diri Anda. Selain itu, pastikan kritikan itu bertujuan untuk membantu tim atau oraganisasi yang Anda tinggalkan agar berjalan lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bantu mencari pengganti Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemberitahuan biasanya diberikan minimal dua minggu sebelum waktu pengunduran diri Anda – dan Anda harus berkomitmen untuk hal ini. Jika Anda memiliki waktu yang lebih fleksibel, tawarkan untuk membantu dalam transisi beberapa minggu tambahan. Lebih baik lagi, jika Anda bisa memberikan pengajuan pengganti diri Anda. Meninggalkan tim Anda dengan menyerahkannya kepada orang yang baik akan memberikan kesan yang baik bagi perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Menjaga hubungan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak perusahaan menyadari nilai dari jaringan mantan pekerjanya. Sebaliknya, mantan rekan kerja dan manajer Anda adalah aset yang penting bagi Anda – bukan hanya untuk surat referensi. Hubungan Anda dengan mantan rekan kerja atau manajer Anda, mungkin saja membuka peluang di masa depan nanti. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi setelah Anda memasuki pekerjaan baru Anda nanti? Dunia ini berputar, jaga jaringan teman dan rekan kerja yang Anda miliki, mereka adalah harta yang ternilai dalam hidup ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : businessweek/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-3424526815565231038?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/3424526815565231038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/tiga-langkah-anggun-untuk-mengundurkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3424526815565231038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3424526815565231038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/tiga-langkah-anggun-untuk-mengundurkan.html' title='Tiga Langkah Anggun Untuk Mengundurkan Diri'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-2141648614539837806</id><published>2011-04-29T17:09:00.001+07:00</published><updated>2011-04-29T17:09:55.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><title type='text'>6 langkah Mengatasi Kemarahan Di Tempat Kerja</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Setiap hari kita menghadapi keadaan yang setiap saat bisa membuat tekanan darah kita naik dan marah. Mulai dari kemacetan jalan, masalah di rumah, tekanan pekerjaan dan juga rekan kerja bisa menjadi pemicu kemarahan kita. Kemarahan bisa berdampak buruk bagi orang lain maupun diri sendiri. Untuk memendam kemarahan, hal tersebut juga bukan sesuatu yang bijak. Untuk itu kemarahan harus ditangani dengan benar. Namun sebelum kita belajar menangani kemarahan, mari kita cermati dulu apa itu kemarahan dan mengapa emosi ini sangat berhubungan dengan isu etika.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah kemarahan adalah sesuatu yang tak terelakkan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemarahan biasanya dihubungkan dengan perasaan diperlakukan tidak adil. Secara psikologi, kita marah karena kita percaya bahwa orang lain telah melanggar etika untuk bersikap adil atau memperlakukan kita dengan tidak hormat. Etika bukan saja memainkan peran sebagai pemicu kemarahan, tetapi juga bagaimana kita memilih untuk merespon.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu bagaimana caranya menangani kemarahan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika situasi membuat Anda naik darah dan rasanya Anda ingin meluapkan kemarahan Anda, ikuti langkah-langkah berikut:&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Berhenti : Jangan melakukan reaksi apapun. Ambillah waktu untuk diam sesaat.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ambil nafas dalam-dalam; tenangkan diri Anda sehingga Anda bisa melihat situasinya dengan lebih jelas. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Lihat dari berbagai cara pandang. Apa yang Anda lihat bukanlah keseluruhan ceritanya. Lihatlah apakah ada penjelasan lain tentang apa yang membuat Anda marah tadi. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bertanyalah pada diri sendiri dan Tuhan, “Respon seperti apa yang efektif untuk mengatasi situasi seperti ini?” &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Berdoa dan lepaskanlah pengampunan. Setiap kemarahan biasanya dipicu oleh rasa terluka karena diperlakukan tidak adil atau dipojokkan. Untuk itu Anda perlu berdoa untu meminta Tuhan memampukan Anda mengampuni orang maupun situasi yang telah membuat Anda terluka. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bertindaklah dengan kasih dan bijaksana. Ketika kepala Anda telah dingin, amarah Anda telah reda, hadapilah orang atau situasi yang membuat Anda marah dengan penuh kasih dan tindakan yang bijaksana.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ingatlah, ketika Anda membuat keputusan dalam kemarahan, biasanya berujung pada sesuatu yang lebih buruk. Jadi memberi waktu jeda hingga Anda bisa berpikir dengan tenang adalah sebuah tindakan bijaksana.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Siapa saja yang bisa membuat Anda marah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rekan kerja yang bertingkah menyebalkan. Ini adalah pencobaan yang akan Anda temui setiap hari di tempat kerja Anda, namun jika Anda bisa bertindak dengan bijaksana dalam mengatasi kemarahan Anda, maka Anda bisa memberikan dampak yang besar bagi rekan-rekan kerja Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Asiten yang tidak berkompeten. Bisa saja Anda memiliki seorang asisten namun tidak bisa mencapai standar yang telah Anda tetapkan. Anda memang berhak untuk marah, namun hal itu tidak efektif dan sangat tidak terhormat. Akan lebih efektif jika Anda menawarkan bantuan untuk meningkatkan kinerjanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pimpinan, mereka tidak jarang membuat Anda jengkel atau bersikap kasar pada Anda. Namun daripada Anda menuntunya berubah, akan lebih baik jika Anda yang menyikapinya dengan cara yang berbeda. Hal ini membuat Anda merasa lebih baik, dan hubungan Anda dengan pimpinan pun akan terjalin baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : businessweek/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-2141648614539837806?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/2141648614539837806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/6-langkah-mengatasi-kemarahan-di-tempat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2141648614539837806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2141648614539837806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/6-langkah-mengatasi-kemarahan-di-tempat.html' title='6 langkah Mengatasi Kemarahan Di Tempat Kerja'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-536183678569202074</id><published>2011-04-14T16:58:00.000+07:00</published><updated>2011-04-14T16:58:00.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>10 Cara Mengajarkan Nilai Kepada Anak Anda</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam masyarakat yang dikendalikan konsumerisme dan nilai-nilai media yang tidak Anda setujui, bagaimana Anda dapat menanamkan nilai-nilai dalam kehidupan anak-anak Anda? Berikut adalah 10 gagasan yang dapat menolong Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Ceritakan Kisah Hidup Anda Dan Ajarkan Nilai Hidup Melalui Kisah Tersebut&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak-anak senang mendengar cerita tentang masa kecil Anda. Tenunan dalam beberapa dilema moral, dan Anda punya peluang besar untuk mengajarkan nilai-nilai kepada mereka. Kisah hidup sangat efektif diceritakan pada saat tidur, ketika hanya ada sedikit ganguan. Mereka tertidur dengan kisah yang masih berputar-putar di kepala mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Hidupi Kehidupan Anda Seturut Dengan Nilai-Nilai Yang Anda Ajarkan&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak-anak belajar dengan meniru, terutama pada usia muda. Mereka sangat mahir dalam melihat keselarasan antara apa yang Anda katakan dan apa yang Anda lakukan. Jangan berikan sinyal yang membingungkan; ikuti nilai-nilai hidup Anda setiap saat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Tanamkan Nilai-Nilai Agama, Iman Dan Spiritualitas Anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tampaknya sangat penting untuk membiarkan anak Anda tahu bahwa mereka tidak sendirian. Bimbing Anak Anda sejalan dengan iman dan kepercayaan Anda yang akan menguatkan nilai hidup mereka, dan sebagai orangtua Anda meletakkan pondasi bagi kehidupan mereka kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Perhatikan Siapa Lagi Yang Mungkin Mengajarkan Nilai Kepada Anak Anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenali guru, pelatih maupun teman-teman anak Anda. Siapapun yang menghabiskan waktu dengan anak Anda mungkin dapat mempengaruhi mereka. Kenali nilai dan kepercayaan mereka juga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Tanyakan pertanyaan kepada Anak yang Dapat merangsang Dialog mengenai Nilai Hidup&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memberitahu anak Anda nilai seperti apa yang harus mereka miliki tidaklah terlalu efektif, terutama ketika anak Anda beranjak dewasa. Tanyakan kepada mereka pertanyaan yang membuat mereka ‘penasaran’ yang akan diikuti dengan diskusi yang mengarah pada nilai. “Apa yang kamu pikirkan mengenai perkelahian itu?” akan menjadi jauh lebih efektif daripada Anda mengatakan, “Dia seharusnya tidak memulai perkelahian itu!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Bicarakan Nilai Kepada Mereka Dengan Cara Yang santai Dan Mudah&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak ada yang dapat mengubah anak-anak Anda lebih daripada mengajarkan nilai kepada mereka setelah mereka membuat kekacauan! Bicara kepada mereka saat semuanya sedang santai, dan lakukan secara terbuka. Hindari menggunakan “nada menggurui” yang hanya membuat anak Anda ingin berlari ke pintu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Batasi Pengaruh Televisi Dan Video Game&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu cara untuk mengajarkan nilai-nilai kepada anak-anak Anda adalah dengan menunjukkan kepada mereka apa yang Anda hindari. Perusahaan-perusahaan akan menghabiskan jutaan rupiah untuk menayangkan iklan dan mencoba menyakinkan anak-anak Anda bahwa mereka akan merasa lebih baik jika mereka mengenakan pakaian yang tepat, dll. Jika Anda ingin menunjukkan kepada mereka ada cara yang lebih berharga untuk menghabiskan waktu Anda, batasi diri Anda juga untuk menonton televisi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Libatkan Anak Anda Dalam Membantu Orang Lain&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak-anak mempelajari nilai ketika mereka mengalaminya. Biarkan mereka memiliki pengalaman untuk membantu orang lain dengan menyumbangkan sebagian uang jajan mereka kepada yang membutuhkan, atau terlibat dalam kegiatan amal. Saat anak Anda melihat apa yang terjadi saat mereka melakukannya, sebuah nilai penting akan dibentuk untuk seumur hidup mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Miliki Percakapan Mengenai Nilai Yang Sering Dalam Rumah tangga Anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan membuat kesalahan dengan hanya membicarakan nilai ketika ada yang salah. Anak Anda perlu mendengar nilai Anda yang selalu tercermin dalam percakapan Anda. Ini merupakan cara lain bagi mereka untuk mengetahui bahwa hal itu penting.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10. Miliki Harapan Tinggi Untuk Sistem Nilai Anak Anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak Anda cenderung naik ke tingkat harapan Anda. Sistem nilai mereka seringkali mencerminkan sistem niai Anda, sepanjang Anda terus mengharapkan mereka untuk menjadikannya sebagai bagian penting dari kehidupan mereka. Saat anak Anda membuat sebuah keputusan, minta mereka untuk mempertimbangkan apakah keputusan mereka sejalan dengan sistem nilai mereka sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : saidaonline/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-536183678569202074?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/536183678569202074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/10-cara-mengajarkan-nilai-kepada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/536183678569202074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/536183678569202074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/10-cara-mengajarkan-nilai-kepada-anak.html' title='10 Cara Mengajarkan Nilai Kepada Anak Anda'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-4876490462265603878</id><published>2011-04-13T16:56:00.000+07:00</published><updated>2011-04-13T16:56:00.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Ayah Vs Ibu Dalam Mendisiplin Anak</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Orangtua tidak selalu sepakat mengenai cara yang tepat untuk mendisiplin anak, sehingga seringkali muncul perdebatan dengan anak, seperti “Tetapi kata mama!” atau “Tapi sama papa boleh!” Sangatlah penting bagi keluarga Anda, untuk mencoba dan berperilaku konsisten dengan gaya pengasuhan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak orangtua yang memiliki cara yang berbeda untuk mendisiplin anak mereka. Bahkan hal ini seringkali menimbulkan perdebatan orangtua di hadapan anak-anaknya. Lalu apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah terjadinya hal ini?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat orangtua memiliki gaya pendisiplinan yang berbeda, hal ini pasti akan menimbulkan ketegangan dan perdebatan. Ketegangan dapat terjadi kapan saja bila dua orang atau lebih bekerja sama untuk suatu proyek namun setiap pihak memakai pendekatan yang berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengasuh anak juga memiliki kemiripan dengan kerjasama lainnya. Setiap orang membawa pola pengasuhan yang telah dipelajari dan dihadapinya sepanjang hidupnya. Sebagai orangtua, kita dipengaruhi oleh pendekatan disiplin yang kita alami saat tumbuh dewasa, dan kita cenderung menerapkan pendekatan disiplin itu ke anak-anak kita tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan pasangan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bayangkan sebuah tim baseball yang bersemangat untuk memenangkan sebuah pertandingan, tetapi dipandu oleh dua orang pelatih yang memiliki aturan yang berbeda dan informasi yang saling bertentangan. Bayangkan ketegangan dan reaksi dari para pemain saat mereka menyaksikan para pelatih bertengkar. Ketika Anda dan istri bertengkar di depan anak-anak, Anda mungkin tidak menyadari bagaimana mereka akan terpengaruh. Ada anak yang mungkin akan belajar “beginilah cara yang seharusnya untuk menyelesaikan konflik”. Anak yang lain mungkin akan belajar bagaimana menguasai dan melawan pasangannya, yang mungkin akan menyebabkan lebih banyak kebingungan dan kesusahan di dalam keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal yang perlu digasrisbawahi adalah Anda dan istri sebagai orangtua harus selalu berusaha berada di halaman yang sama. Itulah cara terbaik untuk berhenti berdebat dengan adanya anak Anda yang menyaksikan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu:&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Menyetujui sinyal yang dapat mengingatkan Anda berdua bahwa percakapan telah cukup panas dan perlu dihentikan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Buatlah komitmen baik untuk menghormai dan bertindak berdasarkan sinyal tersebut. Anda mungkin akan meninggalkan pertengkaran dan sepakat untuk memiliki waktu menenangkan diri untuk sesaat. Atau atur waktu untuk kembali mendiskusikan pendapat Anda yang berbeda. Atau tuliskan apa yang Anda rasakan dan bagikan kemudian pada pasangan Anda, agar ia dapat memahami dasar dari pendekatan disiplin Anda.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Buatlah ‘buku aturan’ keluarga Anda sendiri. Tulislah secara jelas, dapat diterima, dan dapat dilakukan (baik oleh orangtua maupun anak-anak) mengenai perilaku mana yang dapat diterima dan yang tidak. Keluarga Anda, sebagaimana tim baseball, akan menjadi lebih sukses jika Anda memiliki panduan yang jelas.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pertimbangkan untuk mengikuti kelas pengasuhan bersama. Dengan cara demikian Anda memiliki pengalaman pengasuhan umum yang dapat Anda gambarkan. Dengarkan bagaimana orang lain mengasuh anaknya (dan kenapa) dapat memberikan perspektif baru untuk apa yang Anda inginkan bagi keluarga Anda sendiri. Meskipun kita telah belajar bagaimana menjadi orangtua dari orangtua kita, sebagai orang dewasa kita akan mendapatkan manfaat dengan mempelajari ketrampilan yang baru.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Carilah pihak ketiga yang profesional jika Anda tidak dapat menemukan cara untuk bekerjasama di area dimana Anda ingin berkembang. Terkadang perspektif luar akan membantu kita memahami alasan-alasan yang mendasari perselisihan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ingat kesuksesan Anda. Selama pernikahan, Anda dan istri tanpa diragukan lagi pasti berhasil bernegosiasi dalam berbagai situasi – dimana masing-masing dari Anda melepaskan dan mengambil sesuatu sampai menemukan jalan tengah. Anda juga bisa sukses mengakhiri perdebatan di depan anak-anak jika memang menginginkannya. Hal ini memang tidak akan menjadi mudah, namun akan bermanfaat. Dan anak Andalah yang akan menjadi pemenang utamanya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah mengatakan semua itu, sangatlah penting untuk tidak berlebihan dalam mencoba menghindari pertengkaran. Setelah percekcokan kecil di hadapan anak-anak – dan menyelesaikannya secara damai – dapat benar-benar bermanfaat bagi mereka; karena hal itu menunjukkan merupakan suatu hal yang mungkin untuk berselisih pendapat dengan orang yang Anda kasihi, dan hubungan itu tidak akan berakhir hanya karena orang bertengkar satu sama lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : sheknows.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-4876490462265603878?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/4876490462265603878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/ayah-vs-ibu-dalam-mendisiplin-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4876490462265603878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4876490462265603878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/ayah-vs-ibu-dalam-mendisiplin-anak.html' title='Ayah Vs Ibu Dalam Mendisiplin Anak'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6471432177346428420</id><published>2011-04-12T16:54:00.000+07:00</published><updated>2011-04-12T16:54:00.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Berkonfrontasi Secara Positif Dengan Buah Hati Anda</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; “Apa yang kamu ingin ubah dari hubunganmu dengan orangtuamu?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jawab :&lt;/strong&gt; “Kalau ayahku marah, dia akan berteriak. Begitulah cara dia dulu dibesarkan, dan meskipun dia berusaha untuk mengendalikan dirinya, tetap saja dia terus melakukannya.” (Katie H., 15 tahun).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda ingin berkonfrontasi dengan baik? Kedengarannya seperti mustahil bukan? Tapi percaya atau tidak, ada beberapa langkah yang dapat membantu Anda berkonfrontasi secara tepat dengan anak remaja Anda. Seperti apa konfrontasi yang baik itu? Konfrontasi yang baik adalah konfrontasi dimana Anda mengatasi permasalahan yang terjadi dengan cara yang lebih memulihkan, daripada memperlebar jurang dalam hubungan Anda dengan anak Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konfrontasi yang baik melibatkan komitmen untuk memecahkan suatu konflik. Prosesnya dimulai dengan mendiskusikan masalah atau ketidaksetujuan dan berakhir dengan solusi yang dapat dilakukan, sebuah kompromi, atau rencana tindakan tertentu. Untuk Anda yang pernah mengalami sakitnya bertengkar dengan anak remaja Anda, konfrontasi yang baik mungkin kelihatannya mustahil. Biarkan saya meyakinkan Anda bahwa konfrontasi yang baik bukan saja mungkin, tapi ini merupakan cara yang positif untuk semakin mempererat hubungan Anda dengan keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konfrontasi yang baik ditentukan sejak awal mulanya, dengan kata lain, direncanakan. Konfrontasi yang baik tidak terjadi begitu saja saat kemarahan menyala dan memuncak, namun pada waktu dan tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Terjadi saat Anda meyakinkan kembali bahwa Anda mencintai mereka sebelum membahas masalah yang terjadi. Konfrontasi yang baik berarti Anda dan anak remaja Anda akan sama-sama punya kebebasan untuk berbicara tentang hal-hal yang penting bagi masing-masing dan Anda berdua telah sepakat untuk tidak menggunakan kata-kata yang kasar atau menghina.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konfrontasi yang tepat harus melibatkan pendengar-pendengar yang baik, masing-masing sepakat untuk mengesampingkan tuduhan atau asumsi pribadi. Ketimbang menunjuk pada kekurangan pribadi (seperti “Kamu sembrono sekali!”), diskusikanlah solusi yang praktis (seperti “Mama ingin kamarmu dirapikan dua kali seminggu. Hari apa saja kamu punya waktu untuk membersihkannya?”).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak saya dan saya sama-sama dominan. Kemarahan saya membara, sementara dia meledak-ledak. Kami berdua sangat memperhatikan tentang isu-isu yang ada. Sekali kami menemui jalan buntu dan saya putuskan bahwa saat itu adalah saat yang tepat untuk konfrontasi yang baik. Kami mengalami konfrontasi yang buruk sehari sebelumnya. Saya kehilangan kendali, dia juga kehilangan kendali. Tidak ada solusi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kami berdua terluka dan marah. Saya menemuinya di halaman depan, di dekat kolam, saat udaranya sejuk. Saat kami berdiri di luar, rasanya begitu damai. Kami berdua sama-sama berhati-hati pada awalnya. Saya membiarkan Ryan tahu bahwa saya mengasihinya dan bahwa saya sangat menyesali kata-kata yang saya ucapkan sehari sebelumnya. Dia meresponinya dan mengatakan bahwa dia juga menyesal dengan kata-katanya. Saya berkata padanya bahwa saya mau mendengarkan apa yang mau dia katakan, dan memintanya untuk melakukan hal yang sama terhadap saya. Saya berjanji padanya bahwa saya dan dia akan berusaha menyelesaikannya bersama-sama dan menghasilkan jawaban.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Satu jam berikutnya kami berbicara. Saya mengatakan kembali kepadanya tentang hal-hal positif yang telah dia lakukan. Dia mengatakan bahwa dia benar-benar merasa perlu untuk mendengarnya dari saya. Saya mendengarkan sementara dia menceritakan rasa frustasinya terhadap beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya. Saya menjelaskan padanya bagaimana saya merasa tidak berdaya saat dia marah karena hal-hal kecil sementara saya tidak mengetahui apa yang salah. Saya memintanya untuk memberitahu saya kapanpun dia merasa disakiti sehingga saya bisa mendoakannya dan memberi semangat padanya. Dia memeluk saya dan memberitahu saya bahwa dia mengasihi saya. Kata-kata kemarahan dari hari sebelumnya terasa hilang begitu saja saat kami berdua duduk dan berbicara. Itu adalah konfrontasi terbaik yang pernah kami alami.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seringkali, konfrontasi muncul sebagai ungkapan dari kemarahan yang akhirnya dapat membakar habis harapan dari komunikasi yang sehat. Ketika tekanan darah Anda menyentuh langit-langit kepala Anda, itu bukan saat yang terbaik untuk berkonfrontasi. Kata-kata Anda ucapkan saat itu bisa menghancurkan hubungan Anda dengan anak Anda lebih jauh daripada yang Anda sadari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pernyataan:&lt;/strong&gt; “Mama saya tidak selalu mengucapkan kata-kata yang baik, dan saya benar-benar merasakan bagaimana kata-katanya itu mempengaruhi perasaan saya tentang diri saya sendiri.” (Annie T., usia 18 tahun).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Biarkan anak remaja Anda mengetahui bahwa Anda akan berbicara dengannya ketika Anda dan dia sudah sama-sama tenang, daripada membuang waktu yang berharga untuk mengacaukan hubungan Anda dengannya karena kemarahan yang meledak. Percekcokan dan pertengkaran yang berkelanjutan akan semakin membuat jarak antara Anda dan anak remaja Anda, dan jarak ini akan semakin membuat Anda sulit mendekatinya, begitupun sebaliknya. Tapi jika Anda melalui proses konfrontasi dengan baik, Anda mempunyai kesempatan untuk melihat situasinya dari sudut pandang anak Anda dan mengenalnya dengan lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pernyataan:&lt;/strong&gt; “Orangtua saya dan saya bertengkar hampir setiap hari. Paling tidak ketika kami bertengkar itu berarti saya tidak perlu mengijinkan mereka mendekat pada saya.” (Eleanor T., usia 16 tahun).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak orangtua merasa takut bahwa jika mereka memilih untuk melalui konfrontasi dengan baik dibanding menegakkan hukum, mereka akan kehilangan otoritas mereka. Ijinkan saya memberitahu Anda: Ketika Anda kehilangan kendali dan hubungan Anda sudah sampai pada tahap saling berteriak dan bertengkar, atau jika Anda harus menggunakan kekerasan fisik untuk membuat anak remaja Anda mematuhi kata-kata Anda, itu berarti Anda sudah kehilangan otoritas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : cbn.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6471432177346428420?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6471432177346428420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/berkonfrontasi-secara-positif-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6471432177346428420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6471432177346428420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/berkonfrontasi-secara-positif-dengan.html' title='Berkonfrontasi Secara Positif Dengan Buah Hati Anda'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7828059504768237021</id><published>2011-04-11T16:53:00.000+07:00</published><updated>2011-04-11T16:53:00.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>10 Hal Yang Perlu Menjadi Evaluasi Orangtua</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Salah satu ketakutan anak-anak masa kini dari orangtua mereka adalah menjadikan urusan anak sebagai pekerjaan sewaktu-waktu atau nomor dua dan bukan yang utama. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat ini semakin jarang orangtua yang mau menghabiskan waktunya bersama-sama keluarga sebagai akibat kesibukan pekerjaan. Akibatnya kita seringkali terfokus pada perilaku anak-anak dan tidak pada perilaku yang kita miliki. Mengapa tidak melihat perilaku Anda dari persfektif anak-anak?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 100.000 anak-anak di ibukota, apa yang mereka paling inginkan dari orangtua mereka? Berikut 10 jawaban yang dapat dijadikan evaluasi bagi para orangtua:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Anak-anak ingin orangtua mereka tidak bertengkar di depan mereka.&lt;/strong&gt; Anak-anak cenderung melakukan apa yang orangtuanya lakukan, tidak pada apa yang mereka katakan. Bagaimana Anda mengatasi perbedaan ini?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda tidak setuju melihat pertengkaran anak Anda? menyerang orang lain atau mempertahankan diri sendiri? Hati-hati apabila orangtua melakukannya, kemudian anak-anak akan belajar bagaimana mengatur marah dan menyelesaikan konflik dengan cara yang orangtua contohkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Anak-anak ingin orangtua memperlakukan setiap anggota keluarga sama.&lt;/strong&gt; Memperlakukan anak sama bukan berarti memperlakukan mereka sama rata. Setiap anak memiliki keunikan dan masing-masing membutuhkan kasih sayang dan pengertian yang sama. Evaluasi hubungan orangtua dengan setiap anak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Orangtua yang jujur&lt;/strong&gt;. Pernahkah Anda para orangtua mengatakan sesuatu yang tidak jujur pada anak-anak? Orangtua mungkin tidak menyadari apa yang ia tengah contohkan pada anak-anaknya. Apakah orangtua mengatakan apa yang ia maksud adalah apa yang ia katakan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Orangtua yang toleran pada orang lain&lt;/strong&gt;. Ketika orangtua toleran pada orang lain, anak-anak akan belajar sabar dengan siapa aja yang berbeda dengan mereka. Dalam cara apa orang memberi contoh toleransi pada anak?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Orangtua yang ramah pada teman-teman mereka ketika berkunjung ke rumah&lt;/strong&gt;. Jika kelompok teman dekat anak Anda sering berkunjung ke rumah, kemudian orangtua akan tahu dimana anak-anak berada selain berada di rumah dan sekolah. Pererat kebijakan pintu terbuka dan mengenal teman-teman mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Orangtua yang membangun semangat bersama dengan anak-anak&lt;/strong&gt;. Ketika anak-anak masuk dalam usia remaja, orangtua yang memperat semangat bersama akan memiliki pengaruh lebih besar pada anak mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Orangtua yang mau menjawab pertanyaan anak.&lt;/strong&gt; Pernahkah orangtua merasa bersalah ketika mengatakan, &amp;quot;Sekarang papa/mama sibuk, kita bicaranya nanti saja.&amp;quot; Kemudian hal itu malah tidak pernah terjadi. Sisihkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak dan ketika orangtua tidak mengetahui jawaban, akui dan tawarkan untuk mencari jawabannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8. Orangtua yang menanamkan disiplin ketika dibutuhkan tetapi tidak di hadapan orang lain.&lt;/strong&gt; Jangan menanamkan disiplin di hadapan orang lain terutama di depan teman-temannya. Anak-anak menginginkan batasan tetapi jarang orangtua yang mau mengerti. Orangtua sebenarnya harus tahu kapan dan dimana menanamkan disiplin yang tepat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9. Orangtua yang konsentrasi pada kelebihan dan kebaikan anaknya daripada kekurangannya.&lt;/strong&gt; Lihat anak-anak sebagai potongan gambar puzzle yang tidak komplit dan konsentrasi untuk menggabungkan potongan puzzle menjadi gambar yang indah daripada menghilangakn potongan gambar tersebut. Buat daftar kelebihan-kelebihan anak Anda dan cari waktu yang tepat untuk menunjukkannya pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;10. Orangtua yang konsisten.&lt;/strong&gt; Orangtua seringkali tidak konsisten tetapi berusahalah untuk konsisten. Keadaan tidak konsisten dapat merusak anak-anak. Anak-anak harus tahu cinta dan batasan Anda konsisten sehingga akan muncul rasa percaya pada orangtua.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : parenting.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7828059504768237021?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7828059504768237021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/10-hal-yang-perlu-menjadi-evaluasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7828059504768237021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7828059504768237021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/10-hal-yang-perlu-menjadi-evaluasi.html' title='10 Hal Yang Perlu Menjadi Evaluasi Orangtua'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-5035601582221842797</id><published>2011-04-10T16:51:00.000+07:00</published><updated>2011-04-10T16:51:00.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Tips Membangun Hubungan Dengan Anak Adopsi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mengadopsi seorang anak ke dalam keluarga merupakan salah satu momen yang paling menyenangkan dalam kehidupan setiap keluarga. Pastikan agar pengenalan anggota keluarga baru dari keluarga Anda dapat menjadi pengalaman indah yang positif baik bagi anak angkat Anda maupun anak kandung yang telah Anda miliki.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memiliki ikatan dengan anak adopsi merupakan langkah penting untuk menjadi sebuah keluarga, terutama bila anak yang diadopsi masuk ke dalam sebuah keluarga yang telah memiliki anak biologis. Anda mungkin bersemangat menyambut anak baru Anda dengan menyambar anak adopsi ke dalam pelukan dan memintanya untuk bergabung ke dalam keluarga, namun kesalahan besar yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan segala hal itu dengan terburu-buru.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut Dr. Scott Hatlzman, MD dari Brown University, “Memperkenalkan anak-anak kepada seorang anak adopsi bukanlah satu langkah kejadian, namun proses yang melalui serangkaian fase.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perubahan bisa menjadi sulit bagi semua orang, namun anak-anak dapat menjadi tangguh dengan dukungan yang tepat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bahwa proses ini merupkaan suatu hal yang positif ketika mendorong anak-anak biologis dan anak adopsi Anda memiliki hubungan dan saling terikat sebagai saudara.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Persiapan Waktu&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat mengadopsi anak, pendekatan “Surprise!” kepada anak-anak biologis Anda bukanlah pilihan terbaik. Persiapkan anak biologis Anda untuk kedatangan tambahan anggota keluarga baru dengan membacakan buku-buku mengenai adopsi kepadanya, tekankan pentingnya anak biologis Anda dalam proses ini, dan selebihnya untuk membantu mengurangi kemungkinan timbulnya kebencian akibat perubahan besar dalam keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Waktu Bermain&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk membantu membangun hubungan emosional antara anak kandung dengan anak adopsi, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama dan memiliki waktu mereka sendiri. Setelah pengenalan awal, rencanakan tanggal khusus agar mereka dapat bermain bersama-sama, berjalan-jalan ke taman, berjalan-jalan ke taman, maupun aktivitas yang dapat mereka nikmati bersama untuk meletakkan landasan dan membangun hubungan saudara.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Fokus Satu – Satu&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua orangtua ingin membuat anak-anak mereka merasa istimewa, dan menghabiskan waktu khusus dengan setiap anak kandung maupun anak adopsi Anda adalah kunci untuk memperkuat pesan ini. Bersaudara tidak berarti selalu melakukan segala sesuatu bersama-sama. Dengan melakukan hal ini akan membantu memberikan penekanan kepada peran masing-masing anak sebagai anggota keluarga inti dari keluarga Anda yang sedang berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Membangun Tradisi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengembangkan tradisi bersama di antara anak-anak kandung dan anak adopsi sangatlah penting. Baik itu melalui kegiatan mingguan maupun hobi bersama, berbagi pengalaman akan membantu mempromosikan ikatan dan keterikatan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Mencari Dukungan&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adopsi merupakan sebuah pengalaman yang kompleks. Sebuah keluarga menyambut seorang anak menjadi anggota keluarga baru ke dalam rumah mereka mungkin membutuhkan dukungan luar dari pihak yang profesional dan berpengalaman menghadapi kasus adopsi dan pencampuran keluarga. Cobalah cari organisasi yang dapat membantu di daerah lokal Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perlu diingat bahwa membantu anak biologis Anda membangun ikatan dengan saudara baru mereka sama pentingnya dengan ikatan yang terjadi antara anak angkat dengan orangtua barunya. Jagalah agar jalur komunikasi tetap terbuka, dan berikan dorongan melalui hal-hal umum yang terjadi di antara anak-anak Anda. Penerimaan terjadi secara bertahap, dan hal itu memang normal. Namun menyatukan anak kandung dengan saudara adopsi mereka dapat memperkaya kehidupan setiap anggota keluarga. Dengan sedikit dedikasi dan kesabaran, keluarga Anda akan segera melupakan seperti apa keluarga Anda dahulu sebelum anak adopsi datang memberkati kehidupan Anda!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : sheknows.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-5035601582221842797?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/5035601582221842797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/tips-membangun-hubungan-dengan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5035601582221842797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5035601582221842797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/tips-membangun-hubungan-dengan-anak.html' title='Tips Membangun Hubungan Dengan Anak Adopsi'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-5341013179038706475</id><published>2011-04-08T16:49:00.000+07:00</published><updated>2011-04-08T16:49:00.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Kumpulan Kata Bijak Yang Dapat Mengajar Anda Menjadi Orangtua Yang Baik</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Salah satu cara saya untuk belajar adalah menemukan kata-kata bijak dan menerapkannya di dalam hidup saya. Banyak kata bijak yang telah saya temukan dan beberapa di antaranya saya buat sendiri berdasarkan pengalaman diri sendiri dan orang lain. Saya membagikan kumpulan kata bijak ini dengan rendah hati dan berharap orang lain akan menikmati saat membacanya dan belajar dari orangtua, keluarga dan juga kata bijak yang memberikan motivasi. Berikut adalah beberapa di antaranya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak ada orangtua yang sempurna sehingga jadilah salah satu orangtua yang punya kekurangan dan juga kelebihan. – Sue Atkins&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak Anda akan menjadi seperti Anda; jadi bersikaplah sebagaimana Anda ingin mereka bersikap. – David Bly&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berhentilah untuk berusaha membuat anak Anda sempurna, tapi teruslah mencoba untuk menyempurnakan hubungan Anda dengannya. – Dr. Henker&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orangtua perlu mengisi ember harga diri anak mereka dengan sangat tinggi sehingga seluruh dunia tidak mampu mengurasnya sampai kering. – Alvin Price&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat anak Anda bertumbuh mereka mungkin lupa dengan apa yang Anda katakan, namun mereka tidak akan melupakan bagaimana Anda membuat mereka merasa dikasihi. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berikan dorongan dan dukungan kepada anak-anak Anda karena anak-anak cenderung hidup dengan apa yang Anda percayai atas hidup mereka. – Lady Bird Johnson&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika anak Anda memiliki kelemahan, ajar mereka untuk mengubahnya menjadi sebuah kekuatan! Satu-satunya kegagalan adalah tidak mencoba. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak-anak belajar integritas dari kita: “Integritas adalah apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan, dan apa yang kita katakan kita lakukan.” – Don Galer&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda ingin anak-anak Anda berkembang, biarkan mereka mendengar hal-hal baik yang Anda katakan mengenai mereka kepada orang lain. – Haim Ginott&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak-anak sangat perlu tahu – dan mendengar dengan cara yang dapat mereka pahami dan ingat – bahwa mereka dicintai dan dihargai oleh ayah dan ibunya. – Paul Smally&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seni pengasuhan ibu adalah mengajarkan seni untuk hidup kepada anak-anak. – Elaine Heffner&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Biarkan anak-anak Anda mengamati tindakan kebaikan Anda yang tidak mengenal tempat dan waktu, karena hal itu dapat menular. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua orangtua harus tahu bahwa: “Mereka yang mengenal kesabaran mengenal kedamaian.” – pepatah Cina&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berkomunikasi dengan anak-anak adalah jalan 2 arah, terkadang mereka hanya memerlukan kita hadir untuk mereka dan mendengarkan. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ikatan yang menghubungkan keluarga Anda yang sejati bukanlah satu darah melainkan rasa hormat dan sukacita dalam kehidupan masing-masing. – Richard David Bach&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika Anda memberikan sedikit dari diri Anda untuk seorang anak, Anda memberikan sedikit dari diri Anda untuk masa depan mereka! – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda memiliki banyak pilihan. Anda dapat memilih mengampuni ganti balas dendam, sukacita ganti putus asa. Anda dapat memilih bertindak dan bukannya bersikap apatis. – Stephanie Marston&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Biarkan anak-anak Anda melihat Anda menolong orang lain dan tidak mengharapkan imbalan apapun. Hal itu bisa menular. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebarkan cinta kemanapun Anda pergi: pertama-tama di rumah Anda. Berikan cinta kepada anak-anak Anda, kepada suami atau istri, kepada tetangga di samping Anda. – Mother Teresa&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kebaikan kecil dan acak dapat membuat perbedaan di dunia dan di dalam kehidupan seseorang. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cinta dan rasa hormat merupakan aspek yang paling penting dari pengasuhan, dan untuk semua jenis hubungan. – Jodie Foster&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berbagi adalah peduli – mengajar anak-anak kita untuk berbagi adalah mengajar mereka untuk berbelas kasihan dan mengasihi. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda memiliki banyak, berikan kekayaan Anda. Jika Anda memiliki sedikit, berikan hati Anda. – pepatah Arab&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat berbicara dengan anak, bukan tentang apa yang kita katakan tapi bagaimana kita mengatakannya! Perhatikan nada suara dan komunikasi non verbal Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat berbicara dengan anak-anak saya, saya dapat membuat mereka mendengar lebih baik dengan tidak berbicara sambil memandang mereka di bawah, namun berbicara dengan mereka sejajar sambil menatap mata mereka. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ujian karakter yang sebenarnya dari seseorang adalah bagaimana mereka memperlakukan orang lain yang tidak mereka butuhkan dalam kehidupan. – Lee Corso&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadiah terbaik adalah memberikan dari hati Anda. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai seorang tentara saya bangga dengan hal itu, namun saya lebih bangga menjadi seorang ayah. – Jenderal Douglas MacArthur&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadiah dan investasi terbaik yang dapat Anda berikan kepada anak Anda adalah waktu Anda. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sangat penting untuk mengakui kesalahan Anda dan meminta maaf kepada anak Anda. Hanya dengan cara itu Anda akan membangun kepercayaan. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pria, wanita maupun anak-anak, kita semua dapat memiliki dampak besar bagi orang-orang di sekitar kita. Kita dapat mengubah dunia, satu orang pada satu waktu! – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dorong anak-anak kita untuk bermimpi: “Imajinasi akan membawa kita ke dunia yang tidak pernah ada. Namun tanpa imajinasi kita tidak akan pergi kemana-mana.” – Carl Sagan&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan takut untuk memberikan tanggung jawab kepada anak-anak, hadirlah di sana untuk membimbing dan mendukung mereka, tidak hanya melakuan hal-hal bagi mereka. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kehadiran lebih dari sekedar ada di sana. – Malcolm Forbes&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Biologis menjadikan kita ayah dan ibu, apa yang ada di dalam hati menjadikan kita mama dan papa. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sudah saatnya bagi orangtua untuk mengajar anak muda dalam keragaman dimana ada keindahan dan ada kekuatan. – Maya Angelou&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cinta adalah memberikan waktu dan perhatian yang tak terbagi kepada anak-anak Anda. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cara paling pasti untuk memenangkan hati seorang anak adalah dengan menghabiskan waktu bersama dengan mereka. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda tidak memilih keluarga Anda. Mereka adalah karunia Tuhan bagi Anda. – Desmond Tutu&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya anak-anak tidak akan mengingat mainan mahal yang Anda belikan untuk mereka, namun mereka akan mengingat waktu yang Anda habiskan bersama dengan mereka. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika anak hidup dalam penerimaan dan persahabatan, ia belajar untuk menemukan cinta di dunia. – Dorothy Law Neite&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orangtua perlu mendengar sebanyak yang mereka harapkan dari anak-anak mereka: “Tugas pertama dari cinta adalah mendengarkan”. – Paul Tillich&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anak-anak belajar apa yang mereka hidupi. – Dorothy Law Neite&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pujilah anak-anak Anda secara terbuka, tegur mereka secara diam-diam. – W. Cecil&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lakukan ini setiap malam: “Selalu cium anak Anda di malam hari – bahkan jika mereka sudah tertidur.” – H. Brown, Jr&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orangtua juga membuat kesalahan, jangan coba sembunyikan atau menutupi hal itu dari mereka. Akui kesalahan itu dan ajar anak Anda dari kesalahan yang Anda buat. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi saya, pengasuhan bicara tentang kepercayaan. Jika Anda tidak hidup dari apa yang Anda katakan atau lakukan, bagaimana Anda berharap anak-anak Anda akan mendengarkan Anda? – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apa yang saya sukai dari anak-anak adalah kemampuan bawaan mereka untuk mencintai tanpa syarat – kita semua dapat belajar dari hal ini. – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tips parenting: pujilah anak Anda akan suatu hal baik yang mereka lakukan saat mereka berpikir Anda sedang tidak memperhatikannya! – Kevin Heath&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika anak-anak Anda mengagumi Anda, Anda telah sukses melakukan pekerjaan terbesar dalam hidup ini. – Unknown&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kata bijak terfavorit yang memiliki dampak terdalam dalam hidup saya adalah ini: Hiduplah sedemikian rupa sehingga ketika anak-anak Anda berpikir tentang keadilan dan integritas, mereka memikirkan Anda – H. Jackson Brown Jr.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : more4kids.info/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-5341013179038706475?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/5341013179038706475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/kumpulan-kata-bijak-yang-dapat-mengajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5341013179038706475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5341013179038706475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/kumpulan-kata-bijak-yang-dapat-mengajar.html' title='Kumpulan Kata Bijak Yang Dapat Mengajar Anda Menjadi Orangtua Yang Baik'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6151381471971973516</id><published>2011-04-07T16:46:00.000+07:00</published><updated>2011-04-07T16:46:00.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Hm…Apakah Anda Sudah menjadi Pendengar Yang Baik Untuk Anak Anda ?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Meskipun berbicara dengan anak-anak kita sangatlah penting karena itu adalah cara mereka belajar, namun kita juga harus sadar bahwa kita perlu mendengarkan sudut pandang mereka. Hal ini sangatlah penting, karena tidak hanya mengembangkan bahasa dan kemampuan kognitif mereka, namun menjadi sebuah cara yang indah untuk tumbuh kembang harga diri mereka karena suara mereka didengarkan. Mendengarkan anak Anda secara serius merupakan salah satu cara penting untuk memiliki hubungan yang dekat dan terhubung dengan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk memastikan apakah Anda seorang pendengar yang baik bagi anak-anak Anda, tanyakan ketujuh pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri:    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk berbicara dengan anak Anda daripada mendengarkan?   &lt;br /&gt;Apakah Anda menyelesaikan kalimat yang belum selesai mereka ucapkan?    &lt;br /&gt;Apakah Anda menyela saat anak Anda sedang berbicara?    &lt;br /&gt;Apakah Anda telah merencanakan apa yang akan Anda katakan sebelum anak Anda selesai berbicara?    &lt;br /&gt;Apakah Anda memberikan jawaban maupun solusi kepada anak Anda daripada membiarkan mereka berusaha mengerjakannya sendiri?    &lt;br /&gt;Apakah Anda menanyakan pertanyaan tertutup atau pertanyaan terbuka? (Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang cukup dijawab dengan ya atau tidak. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan terbuka adalah menanyakan apa yang mereka ucapkan untuk membuka percakapan baru).   &lt;br /&gt;Apakah Anda telah bertanya kepada diri Anda di akhir hari, “Apakah saya telah benar-benar mendengarkan anak saya hari ini?”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika jawaban Anda atas perrtanyaan-pertanyaan ini membuat Anda berpikir bahwa Anda perlu lebih mendengarkan anak-anak Anda, merupakan sebuah langkah besar bagi Anda untuk memastikan kedekatan yang penuh kasih dengan anak-anak Anda dan sebuah kesempatan yang Anda berikan kepada mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Pendapat dan ide-ide mereka akan didengarkan dan mereka akan benar-benar menjadi bagian dari pembuat keputusan dalam keluarga Anda. Sebuah hadiah luar biasa yang Anda berikan bagi mereka!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini membuat Anda berpikir bahwa Anda telah mendengarkan anak-anak Anda dengan baik, selamat. Anda telah memberikan awal yang baik kepada mereka sehingga mereka mampu mengekspresikan perasaan dan pikiran mereka yang dapat menjadi kontribusi dalam diskusi keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Intinya adalah mendengarkan anak-anak Anda secara serius merupakan hal yang sangat penting dan sebagai orangtua kita harus sadar akan hal itu. Kita dapat mendengarkan anak-anak kita dengan mulut yang tertutup dan hati yang terbuka, untuk membebaskan anak-anak kita mengekspresikan siapa diri mereka yang sebenarnya dalam setiap kesempatan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : saidaonline/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6151381471971973516?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6151381471971973516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/hmapakah-anda-sudah-menjadi-pendengar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6151381471971973516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6151381471971973516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/hmapakah-anda-sudah-menjadi-pendengar.html' title='Hm…Apakah Anda Sudah menjadi Pendengar Yang Baik Untuk Anak Anda ?'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-5322672565603485843</id><published>2011-04-06T16:44:00.001+07:00</published><updated>2011-04-06T16:44:47.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Jangan Anggap remeh waktu Pribadi Bersama Remaja Anda</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Remaja membutuhkan orangtua mereka untuk merasakan kasih sayang yang murni. Orantua masih menjadi pribadi yang signifikan dan mendasar bagi kehidupan mereka, dan anak remaja masih membutuhkan sumber kasih sayang dan dukungan dalam kehidupan mereka, terutama dengan perubahan yang mereka alami. Namun, saat anak kita beranjak menjadi seorang remaja, seringkali kita malah kehilangan koneksi dengan mereka, koneksi yang telah kita bangun saat mereka masih anak-anak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa orangtua merasa ‘berkabung’ secara mendalam atas hilangnya hubungan ini, namun sebenarnya Anda tidak ‘kehilangan’ anak remaja Anda. Jauh di dalam hatinya ia masihlah anak kecil yang Anda kenal, namun saat ini ia sedang kembali mempelajari kehidupan dan dunia. Ia sedang membangun identitas dan individualitasnya sendiri, terpisah dari orangtuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebuah cara yang sangat ampuh untuk membangun hubungan dan mendapatkan kembali anak remaja Anda adalah dengan menyediakan ‘waktu spesial’, waktu pribadi bersamanya. Hal ini mungkin berupa waktu khusus hanya antara Anda dengannya, tanpa saudaranya yang lain maupun anggota keluarga lain bersama dengan Anda. Perlakuan ini bisa berupa pergi keluar seharian bersamanya, makan di luar, atau kegiatan lainnya. Berikut adalah beberapa point terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjalani hal ini:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Saat mengatur waktu khusus ini, sangat penting bagi Anda untuk menepati janji Anda. Setelah janji dibuat dan tanggal telah ditetapkan, Anda harus menepatinya. Melanggar janji benar-benar dapat merusak kepercayaan anak Anda atas Anda dan ia mungkin dapat menafsirkan hal ini bahwa waktu khusus ternyata tidaklah penting bagi ayah atau ibunya, atau bahwa Anda tidak benar-benar ingin melakukannya. Jadi saat mengatur waktu khusus ini, pastikan bahwa waktu yang Anda tetapkan sangat realistis dan dapat ditepati sehingga memperkecil kemungkinan timbulnya masalah yang membuat Anda kesulitan menepati janji.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Tunjukkan pada anak remaja Anda bahwa Anda benar-benar ingin menghabiskan waktu bersamanya. Pastikan agar ia melihat hal itu. Kegembiraan Anda menantikan waktu khusus bersamanya akan memperlihatkan kepadanya betapa berartinya kebersamaan itu bagi Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Biarkan anak remaja Anda memilih apa yang akan Anda lakukan bersama-sama. Ini adalah saat ketika anak remaja Anda dapat melakukan apa yang diinginkannya bersama dengan Anda. Ini adalah hari spesial baginya. Ikuti apa yang ia katakan, dan berikan kebebasan kepadanya untuk memilih.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Saat keluar bersama, rileks dan nikmati diri Anda sendiri. Berikan diri untuk membebaskan dan mendengarkan anak remaja Anda. Jangan bahas topik yang menyakitkan. Hindari topik yang pernah Anda bawa sebelumnya dan menimbulkan respon yang negatif. Waktu khusus bicara tentang memutuskan hubungan dengan kebiasaan yang lama dan kembali membangun hubungan dengan pribadi nyata yang berada di balik anak remaja Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di luar waktu khusus ini, anak remaja Anda dapat memperoleh rasa kedekatan dan kepedulian yang akan membangun kepercayaan diri mereka dalam kemampuan mereka untuk berpikir, untuk mengasihi, dan untuk belajar. Anda dapat membangun kenangan yang indah baik bagi Anda maupun bagi anak remaja Anda, kenangan yang akan tersimpan sepanjang hidupnya, dan tentu saja, membangun hubungan yang dekat dengan anak remaja Anda akan sangat bernilai saat ia merasa tidak aman maupun sedang bingung.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : saidaonline/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-5322672565603485843?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/5322672565603485843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/jangan-anggap-remeh-waktu-pribadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5322672565603485843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5322672565603485843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/04/jangan-anggap-remeh-waktu-pribadi.html' title='Jangan Anggap remeh waktu Pribadi Bersama Remaja Anda'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-7149309231237952917</id><published>2011-03-29T14:19:00.000+07:00</published><updated>2011-03-29T14:19:00.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-Lain'/><title type='text'>12 Golden Rule Dalam Berkomunikasi Dengan Pasangan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda sedang menghadapi kencan pertama, meeting dengan rekan kerja, atau hanya sekedar gaul dengan teman-teman Anda, ikuti tips yang tak lekang oleh waktu ini untuk menjadi pembicara yang baik langsung dari Seni Percakapan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Hindari detail yang tidak perlu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan menyimpang dari inti pembicaraan. Misalnya saja, jika sesuatu yang tidak penting terjadi, jangan membuang waktu Anda untuk memperbaikinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Jangan menanyakan pertanyaan lain sebelum yang pertama dijawab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda menanyakan keadaan anak-anak dari kenalan Anda, jangan melompati topik dengan menceritakan kesehatan keluarga Anda sebelum ia menjawab.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Jangan menyela saat orang lain sedang berbicara&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Usahakanlah untuk membuat pembicaraan Anda secara singkat, berikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara dan jangan menyela.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan menentang, terutama jika itu tidak penting&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda tidak perlu memasukkan rincian ke dalam cerita seseorang. “Mereka yang bertentangan, seringkali menyatakan kembali masalah ini dengan cara lain.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Jangan dominasi semua pembicaraan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ajukan pertanyaan untuk mencari tahu kesamaan apa yang Anda berdua miliki.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Jangan selalu menjadi pahlawan dari cerita Anda meskipun setiap cerita harus memiliki pahlawan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bangunlah kelebihan orang lain sebagaimana diri Anda sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Pilih topik yang sama-sama disukai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tariklah minat orang keluar dan tidak menggantungkan percakapan pada topik politik saat momen itu seharusnya membicarakan kentang atau puisi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;8. Jadilah pendengar yang baik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Secara alami Anda akan menjadi seorang pendengar yang baik jika Anda mengikuti peraturan di atas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;9. Percakapan harus selaras dengan keadaan sekitar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan “bicarakan keju saat bulan bisa menjadi topik yang lebih pas”. Dan juga, jangan bicara jika memang lebih tepat untuk diam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;10. Jangan membesar-besarkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak semuanya itu “yang terbaik”, “yang terburuk” atau “yang terlucu”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;11. Jangan salah mengutip&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Gunakan kutipan untuk kesempatan ini, jangan menjadikan kesempatan untuk dijadikan kutipan”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;12. Peliharalah kebijaksanaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan menjadi seorang yang tidak benar, tapi tidak berarti harus menyakiti perasaan mereka yang melakukan kesalahan. Jangan mengatakan seseorang terlihat kurang sehat, sakit atau lesu. Hal ini tidak akan membawa percakapan ke tingkat yang lebih jauh dan hanya membuat seseorang merasa tidak nyaman. Jangan juga mengisyaratkan hal itu dengan menanyakan apakah ia telah melalui malam yang panjang. Ingatlah bahwa diam adalah pilihan. “Ucapkan hal yang benar, atau jangan katakan apa-apa”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : saidaonline/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-7149309231237952917?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/7149309231237952917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/12-golden-rule-dalam-berkomunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7149309231237952917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/7149309231237952917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/12-golden-rule-dalam-berkomunikasi.html' title='12 Golden Rule Dalam Berkomunikasi Dengan Pasangan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-4306115689708774591</id><published>2011-03-28T14:17:00.000+07:00</published><updated>2011-03-28T14:17:00.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Kencan Idiot</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Komitmen bisa menjadi hal yang menakutkan. Setiap orang mengira mereka ngin berada di dalam sebuah hubungan yang serius, namun tanpa sadar mereka takut jika segala sesuatunya berjalan lancar daripada jika hubungan itu pada akhirnya berantakan karena pada dasarnya mereka takut untuk berkomitmen. Sebagai hasilnya, orang cenderung melakukan kencan idiot. Tidak berarti mereka yang melakukan kencan ini sulit untuk ditemui; mereka ada di mana-mana. Lihatlah sekeliling Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun orang-orang bodoh ada di mana-mana, namun orang terus mencari mereka di tempat-tempat aneh. Sangat sulit untuk dimengerti bagaimana seseorang mencoba mencari pasangan di bar, namun hal ini terjadi setiap saat. Kenapa seseorang mencari ayah masa depan bagi anak-anaknya di tempat yang penuh dengan asap rokok dan mabuk minuman keras? Ada banyak pria berkualitas di luar sana. Carilah orang-orang yang berkualitas. Memang ada rumor yang mengatakan bahwa minum minuman keras membuat orang terlihat lebih menarik, namun rumor ini akan membuat persepsi Anda akan realita menjadi miring juga. Ditambah lagi mabuk bisa membawa Anda ke dalam banyak masalah dan hubungan Anda dengannya mungkin akan berakhir baik Anda menginginkannya atau tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak orang yang terlibat dengan cara membingungkan lainnya untuk bertemu dengan orang lain. Ada banyak sekali situs-situs kencan yang tersedia dan menemukan orang yang cocok berdasarkan kompatibilitas. Jika menurut Anda bahwa mengencani seseorang karena wana kesukaannya sama dengan Anda adalah suatu hal yang penting, maka Anda pun akan berpatokan ada hal itu untuk mendapatkan pasangan hidup. Anda mungkin juga membuang pikiran bahwa mereka mungkin berbohong mengenai diri mereka karena tidak seorangpun akan mencoba menggambarkan dirinya menjadi seorang yang sangat ideal, bukankah demikian? Tentu saja mereka semua berbohong... dan Anda juga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan semua penipuan yang terjadi di dalam dunia kencan, bagaimana Anda bisa tahu apakah seseorang itu idiot atau tidak? Ada beberapa tanda bahaya yang sebenarnya bisa menjadi indikasi awal bagi Anda. Pertama, jika seseorang menunjukkan ketertarikan kepada Anda di bar atau melalui situs kencan, hindarilah mereka. Dan sekarang kita akan memperjelas hal ini, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi indikasi bagi Anda. Seseorang yang menunjukkan ketertarikan kepada Anda karena penampilan Anda daripada yang sebenarnya lebih penting yaitu “siapa Anda di dalam” memiliki motivasi yang salah. Jika seseorang lebih tertarik pada penampilan mereka sendiri daripada penampilan Anda maupun kepribadian Anda, maka mereka seharusnya mengencani diri mereka sendiri. Jika seseorang tidak memperhatikan penampilan mereka sama sekali, mereka mungkin bukanlah seorang yang idiot, namun mereka jelas-jelas adalah seorang yang jorok dan harus dihindari untuk alasan yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa idiot bersikap licin. Mereka tahu bagaimana caranya mengelabui seseorang untuk membuat mereka berpikir bahwa dirinya adalah seorang yang berkualitas dan memiliki integritas hanya untuk mendapatkan kencan pertama. Perhatikan bahwa ide ini tidak lahir dari dari imajinasi mereka melainkan hasil sebuah pembelajaran setelah mereka mengalami penolakan yang tak terhitung akibat perspektif orang lain. Orang-orang seperti ini adalah aktor dan Anda harus ekstra hati-hati menghadapi hal ini di tengah orang banyak. Jika Anda tertipu untuk bergaul dengan salah satu orang bodoh ini, selalu ada alasan klasik untuk mengabaikan kencan. Hubungi teman setiap kali Anda memiliki rencana kencan dengannya sehingga Anda bisa ‘meninggalkan kencan’ jika Anda membutuhkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Anda tidak cukup kreatif untuk melarikan diri dari kencan, maka Anda harus melalui kencan itu dengan sengsara. Idiot biasanya akan memaksa Anda untuk berpartisipasi dalam setiap hal yang mereka inginkan. Tidak ada idiot yang dapat memperlakukan wanita layaknya seorang putri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagian terburuk dari orang idiot adalah mereka bisanya tidak menyadari apa yang mencegah mereka untuk menjadi seorang yang menarik dan bijaksana. Orang yang tidak memiliki kesadaran ini biasanya tidak menyadari kalau mereka telah ditolak dan terus mencoba untuk menelepon, mengirim email ataupun mengunjungi Anda tanpa henti setelah kencan pertama. Anda harus belajar bagaimana menyingkirkan orang seperti ini. Perlu dicatat bahwa hal inipun tidak mudah untuk dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak hanya pria, di luar sana juga ada wanita idiot. Mereka sedikit berbeda dari rekan-rekan pria mereka, tetapi mereka hanya kesepian dan mencari siapa saja yang bisa menemani mereka setiap saat. Wanita idiot biasanya bossy, nakal, dan memiliki pemikiran yang dangkal dan hanya menginginkan agar pria di sekitar mereka memperhatikan mereka dan menghabiskan uangnya untuk mereka. Bahkan jika mereka tidak menyukai Anda, mereka akan terus-menerus mencoba menghubungi Anda karena mereka terobsesi dengan Anda yang menyukai mereka. Wanita seperti ini tidak peduli akan Anda dan tak peduli secantik apa mereka atau apa yang mereka janjikan, Anda harus menghindari mereka apapun harganya. Jangan kuatir, ada banyak pria lain yang bersedia sujud kepada mereka jika Anda bijaksana menanggapi tipuan para wanita ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kuatir bahwa mungkin Anda adalah seorang yang idiot? Cara terbaik untuk menghindari menjadi orang idiot adalah dengan menghindari kencan idiot. Miliki integritas, penegasan, kualitas, dan imajinasi. Jangan terosesi dengan penampilan Anda, tapi hindari juga untuk mengabaikan penampilan. Anda tidak harus terlihat sempurna, tapi usahakan untuk selalu menampilkan yang terbaik. Gunakan waktu Anda untuk mengembangkan kepribadian, minat dan lingkaran teman yang baik. Berhentilah untuk berusaha terlalu keras dan mencari dengan susah payah karena sebelum Anda menyadarinya, seorang yang sempurna akan menemukan Anda. Dan jika hal itu belum terjadi? Jangan takut karena saat itu pasti akan tiba.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-4306115689708774591?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/4306115689708774591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/kencan-idiot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4306115689708774591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4306115689708774591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/kencan-idiot.html' title='Kencan Idiot'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-933191754540113619</id><published>2011-03-26T14:16:00.000+07:00</published><updated>2011-03-26T14:16:01.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Memahami Patah Hati dan Untuk Mengatasinya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jadi, Anda telah dicampakkan. Dan ya, itu memang menyakitkan – terutama jika Anda merasa seharusnya hubungan itu dapat berjalan dengan baik. Banyak orang yang pada akhirnya merasa bingung dan menderita serta merasa kurang percaya diri karena selalu berpikir apakah ia telah melakukan sesuatu yang salah. Atau mungkin tidak cukup baik. Namun saat bicara tentang hubungan, hal itu membicarakan tentang dua orang. Inilah yang membuat hubungan menjadi lebih menyenangkan, tapi juga, mempertahankan suatu hubungan dan menemukan seseorang yang dapat mempertahankan hubungan itu secara bersama-sama sangatlah sulit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cobalah untuk memahami patah hati saat hubungan Anda berakhir, karena itu adalah fakta kehidupan. Saat Anda duduk menyeka air mata dan merasa kosong di dalam diri Anda akibat kehilangan seseorang dalam hidup Anda, sangatlah alami dan masuk akal untuk Anda merasakan semua itu. Lihatlah berapa banyak lagu dan film dari berbagai negara yang menggambarkan situasi persis seperti yang Anda alami dan Anda akan menyadari bahwa Anda tidak sendirian. Keluarga dan teman-teman terdekat akan memberikan pelukan dan menghujani Anda dengan perhatian dan berharap kehadiran mereka dapat membantu mengobati hati Anda yang terluka. Dan semua hal itu tidak berhasil mengobati patah hati Anda, namun sangatlah baik bagi Anda untuk mengetahui bahwa Anda dikasihi. Mereka semua akan mengatakan kepada Anda bahwa hal ini sudah seharusnya terjadi, bahwa yang terbaik bagi Anda akan datang dan saat itu semua tiba luka Anda akan sembuh. Tidak peduli seberapa benar perkataan itu, namun apa yang mereka katakan berbanding terbalik dengan apa yang Anda rasakan di dalam hati Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi apa yang harus Anda lakukan? Bagaimana Anda dapat menyembuhkan hati Anda? Adakah cara untuk membuat patah hati itu tidak terlalu terasa menyakitkan, baik itu pilihan Anda sendiri maupun bukan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah putus hubungan dengan seseorang, perasaan yang Anda rasakan adalah rasa kehilangan. Kehilangan yang Anda rasakan sama halnya dengan rasa kehilangan akan seseorang yang meninggal. Tentu saja, rasa kehilangannya tidak sebesar itu, tapi tetap saja Anda merasa kehilangan. Bagian dari kehilangan itu tidak hanya sekedar perasaan yang Anda rasakan, tapi juga perasaan akan masa depan seperti apa yang akan Anda hadapi tanpanya. Di tengah sebuah hubungan, banyak orang yang tak dapat melihat dirinya tanpa pasangannya dan secara umum menganggap bahwa masa depan hanya akan terwujud jika mereka berdua tetap bersama. Kehilangan gambaran masa depan itu menyakitkan dan hal itu juga berarti Anda harus menyesuaikan kembali visi Anda dan membuat rencana yang baru. Anda mungkin masih berharap bahwa putusnya hubungan antara Anda berdua merupakan sebuah kesalahan atau masih berharap agar mantan Anda kembali, mengubah keputusan yang telah dibuatnya – dan menyadari kehilangan yang sesunggunya dari keputusan itu. Akan ada kemarahan, kebencian, dan kesedihan mendalam yang tampaknya menjadi lingkaran setan tanpa akhir. Semua hal ini merupakan bagian dari proses berduka yang Anda alami. Sangat penting bagi Anda untuk menerima semua hal itu – untuk hanyut dalam kesedihan – sehingga Anda dapat memastikan bahwa memang Anda merasakan sakit, lebih baik daripada jika Anda mencoba mengabaikan atau menahan perasaan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Langkah berikutnya adalah mencoba memahami putusnya hubungan dalam tingkat logika. Dengan melibatkan perasaan, hal ini mungkin berat untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa tips untuk membuatnya menjadi lebih mudah. Pertama, akui bahwa putus dengan seseorang bukanlah akhir dari segalanya. Daripada fokus pada rasa kehilangan yang Anda rasakan – fokuslah pada hal positif apa yang Anda dapatkan dari hubungan itu. Bahkan jika hubungan itu sangatlah rumit, justru akan menjadi kesempatan yang sangat baik bagi Anda untuk belajar sesuatu dan melangkah maju. Hal ini merupakan suatu hal yang sangat penting bahwa Anda harus memastikan telah belajar sesuatu dari hubungan itu. Hal-hal yang tidak berhasil kita lakukan dalam hubungan terdahulu justru akan sangat membantu ketika Anda menghadapi hubungan di masa depan. Triknya adalah Anda bersedia untuk belajar dari hubungan yang telah Anda jalani dan melihat dimana Anda harus membuat PERUBAHAN, daripada mencoba mencari cara untuk menyalahkan orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal ini juga sangat berguna ketika mencoba untuk memahami patah hati, memberikan waktu kepada diri Anda untuk beristirahat! Hanya karena sebuah hubungan tidak berjalan dengan baik, tidak berarti Anda telah gagal dan ditakdirkan untuk sendiri. Hal itu juga tidak berarti Anda telah melakukan sesuatu yang salah. Berkencan seharusnya menjadi saat di mana Anda dapat menemukan seseorang yang benar-benar cocok dengan Anda. Tidak setiap orang yang Anda kencani berarti akan menjadi pasangan Anda selamanya. Pertemuan yang Anda alami selama Anda hidup justru merupakan saat untuk mempelajari hal yang baru. Anda juga dapat berpikir bahwa putusnya hubungan merupakan sebuah kesempatan. Tentu saja ada beberapa sifat dari mantan Anda yang benar-benar membuat Anda gila. Namun saat ini Anda telah bebas – dan Anda bebas untuk mendapatkan seseorang yang terbaik bagi Anda. Dimana hal ini justru dapat menjadi hal yang menyenangkan jika Anda memiliki pola pikir yang benar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Para ahli kencan menyarankan bagi mereka yang telah dicampakkan untuk meluangkan waktu mengevaluasi hubungan secara rasional. Setelah Anda memiliki waktu untuk marah, berduka dan berusaha mengatasi rasa kehilangan – cobalah untuk bersikap obyektif mengenai apa yang terjadi. Kemungkinan Anda akan melihat adanya tanda-tanda sejak awal. Akan sangat berguna jika Anda menuliskan tanda-tanda itu, dan memisahkan antara pro dan kontra dari hubungan itu sehingga Anda dapat melihatnya secara obyektif. Anda akan sampai pada kesimpulan yang bukan hanya tentang ANDA, dan ada faktor lain dalam hubungan yang menjadikannya sebuah keputusan yang buruk. Mungkin Anda atau mantan Anda sedang melarikan diri dari hubungan yang lain. Mungkin Anda mengawali hubungan murni karena nafsu lalu kemudian tidak berkembang menjadi seperti yang Anda inginkan. Mungkin Anda berdua lebih cocok menjadi teman daripada kekasih. Mungkin salah satu pihak tidak siap untuk berkomitmen, dan sesungguhnya hal ini sangat membantu Anda ketika ia melepaskan Anda daripada menahan Anda untuk terus bersama dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mencoba untuk memahami patah hati akan memforsir emosi Anda untuk sementara waktu. Namun, Anda harus mampu bangkit dalam waktu beberapa minggu sampai satu bulan. Hal ini tidak berarti Anda akan melupakan rasa sakit, tapi paling tidak Anda akan bergerak maju. Jika Anda menemukan diri Anda tidak sanggup untuk pulih, tak sanggup memikirkan hal lain selain mantan Anda, atau memiliki perasaan yang justru dapat menyakiti diri Anda sendiri, Anda harus meminta bantuan profesional.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ingatlah bahwa setiap orang yang kita temui – baik dalam hubungan yang kita jalani maupun hubungan yang telah kita akhiri, memiliki sesuatu untuk mengajari kita. Percayalah bahwa nasib dan takdir benar-benar bekerja atas Anda dan teruslah mengucap syukur untuk apa yang Anda miliki dan terus berharap pada apa yang sedang Anda hadapi dalam jalan hidup Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-933191754540113619?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/933191754540113619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/memahami-patah-hati-dan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/933191754540113619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/933191754540113619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/memahami-patah-hati-dan-untuk.html' title='Memahami Patah Hati dan Untuk Mengatasinya'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-4260470859053116098</id><published>2011-03-25T14:15:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T14:15:00.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>10 Hal Yang Jangan Pernah Anda Lakukan Dalam Suatu Pernikahan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Bagaimana caranya agar Anda dapat berkomunikasi dengan lebih baik kepada suami atau istri Anda?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ternyata ada 10 hal yang jangan pernah Anda lakukan saat Anda sudah menikah. Apa sajakah itu? Ini dia: &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan manfaatkan pasangan Anda.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan berasumsi dengan bertingkah seolah-olah tahu apa yang dipikirkan pasangan (jangan menjadi paranormal).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan menyalahkan pasangan Anda setiap ada masalah.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan menciutkan perasaan dan harga diri pasangan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan katakan Ya jika Anda memang tidak bermaksud demikian&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan gunakan diam sebagai senjata untuk melawan pasangan Anda.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan bertindak sewenang-wenang.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan mengancam.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan mengabaikan atau melalaikan pasangan Anda.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jangan melihat masalah hanya dari sudut pandang Anda sendiri. Posisikan diri Anda pada posisi pasangan juga.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perhatikan kesepuluh hal ini dengan serius dan dapati bagaimana komunikasi antara Anda dan pasangan dapat berjalan dengan lebih baik saat Anda tidak melanggar kesepuluh hal ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : saidaonline/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-4260470859053116098?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/4260470859053116098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/10-hal-yang-jangan-pernah-anda-lakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4260470859053116098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4260470859053116098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/10-hal-yang-jangan-pernah-anda-lakukan.html' title='10 Hal Yang Jangan Pernah Anda Lakukan Dalam Suatu Pernikahan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-314212336813838702</id><published>2011-03-25T14:13:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T14:13:00.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>menikah Dengan “Anak Mama”, Apa yang Harus Dilakukan ?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kuatnya hubungan antara suami Anda dengan ibu dan keluarganya mungkin telah membuat Anda tersentuh saat Anda masih berkencan. Namun saat ini Anda menyadari bahwa Anda telah menikahi anak mama – dan hal ini dapat menghancurkan hubungan Anda. Antara suami ‘anak mama’ Anda, yang selalu berpaling kepada ibunya untuk segala hal dan menunjukkan ketidak-dewasaan, dan ibu mertua Anda, yang selalu menjadi wanita nomor satu dalam kehidupan anak laki-lakinya, akan membuat Anda bersiap-siap untuk menjambaki rambut Anda. Namun sebelum Anda menendang suami ‘anak mama’ dan ibu mertua Anda ke jalanan, Anda dapat mencoba memahami hubungan yang ada di antara mereka dan menunjukkan kepada suami Anda bahwa Anda saat ini seharusnya dijadikan prioritas nomor satu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Langkah pertama sangatlah menentukan jika Anda benar-benar menguasai hati sang ‘anak mama’. Berikut adalah beberapa tanda bahwa suami Anda memang benar-benar ‘anak mama’:   &lt;br /&gt;Keinginan ibunya adalah perintah baginya. Jika ibunya ingin agar ia mengerjakan sesuatu, mengantarnya ke dokter, makan bersamanya, dsb, ia akan selalu mengiyakan tak peduli apa yang menjadi keinginan Anda.    &lt;br /&gt;Ia ingin memiliki kontak dengan ibunya setiap hari atau hampir setiap hari baik lewat telepon maupun bertemu langsung.    &lt;br /&gt;Ia selalu memilih ibunya daripada istri dan anak-anaknya, jika ia memang memiliki mereka.    &lt;br /&gt;Ia tidak pernah pindah jauh dari ibunya, atau ia masih tinggal dengan ibunya (dan saat ini Andapun tinggal bersama dengan ibunya).    &lt;br /&gt;Ia mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan tanpa campur tangan ibunya, dan mungkin mengharapkan Anda untuk terus memperlakukannya seperti seorang bayi.    &lt;br /&gt;Ia mungkin memiliki keterikatan finansial dengan ibunya, yang terus ia talikan di dasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekali Anda menyadari bahwa Anda memang menikah dengan ‘anak mama’, Anda harus menentukan perilaku mana yang dapat ditoleransi dan yang tidak bagi Anda pribadi. Misalnya saja, tidak masalah bagi Anda jika suami berbicara dengan ibu mertua sekali atau dua kali dalam sehari, sepanjang hal itu tidak mengurangi waktu Anda berdua untuk bersama. Anda mungkin tidak akan suka jika ia berpaling kepada ibunya untuk sebuah masalah yang seharusnya didiskusikan dengan Anda. Anda mungkin tidak masalah dengan keluarga ipar yang tinggal di kota lain dekat dengan kediaman Anda, namun Anda mungkin tidak akan suka jika suami Anda memaksa tinggal di rumah yang sama dengan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebuah kesalahan besar yang seringkali dilakukan para istri adalah mengumbar perasaan marah mereka kepada suami dan ibu mertua tanpa berpikir terlebih dahulu. Herb Goldberg, seorang psikolog terlatih di Los Angeles dan penulis buku hubungan suami istri, mengatakan wanita perlu menjaga perdamaian dan tidak membuat masalah dalam hubungan antara suami dan ibunya, bahkan jika itu melanggar batas. Sebaliknya, wanita perlu mengembangkan identitas personal yang kuat, menetapkan batasan dengan suaminya dan bukan dengan ibu mertuanya, serta berdiri teguh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hubungan Anda dengan suami seharusnya tidak menjadi pusat kehidupan Anda. Diri Anda tetap harus menjadi prioritas utama. Berlakulah sedikit egois. Bekerja, melakukan hobi, dan memiliki ketertarikan serta hubungan dengan teman-teman dan keluarga di luar keluarga suami Anda. Suami Anda harus mengakui bahwa Anda adalah seorang yang mandiri, dan dapat meninggalkannya jika ia terus mengabaikan Anda dan mengabaikan kebutuhan Anda, ujar Goldberg.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hindari untuk mengomeli suami Anda dan memintanya untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama Anda atau memilih Anda melebihi ibunya. Anda hanya akan melukai suami Anda dengan merendahkan ibunya dan perannya sebagai seorang suami. Perasan sakit ini dapat berubah menjadi kebencian, yang merupakan racun untuk pernikahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Anda harus memberikan bimbingan dan menetapkan batasan dengan cara yang penuh kasih,” ujar Diana Kirschner, seorang psikolog klinis di New York dan penulis buku hubungan. Dia menambahkan bahkan bila Anda telah melakukannya dengan cara yang penuh kasih, menetapkan batasan tetap bisa menimbulkan badai. Tetapi Anda harus tetap teguh tanpa menjadi marah. Jika suami meminta Anda menghadiri makan malam keluarga dengan para ipar untuk kelima kalinya dalam tiga minggu terakhir, Kirschner mengatakan, Anda harus mengatakan sesuatu seperti, “Kamu bisa pergi, tapi saya tidak akan pergi. Saya sudah menghadiri berbagai acara keluarga akhir-akhir ini, dan saat ini saya perlu waktu untuk diri saya sendiri.” Kemudian, Anda harus bertahan pada pendirian Anda dan tidak menghadiri acara tersebut, bahkan jika ibu mertua membuat Anda merasa bersalah atau suami Anda berbeda pendapat dengan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seringkali, ada ketegangan dan kecemburuan antara ibu dari ‘anak mama’ dan mereka yang menikahi putra mereka. Berbesar hati kepada ibu mertua mungkin sulit untuk dilakukan, namun akan selalu menguntungkan Anda. Semua ahli sepakat bahwa tetap bersikap ramah dan hormat kepada ibu mertua adalah satu-satunya solusi. “Jangan mencoba untuk mengoreksi sang ibu,” ujar Kirschner. “Anda tidak akan pernah menang.” Namun hal ini tidak berarti Anda harus bersama dengan ibu mertua setiap saat atau berbicara kepadanya sebanyak yang suami Anda lakukan, dan bukan berarti Anda dapat diperlakukan dengan buruk olehnya. Anda dapat menjaga sedikit jarak. Biarkan suami – dan anak-anak, jika Anda telah memilikinya – memiliki hubungan dengannya, namun Anda dapat melihatnya, dan seluruh keluarga asal suami, kurang dari itu. Semuanya tergantung Anda, dan Anda harus memutuskan berdasarklan tingkat kenyamanan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada akhirnya, suami Anda yang akan menjadi faktor penentu apakah hubungannya dengan ibunya akan menghancurkan pernikahan Anda. Ia mungkin belum menyadari hal itu, namun menjadikan Anda sebagai prioritas utama, bertumbuh, dan terpisah dari keluarga asalnya juga baik untuknya. “Anda tidak bisa bahagia dengan menjadi keduanya, menjadi seorang suami sekaligus anak mama karena Anda akan selalu ditarik ke dua arah,” ujar Kirchner. Jika sang suami menerima batasan Anda dan mulai mengutamakan Anda, maka Anda dapat melanjutkannya dengan membangun keluarga Anda sendiri. Jika suami tidak dapat menerima batasan Anda, Anda harus bersedia untuk pergi menjauh karena menurut para ahli, seringkali itulah saatnya anak mama mulai mendapatkan tindakan mereka secara bersama-sama dan meluruskannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun, Anda tidak dapat melakukan hal itu untuknya. Dia sendirilah yang harus menjadi seorang yang memutuskan ketergantungannya. Kirschner menambahkan, “Ia harus membangun batasan antara keluarga barunya dengan keluarga asalnya atau ia akan memecah belah dan menyengsarakan kehidupan pernikahannya selamanya.” Atau paling tidak sampai istrinya mengucapkan selamat tinggal dan meninggalkannya sendiri dengan ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : newlyweds.about.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-314212336813838702?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/314212336813838702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/menikah-dengan-anak-mama-apa-yang-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/314212336813838702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/314212336813838702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/menikah-dengan-anak-mama-apa-yang-harus.html' title='menikah Dengan “Anak Mama”, Apa yang Harus Dilakukan ?'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6878589369817007909</id><published>2011-03-24T15:03:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T15:05:03.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Motivation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Development'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-Lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selling Skills'/><title type='text'>How To Handle ANGRY PEOPLE</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;Who may also be Aggressive, Antagonistic, Argumentative, Confrontational, Destructive, Explosive, Hostile, Intimidating, Threatening, Vicious or even Violent&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;WHAT TICK US OFF     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;All of us feel angry at times, but people ‘do’ angry in different ways. Sometimes anger is directed very precisely at us, or at what we’ve said or done. At other times it seems as though it has nothing to do with us, and we’re receiving the full force of    &lt;br /&gt;what might have been meant for someone else. It can also come in three temperatures: hot, cold and neutral.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;HOW IT CAN HAPPEN     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Anger is felt by everyone. It’s a chemical thing, with all sorts of exciting chemicals being triggered off – to aid our survival. When people explode with anger, they are responding externally in the same way as the chemicals are reacting internally – ie wildly!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;But – and this might be hard to believe at first – anger only lasts about 20 seconds maximum. The chemicals, after 20 seconds or so, start to subside. So how come some people seem angry for hours or days or for ever? That’s because they follow the chemicals with thoughts. Typically, they start thinking of what the consequences might have been. Or they remember other people and occasions that have ‘made them feel like this’. Or, very commonly, they start plotting revenge! And – not surprisingly – all these thought patterns start producing their own chemicals, and the vicious (= angry) circle goes round and round all by itself.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sometimes anger is directed appropriately at us, for what we said or did, whether or not we meant to. At other times it can seem directed at us, or indeed at the whole world, for no apparent reason. It’s almost as though the person has no internal compartments for containing it, and it has spread within him or her, and comes whooshing out at any opportunity. (Or, with some people, it seems like every opportunity.)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#000000"&gt;LET’S NOW EXAMINE THE DIFFRENET TEMPERATURES&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;Hot anger&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; happens almost instantly, often without warning, and can be really threatening. Some people seem literally to explode, and come over as physically threatening and in-yourface. As they are so incensed, they can seem wildly out of control. They often get really personal with their insults, and it’s sometimes hard to hear what they are actually saying through their heated activity.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Cold anger&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/font&gt; is very, very calculated. The chemicals have subsided, and in the ensuing calm, the brain plots its next steps: what it is going to do, and how it can make itself felt. It can, therefore, be genuinely chilling. The message is clear. Every single word is clear. And the intention to have the message heard is chillingly clear and deliberate, in a controlled, almost clinically cutting way. And – unlike hot anger, which is pretty instantaneous – cold anger can sometimes be plotted and prepared and lie dormant for a very, very long time indeed.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;‘Inactions speak louder than words’         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font color="#666666"&gt;I have a friend who always expresses her feelings and thoughts out loud, all the time. Her boss was the opposite – he sulked in&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#666666"&gt;silence. One day we were chatting about how she’d never been able to persuade her boss that she was upset, no matter how much she expressed her feelings. I suggested to her that instead of emoting her way (ie loudly), she tried emoting her boss’s way (ie coolly). The next evening she rang me, excitedly of course. ‘It worked brilliantly. My boss asked me first thing if I’d had a good weekend. Instead of telling him all about my problems, as I used to do (to which my boss used to say automatically “Good”), I just sort of grunted and mumbled “OK”, avoiding eye contact. Five minutes later he came back with a silly query – obviously made up. I just grunted a short answer back. Another five minutes later he rushed back shouting, “What on earth is wrong – I’ve never seen you like this before?” It worked: I got through by using his language (cool), not mine (hot).’&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;Neutral anger&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; may sound like a contradiction in terms; how can ‘anger’ come over as ‘neutral’? Surely it needs energy – either searingly hot, or deliberately held back and cold? Well, neutral anger is also calculated, but it states the obvious so that the message is simple and clear – rather than reinforced with hot dramatics, or chilling effect.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People from the United States can be especially brilliant at this, and can ‘do’ angry in a very neutral way, eg by saying calmly and factually ‘What you did made me feel very, very angry.’ (And then they leave a potentially endless pause, having said and done all that they chose to do, thus handing the baton over to the other person to accept the responsibility to respond.)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;TIPS FOR HANDLING ANGRY PEOPLE       &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;Hot anger can seem to consume the person who’s ‘doing’ it, and there’s usually little point in saying anything until there’s less heat. A key tip is not to take it personally, as you’ll be so mortified inside that you’ll withdraw into yourself and the person will think you’re ignoring them! So, the main things that a hot-anger person needs are:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;not to be ignored, as they’d feel they’re not getting through to you, and so they’d have to increase their signals;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;not to be patronized, such as being told to Calm Down; it doesn’t work when you’re Angered Up!&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;not to be outdone; if you start telling them how angry or upset you are about their approach, or anything else, it denies them their agenda and voice;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;to be noticed; good eye contact is important, but soften your gaze and don’t stare!&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;to be acknowledged as ‘angry’ on a personal level, then to have some help to move the situation forward, on an impersonal ‘what exactly needs to happen next’ level.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A good way of acknowledging someone who is angry is to respect their position by saying, for instance, ‘You’re right.’&amp;#160; And then leave a jolly good long pause in place for them to consider this. If they don’t hear you (and ‘being’ angry seems to divert all the energy away from the ears), simply repeat it: ‘You’re right.’&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;And whenever I’ve said this, it has pretty much always taken the wind out of their sails. Or, as one client said, ‘It really took my sails out of the wind, thank you.’ When I asked how, he said that he knew he was right, and now that I knew he was right, he couldn’t ‘do’ angry any more.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Is this being untrue to myself, saying that the other person is right? Not at all – because I truly believe that they are right to feel whatever they feel. (I am not, however, saying that I would feel the same if I were in their shoes.)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;‘No, Mr Nicholls’         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font color="#666666"&gt;I was working in a shoe shop in Brighton, between leaving school and starting college. One Saturday, the tallest and secondangriest man I have ever seen came thundering into the shop, pulled me outside and pointed to the window display. ‘I want that pair of shoes for my wife.’ I assumed that the woman a few steps behind him was the wife in question and a quick glance at her feet suggested that the shoes in the window would be much too small. I explained that we put the smallest shoes in the window display, so we could fit more in. I explained that his wife’s feet were not the same size as the shoes in question. I explained that the window dresser was not in attendance (yes, I think I actually used that phrase!) until Tuesday – and none of this worked. He pretty soon turned into the first-angriest man I’d ever seen. Eventually he stormed out of the shop, dragging a rather pale wife but leaving behind a stream of colourful language.&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#666666"&gt;The manager, Mr Nicholls, came up to me, and in his kindly way hit the nail on the head when he gently said ‘Well, Mr Leibling, I don’t think you could have handled that much worse, could you?’ He was absolutely right. I had tried everything except the tips above!&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;TIPS&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;COUNT TO TEN     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Cold and neutral anger are highly effective in practice because they are the considered responses to a situation and internal chemical reactions that have already cooled down – so there’s no external ‘situation’ to cool down to begin with. (The old suggestions of counting slowly to 10 before responding, or ‘holding your tongue’ or ‘biting your lip’, come to mind here.)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;‘Out of the mouths’         &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font color="#666666"&gt;I remember being out for dinner with friends. Their three-year-old (who had previously been banished to his room for a minor misdemeanour) came slowly down the stairs. He calmly stopped halfway, paused, and then looked from parent to parent. He quietly said ‘You make me very unhappy’ and then, oh so slowly, turned back upstairs again – leaving the three of us with enormous lumps in our throats.&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The principles, however, are exactly the same as for hot anger. For example, with the three-year-old child in the case study we might say something like ‘You’re right.’ (Pause) ‘I’m sorry I made you unhappy.’ (Pause) ‘Come here and tell me what you want me to do.’ (Pause) ‘And we’ll have a big cuddle while I’m listening.’ This:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;acknowledges the person and their feelings;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;acknowledges your own position;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;makes it clear that you intend putting things right, by listening to their thoughts;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;moves the situation forward by putting the event into the past tense, where it belongs; even though the child said, ‘you make me very unhappy’, we contain the event in the past tense.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;TIPS FOR HANDLING ANGRY PEOPLE       &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;1. FULL STOPS     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;After you’ve said what you need to say, shut up! (The full stop prevents you drivelling on and undoing your case or diluting the effect. It also allows the other person space to take on board the implications of what you’ve just said.)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. RISE TO THE OCCASION     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;If the other person is standing and you’re sitting, stand up slowly and respectfully, eye to eye (that is, I to I).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. SPEAK UP     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;If they’ve been loud and you’ve been quiet, speak just a little more loudly than before, and see how this gets you noticed.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. BE PRECISE     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;It can be useful to ask the other person, coldly or neutrally, what exactly they are angry about and what exactly they need from you. Maybe you could do this at the time that they’re ‘doing’ angry, or maybe sometime later – especially if they’ve already stomped off! – in a note or phone call.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mike Leibling – A Guide To Difficult People And How To Handle Them&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6878589369817007909?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6878589369817007909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/how-to-handle-angry-people.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6878589369817007909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6878589369817007909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/how-to-handle-angry-people.html' title='How To Handle ANGRY PEOPLE'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-3903614398997348791</id><published>2011-03-24T14:12:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T14:12:00.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>Mungkinkah Tetap Berteman Dengan Mantan Meskipun Sudah Menikah?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pernahkah Anda memperhatikan bahwa kebanyakan orang ‘lupa’ memperhatikan pasangan mereka saat bertemu mantan kekasih di tempat umum? David kecil pada suatu waktu keceplosan berkata pada ibunya bahwa ayahnya sedang berbicara dengan wanita berpakaian ketat yang dikenalnya di masa lalu di tengah suatu acara makan malam dan hubungan itu berakhir dengan hubungan seks. Lalu, wajah sang ayah berubah menjadi merah dan ia merasa bersalah untuk alasan yang tidak jelas (kecuali mungkin untuk pemikirannya) dan ibu juga menjadi marah. Lagipula, jika itu memang bukan masalah yang besar, lalu kenapa ayah tidak memberitahu ibu?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu kebenaran sederhana dari pernikahan adalah tetap berteman dengan kekasih di masa lalu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, terutama ketika Anda sudah berada di dalam dunia pernikahan. Meskipun pasangan bisa saja bersikap seolah-olah tidak peduli, namun sebenarnya mereka peduli dan seluruh hubungan ‘pertemanan’ Anda bisa menjadi masalah bagi pernikahan pada beberapa titik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertama-tama, Anda harus realistis dengan mantan kekasih mana yang Anda pilih sebagai teman. Jika pria yang sering Anda temui di masa lalu (sebelum dengan suami Anda) hanya sekedar bertemu saat makan siang dan dalam waktu singkat menjadi teman favorit untuk menghabiskan waktu saat senggang, hal yang alami bagi suami Anda untuk merasa canggung. Namun jika Anda menceritakan kepadanya setiap detil seluk-beluk hubungan yang Anda jalani bersamanya, maka Anda tidak dapat menyalahkan suami Anda jika ia berharap agar Anda tidak berteman dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikian juga, jika mantan pacar yang telah Anda kencani tiga tahun sebelum Anda menikah dengan istri Anda, tiba-tiba menjadi teman favorit Anda di facebook, istri Anda tentu saja memiliki alasan untuk kuatir. Meskipun semua hal ini terjadi secara terbuka pada semua pihak, tetaplah sulit untuk menjadi sekedar teman dengan orang yang pernah berbagi tingkat keintiman tertentu. Dan jauh lebih sulit untuk memaksa pasangan Anda dapat menerima hal ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bahkan reuni masa SMA dapat menyebabkan pergolakan pada pasangan yang sudah menikah dan dapat menyebabkan perceraian. Dan saat kecemburuan akan seseorang yang Anda kencani dua puluh tahun lalu sepertinya salah tempat, kebanyakan pasangan menikah yang senang untuk berpikir ataupun membodohi diri mereka sendiri dengan percaya bahwa dirinya adalah “satu-satunya orang yang dicintai” pasangannya. Tidak semua pasangan seperti ini. Beberapa orang memang benar-benar terbuka untuk berteman dengan kekasih mereka di masa lalu dan tidak merasa bahwa mantan kekasihnya itu akan menjadi ancaman. Untuk orang-orang yang seperti ini – lanjutkanlah!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun ada satu hal yang harus benar-benar dimengerti, satu masalah yang terjadi di dalam pernikahan bisa membuat pasangan Anda dengan mudah lari ke pelukan mantannya, bahkan jika itu hanya untuk satu malam. Oleh karena itulah banyak pasangan yang merasa mungkin lebih baik bagi mereka menghindar untuk berteman baik dengan orang yang pernah tidur bersama atau mereka kencani di masa lalu. Terus terang saja, akan selalu ada kecurigaan yang mengintai dalam pikiran pasangan Anda apa yang sebenarnya Anda bicarakan atau pikirkan ketika Anda berdua sedang bersama. Dan anehnya, Anda juga akan selalu ingin tahu apa yang mungkin akan menyelinap dalam pikitan Anda (baik Anda mengakuinya maupun tidak).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu alasan mantan kekasih akan mengingatkan Anda akan masa lalu karena sesuatu telah menghalangi mereka untuk menjadi bagian dari masa depan Anda. Bertahun-tahun setelah hati pilu akibat perpisahan, mudah untuk melupakan rasa sakit. Namun, ada beberapa alasan nyata bahwa Anda berdua tidak lagi bersama. Seringkali, mempertahankan mantan sebagai teman akan menimbulkan respon yang tidak baik saat Anda telah menikah. Tidak berarti Anda tidak seharusnya atau tidak dapat berteman dengan seseorang yang berlawanan jenis, karena Anda bisa. Namun menghilangkan mantan kekasih dalam kehidupan Anda saat ini mungkin merupakan ide yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika suami atau istri Anda terbuka dengan gagasan ini – ada kesempatan baik bagi mereka untuk berbohong demi menyelamatkan muka. Tidak ada pasangan yang ingin dipandang sebagai seorang yang tidak rasional, berprasangka atau mudah cemburu di mata pasangan mereka. Inilah yang sebenarnya mereka rasakan, dan mengakui hal ini kepada Anda akan membuat mereka terlihat dan merasa bersalah di hadapan Anda. Oleh karena itu, mereka bersikap seolah-olah mereka tidak keberatan bahkan berpartisipasi dalam pertemanan itu. Namun, tetap saja ada perasaan canggung yang bisa menimbulkan perasaan bahwa pernikahan sedang terancam sepanjang waktu. Hal ini merupakan suatu hal yang terjadi pada pasangan dari waktu ke waktu, namun hal itu sama sekali berbeda dengan mencari dan mempertahankan persahabatan dengan mantan kekasih di masa lalu. Daripada memaksa pasangan Anda untuk berada dalam posisi ini, akan lebih dihargai jika Anda membiarkan masa lalu Anda tetap berada di masa lalu dan mengusahakan untuk memiliki hubungan yang substansial dan sporadis. Lebih baik lagi jika harus menghadapi situasi di atas, putra maupun putri Anda bisa menjadi saksi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernikahan cukup sulit untuk dihadapi. Pada titik tertentu, saat panas cinta yang menggila memijakkan kaki saat Anda sudah menikah, kenangan akan masa lalu dengan mudah dapat memicu penyesalan, yang bila dibiarkan akan berlalu seiring waktu. Sangat mudah untuk ‘berteman’ dengan seseorang dari masa lalu yang tidak berbagi beban tanggung jawab dalam hidup Anda. Namun, jika Anda terlalu mengejar persahabatan, hal itu akan menimbulkan stres baik pada pasangan Anda maupun pernikahan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sedapat mungkin, berteman dengan mantan kekasih di masa lalu belum tentu merupakan ide yang baik demi terciptanya pernikahan yang bahagia – bagi Anda yang ingin tetap seperti itu. Beberapa orang mungkin mengklaim bahwa nasehat ini dangkal, pemikiran yang sakit dan penuh prasangka, bahkan kejam. Anda mungkin berpikir bahwa bagian dari menjadi dewasa adalah menyisihkan kecemburuan dan rasa tidak aman yang kekanak-kanakan, sedangkan pernikahan didrikan atas dasar kepercayaan dan kejujuran. Namun sifat alami dari keadaan dapat membuat hubungan segitiga dimana pada akhirnya setidaknya satu orang akan merasa terluka. Dan kemungkinananya adalah orang tersebut merupakan pasangan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-3903614398997348791?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/3903614398997348791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/mungkinkah-tetap-berteman-dengan-mantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3903614398997348791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3903614398997348791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/mungkinkah-tetap-berteman-dengan-mantan.html' title='Mungkinkah Tetap Berteman Dengan Mantan Meskipun Sudah Menikah?'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-664124728040065729</id><published>2011-03-23T14:11:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T14:11:00.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>Lakukan Yang Terbaik Mempertahankan Pernikahan Anda</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Membuat sebuah hubungan berhasil membutuhkan usaha. Periksalah daftar strategi yang patut Anda coba dan pasti dapat membantu untuk memperbaiki interaksi antara Anda dan pasangan serta saling mengasihi satu sama lain agar hubungan Anda bertumbuh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bersikap Jujur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kejujuran merupakan kebijakan yang terbaik, dan menyatakan perasaan Anda secara langsung kepada pasangan Anda dapat membuat perbedaan yang besar. Katakan pada pasangan Anda apa yang Anda rasakan daripada menyimpannya di dalam hati dapat membantu Anda menghindari pertengkaran di kemudian hari. Anda tidak dapat berharap pasangan Anda tahu apa yang Anda rasakan mengenai suatu hal tanpa Anda mengatakan kepadanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bersikap Penuh Kasih Sayang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah Anda menikah selama beberapa waktu, perilaku saling memberi dan menunjukkan kasih sayang satu sama lain seringkali dilupakan karena terlalu mudah untuk dilakukan setelah masuk dalam pernikahan – namun hal itu justru membuat pasangan Anda merasa tidak lagi dicintai. Gerakan kecil dapat membuat perbedaan yang besar, sehingga tawarkanlah pelukan, ciuman dan tanda-tanda lainnya yang menunjukkan keintiman paling tidak sekali dalam sehari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bersikap Menghargai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda hanya berasumsi bahwa pasangan Anda membuang sampah setiap minggu? Apakah Anda berharap pasangan Anda akan memanaskan mobil saat bensin tinggal sedikit? Sangatlah hebat jika ia memang melakukan semua ini, namun Anda harus meluangkan waktu untuk memberitahunya betapa Anda menghargai segala yang dilakukannya. Anda tidak harus menulis “terima kasih” untuknya setiap kali ia membongkar mesin cuci piring, tapi katakan “terima kasih” dan biarkan ia tahu Anda memperhatikan setiap hal baik yang dilakukannya bagi Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bersedia Untuk Berkompromi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda tidak bisa selalu mendapatkan apa yang Anda inginkan. Masing-masing Anda harus bersedia berkompromi untuk menghindari pertengkaran atau membuat hubungan Anda terus melangkah maju ke depan. Sepanjang Anda menyadari hal ini dan berusaha memenuhi paling tidak setengan dari keinginan pasangan Anda bila perlu, Anda harus bisa terus bersama dengan berkompromi dan merasa positif mengenai hubungan pernikahan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : sheknows.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-664124728040065729?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/664124728040065729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/lakukan-yang-terbaik-mempertahankan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/664124728040065729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/664124728040065729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/lakukan-yang-terbaik-mempertahankan.html' title='Lakukan Yang Terbaik Mempertahankan Pernikahan Anda'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-3380296314666177500</id><published>2011-03-22T14:10:00.000+07:00</published><updated>2011-03-22T14:10:00.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesaksian'/><title type='text'>Kesuksesan Samuel Membawa Petaka</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kesuksesan tidak selalu berdampak positif bagi yang mengalaminya. Tanpa karakter yang kuat, kesuksesan&amp;#160; dapat membuat seseorang lupa diri. Salah seorang mengalami lupa diri saat sukses seperti ini adalah Samuel Lakahena.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kisahnya dimulai saat ia baru saja mendapatkan jabatan baru dan diperkenalkan oleh seorang rekan kerjanya pada seorang wanita, Ita Purnamawardani. Tiga bulan menjalin hubungan, Ita langsung meminta Samuel menikah. Pernikahannya terlihat bahagia, apa lagi sang istri tidak lama kemudian mengandung. Namun inilah pengakuan Samuel:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Waktu istri saya mulai hamil, saya masih bisa selingkuh.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yang lebih kejam lagi, Samuel selingkuh dengan wanita yang mengenalkannya pada sang istri yang tak lain rekan satu kerjanya dan juga tetangganya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Awalnya mungkin karena kasihan, karena dia sering curhat akhirnya kami jadi berhubungan seperti itu,” demikian jelas Samuel.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hubungannya dengan wanita selingkuhannya membuat sikap Samuel berubah, semua itu dilakukannya untuk menutupi kecurigaan sang istri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Saya kasar sama dia, dengan dia diam, saya pikir masalah selesai.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi sebaik apapun kebusukan ditutupi, baunya pasti tercium juga. Demikian juga dengan perselingkuhan Samuel, apa yang tidak pernah dipikirkannya terjadi. Dua orang polisi mendatangi rumah Samuel. Istrinya yang sedang hamil tua shock saat Samuel di cokok oleh polisi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Saya melihat istri saya dalam kondisi seperti itu, saya hanya bisa menyesali diri saja..” ungkap Samuel.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selepas Samuel dibawa oleh polisi, tetangganya yang adalah suami dari perempuan yang menjadi selingkuhan Samuel datang kepada Ita dan menjelaskan bahwa Samuel itu telah menghamili istrinya. Itu sebabnya ia melaporkan Samuel kepada polisi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Kok ada masalah seperti ini, saya ngga mau anak ini lahir.. Setelah saya nangis, saya sadar kalau saya pukulin perut saya nanti anak saya lahir cacat,” demikian Ita bertutur sambil matanya berkaca-kaca.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekalipun telah disakiti, namun masih ada cinta di hati Ita untuk Samuel. Karenanya, Ita dengan setia tetap mengunjungi Samuel di penjara. Penyesalan dan maaf, itu yang terlontar dari mulut Samuel. Tapi penyesalan itu ada saat ia dibalik jeruji, ketika ia telah bebas dan kembali bekerja, semua penyesalan itu tidak diingatnya lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Dengan gampang sekali saya mendapatkan uang, akhirnya saya pacari dua orang karyawan saya. Waktu yang harusnya buat istri, saya pakai untuk bersama mereka.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jauh dilubuk hati Samuel, sebenarnya ia tidak ingin menjadi seperti itu. Prilakunya tak jauh beda dengan prilaku ayahnya, pribadi yang ia benci.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Begitu ibu saya hamil, bapak saya tidak bertanggung jawab,” tutur Samuel. “Saya belum pernah mengenal sosok seorang ayah di rumah, hidup maunya saya sendiri. Tidak ada yang bisa melarang.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi kini, dirinya jadi seperti sang ayah. Ia menjadi pria yang tidak punya perasaan, bahkan ia dengan berani membawa wanita selingkuhannya ke rumah. Suatu hari, salah seorang selingkuhannya memberitahu Ita bahwa Samuel tengah bersama seorang wanita. Sudah tak tahan dengan ulah Samuel, Ita pun mendatangi rumah wanita itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Kalau kamu sayang sama suami saya, kamu ambil juga ngga papa!” demikian ucap Ita sambil menggandeng anaknya. “Saya rela kok, ambil aja. Tapi panggil orangtua kamu!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Kamu juga,” tunjuk Ita pada Samuel. “Panggil orangtua kamu, silahkan daripada kamu berbuat zinah!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menenangkan keadaan, akhirnya Samuel pulang kerumah. Tiba dirumah, Samuel seperti telah dibutakan oleh cinta sesaatnya dengan wanita selingkuhannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Waktu itu saya sudah kalut, ya sudahlah. Ini sudah tidak bisa dipertahankan. Kita bubar saja..” permintaan cerai itu akhirnya dilontarkan oleh Samuel.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ita seperti tidak percaya Samuel tega mengatakan hal itu, hatinya hancur. Padahal dirinya sudah mengorbankan banyak hal untuk mempertahankan rumah tangganya, termasuk perasaan dan harga dirinya.    &lt;br /&gt;”Pengin saya, rumah tangga itu harmonis,” ucap Ita. “Tapi kok dia minta cerai..”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ita menanggapi serius pernyataan Samuel, ia pun mengemas barang-barang miliknya dan anaknya. Tapi tiba-tiba Samuel datang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Maafin saya ya… Saya sangat sayang sama kamu,” demikian ungkap Samuel.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Saya cuma bisa bilang saya nyesal. Tapi itulah perbuatan-perbuatan saya. Saya takut, sampai saat ini pun saya masih takut, saya takut anak saya mengalami seperti apa yang saya lakukan pada orang lain,” jelas Samuel.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Samuel sungguh beruntung memiliki istri seperti Ita yang begitu berbesar hati menerima permintaan maafnya yang kesekian kalinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi badai belum selesai menerpa rumah tangga Samuel dan Ita. Perusahaan tempat Samuel bekerja gulung tikar karena krisis, dan Samuel pun dirumahkan. Tanpa pekerjaan dan uang, Samuel pun putus dengan wanita-wanita selingkuhannya. Saat itu, dirumah memperhatikan istri dan anaknya yang masih tetap rajin beribadah, muncul sebuah kegalauan di hati Samuel.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Timbul dalam benak saya, harusnya saya jadi sosok ayah yang baik. Harusnya saya menjadi nahkoda yang baik. Tapi saat itu bukan saya yang jadi nahkoda, tapi saya yang jadi anak buah. Saya lihat anak saya antusias dan suka beribadah. Kenapa saya ngga? Disitu saya merasa malu, merasa tertuduh terhadap diri saya sendiri.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melihat ketekunan istri dan anaknya, akhirnya Samuel memutuskan untuk membuat sebuah langkah yang akan mengubah hidupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Aku boleh ngga ikut?” demikian tanya Samuel pada sang istri yang akan pergi beribadah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan sangat antusias dan gembira&amp;#160; Ita menjawab, “Boleh… ngga ada yang larang kok..”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melihat tanggapan istri dan anaknya, Samuel bersemangat. Ia tahu bahwa masih ada istri dan anaknya yang mengharapkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sejak itu, Samuel mulai rajin mengikuti berbagai ibadah. Hingga suatu hari di sebuah seminar rohani, ia mengalami sesuatu dalam batinnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Disitu ada banyak sesi yang memberkati saya, terutama hal mengampuni dan mengaku dosa. Disitu saya belajar mengampuni bapak saya sekalipun dia menyakiti saya. Disitu saya dapat, kalau saya tidak mengampuni bapak di dunia, bagaimana Bapak di Sorga mau mengampuni saya. Saat itu saya juga mengakui dosa-dosa saya. Pada saat saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya secara pribadi, saya merasakan bahwa dosa-dosa saya sudah diampuni. Akhinya saya diingatkan bahwa seorang imam yang baik itu dia harus bisa melindungi, dia harus berdoa, dia harus bisa menjaga keluarganya. Luar biasa, lega banget.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah mengikuti seminar tersebut, Samuel langsung menghubungi istrinya melalui SMS, “Saya minta ampun sama dia, dan puji Tuhan ada kata pengampunan buat saya.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berlahan-lahan, kepercayaan Ita pada Samuel mulai pulih. Ita bukan hanya melepaskan pengampunan pada Samuel, namun juga pada wanita-wanita mantan selingkuhan suaminya. Kini, Samuel dan Ita menjalani babak baru dalam kehidupan rumah tangga mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Saya bisa berubah seperti ini, itu karena kuasa Tuhan. Istri saya sendiri tidak sanggup untuk mengubah saya. Hanya Yesus saja, Tuhan yang memampukan saya dan merubah saya,” demikian ungkap Samuel menutup kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 18 Maret 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber Kesaksian:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Samuel Lakahena/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-3380296314666177500?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/3380296314666177500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/kesuksesan-samuel-membawa-petaka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3380296314666177500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/3380296314666177500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/kesuksesan-samuel-membawa-petaka.html' title='Kesuksesan Samuel Membawa Petaka'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-5777071478689039969</id><published>2011-03-21T13:44:00.000+07:00</published><updated>2011-03-21T14:05:27.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Reason For Failure Why We Don’t Achieve Excellence</title><content type='html'>&lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Life is like a ten speed bicycle. Most of us have gears we never use.     &lt;br /&gt;--Charles Schultz--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;1. Unwillingness to Take Risks&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Success involves taking calculated risks. Risk taking does not mean gambling foolishly and behaving irresponsibly. People sometimes mistake irresponsible and rash behavior as risk-taking. They end up with negative results and blame it on bad luck. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Risk-taking is relative. The concept of risk varies from person to person and can be a   &lt;br /&gt;result of training. To both a trained mountain climber and a novice, mountain climbing is risky, but to the trained person it is not irresponsible risk-taking. Responsible risk-taking is based on knowledge, training, careful study, confidence and competence which give a person the courage to act while facing fear. The person who never does anything makes no mistakes. However, he doesn't realize that not doing anything is his biggest mistake.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Many opportunities are lost because of indecision. It is habit-forming and contagious. Take risks but don't gamble. Risk-takers go with their eyes open. Gamblers shoot in the dark. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Once someone asked a farmer if he had planted wheat for the season. The farmer replied, &amp;quot;No. I was afraid it wouldn't rain.&amp;quot; Then the man asked, &amp;quot;Did you plant corn?&amp;quot; The farmer said, &amp;quot;No. I was afraid of insects eating one corn. Then the man asked , &amp;quot; What did you plant ? &amp;quot; The farmer said, &amp;quot;Nothing. I played it safe.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;RISKS     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;To laugh is to risk appearing the fool.     &lt;br /&gt;To weep is to risk appearing sentimental.      &lt;br /&gt;To reach outfox another is to risk involvement.      &lt;br /&gt;To expose feelings is to risk exposing your true self.      &lt;br /&gt;To place your ideas, your dreams, before a crowd is to risk their loss.      &lt;br /&gt;To love is to risk not being loved in return.      &lt;br /&gt;To live is to risk dying.      &lt;br /&gt;To hope is to risk despair.      &lt;br /&gt;To try is to risk failure.      &lt;br /&gt;But risks must be taken, because the greatest      &lt;br /&gt;hazard in life is to risk nothing.      &lt;br /&gt;The person who risks nothing, does nothing, has      &lt;br /&gt;nothing, and is nothing.      &lt;br /&gt;They may avoid suffering and sorrow, but they      &lt;br /&gt;cannot learn, feel, change, grow, love, or live.      &lt;br /&gt;Chained by their attitudes, they are slaves, they have forfeited their freedom.      &lt;br /&gt;Only a person who risks is free.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;2. Lack Of Persistence&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When problems seem insurmountable, quitting seems to be the easiest way out. It is true for every marriage, job and relationship. Winners are struck but not destroyed. We all have had setbacks in life. Failing does not mean we are failures.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;More people fail not because they lack knowledge or talent but because they quit. The   &lt;br /&gt;total secret of success lies in two words, persistence and resistance. Persist in what must be done and resist what ought not be done.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;A man is a hero not because he is braver than anyone else, but because he is brave for ten minutes longer.     &lt;br /&gt;--Ralph Waldo Emerson--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;strong&gt;3. Instant Gratification&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We think short term, not long term. That is limited vision. We are living in an age of instant gratification. There is a pill for everything, from waking you up to putting you to sleep. People want to take a pill to get rid of their problems. When people want to be instant millionaires, they take shortcuts and compromise on their integrity.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The desire to make a million overnight has made the lottery a flourishing business. Remember that instant gratification never thinks of consequences, only of momentary   &lt;br /&gt;pleasures.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Today's generation defines the ideal diet as one that will take off five pounds for good intentions. These are people who don't want any more birthdays but want all the presents.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;4. Lack of Priorities&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People make substitutes where they ought not to. For example, in relationships, they trade money and gifts for affection and time. Some people find it easier to buy things for their children and spouse to compensate for their absence.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When we don't have our priorities right, we waste time, not realizing that time wasted is life wasted. Prioritizing requires discipline to do what needs to be done rather than going by our moods and fancies. Too much emphasis is placed on success and failure rather than doing one's best.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;How do you cope with defeat and problems?   &lt;br /&gt;Your response to this question says a lot about your character. One of the keys to solving this mystery to success is understanding. Some people have their mind set on money, power, fame or possessions. We have to understand our priorities.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Success does not come by reading or memorizing the principles that lead to success, but by understanding and applying them.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;5. Looking for Shortcuts&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;No Free Lunch     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;There is a story about a king who called his advisers and asked them to write down the wisdom of the ages so that he could pass it on to future generations. After a lot of work, the advisers came up with several volumes of wisdom and presented them to the king. The king called his advisers and said that it was too long, people would not read it. They had to condense it. The advisers went back to work and came back with one volume. The king said the same thing. They came back again with one chapter and then one page, and the king said the same thing still until they came up with one sentence that satisfied the king. He said that if there was one piece of wisdom that he wanted to pass on to future generations, it is this one sentence: &amp;quot;There is no free lunch.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;In every organization or society, there are freeloaders. They are people who want to get a benefit without paying for it. They are looking for freebies. By and large, sometime or the other, most of us have been guilty of being a freeloader. This is typically seen in associations and organizations. Most members are inactive. They want and get the full benefit of the effort of the active ones.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;The Easier Way May Actually Be The Tougher Way     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Once there was a lark singing in the forest. The lark stopped him and asked, &amp;quot;What do you have in the box and where are you going?&amp;quot; The farmer replied that he had worms and that he was going to the market to trade them for some feathers. The lark said, &amp;quot;I have many feathers. I will pluck one and give it to you and that will save me looking for worms.&amp;quot; The farmer gave the worms to the lark and the lark plucked a feather and gave it in return. The next day the same thing happened and the day after and on and on until a day came that the lark had no more feathers. Now it couldn't fly and hunt for worms. It started looking ugly and stopped singing and very soon it died.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;What is the moral of the story?     &lt;br /&gt;The moral is quite clear what the lark thought was an easy way to get food turned out to be the tougher way after all. Isn't the same thing true in our lives? Many times we look for the easier way, which really ends up being the tougher way.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Losers Look For Quick Fixes     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;There are two ways of getting rid of weeds in your yard. The easy way and the not so    &lt;br /&gt;easy way. The easy way may be to run a lawn mower and the yard looks fine for a while, but that is a temporary answer. Soon the weeds are back. But the not-so-easy way may mean getting down on your hands and knees and pulling out the weeds by the roots. It is time consuming and painful, but the weeds will stay away for a longer time. The first solution appeared easy, but the problem remained. The second solution, was not so easy, but took care of the problem from the roots. The key is to get to the root of the problem.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The same thing is true of our attitude in life. Some people spread their attitude of bitterness and resentment and this attitude keeps cropping up in different parts of their   &lt;br /&gt;lives. The problem with people today is that they want instant answers. They are looking for one-minute solutions to everything. Just like instant coffee, they want instant happiness. There are no quick fixes. This attitude leads to disappointment.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;6. Selfishness and Greed&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Individuals and organizations that have a selfish attitude toward each other and toward   &lt;br /&gt;their customers have no right to expect growth. Their attitude is to keep passing the buck without regard for the welfare of others. Greed always wants more. Needs can be    &lt;br /&gt;satisfied but greed cannot. It is a cancer of the soul. Greed destroys relationships. How do we gauge our greed index? By asking ourselves three questions:    &lt;br /&gt;¨ Can I afford it?    &lt;br /&gt;¨ Do I really need it?    &lt;br /&gt;¨ If I have it, will it give me peace of mind?    &lt;br /&gt;Greed comes out of poor self-esteem, which manifests itself as false pride, pretense or keeping up with the Joneses. The way out of greed is to learn to live within your means and be satisfied. Being contented does not mean lacking ambition.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;WHERE DOES IT END?     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;There is a story about a wealthy farmer who was once offered all the land he could walk on in a day, provided he came back by sundown to the point where he started. To get a new start, early the next morning the farmer started covering ground quickly because he wanted to get as much land as he could. Even though he was tired, he kept going all afternoon because he didn't want to miss this once in a lifetime opportunity to gain more wealth.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Late in the afternoon he realized the condition he had to fulfill to get the land was to get back to the starting point by sundown. His greed had gotten him far enough. He started his return journey, keeping an eye on how close he was to sundown. The closer it got to sundown, the faster he ran. He was exhausted, out of breath and pushed himself beyond the point of endurance. He collapsed upon reaching the starting point and died. He did make it before sundown. He was buried and all the land he needed was a small plot. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There is a lot of truth in this story and a lesson to be learned. Whether the farmer was wealthy or not, any greedy person would have ended the same way.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;7. Lack of Conviction&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People who lack conviction take the middle of the road; and guess what happens in the middle of the road? They get run over.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People without conviction do not take a stand. They go along to get along because they lack confidence and courage. They conform in order to get accepted even when they know that what they are doing is wrong. They behave like part of a herd.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some people consider themselves a shade better because they do not support the wrong; however, they lack the conviction to oppose. They do not realize that by not opposing they are actually supporting.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;One of the important secrets to success is, instead of being against something, be for   &lt;br /&gt;something. That way, you don't become part of the problem, but part of the solution. It    &lt;br /&gt;takes conviction to take a stand.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Conviction Takes Faith&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Faith without action is delusion. Faith does not wait for miracles but produces them. If you think you can or if you think you can't, you are right.     &lt;br /&gt;--Henry Ford--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;We all have low moments, we all fall down and get hurt. We all have moments when we doubt ourselves and get into self-pity. The point is to overcome these feelings and   &lt;br /&gt;restore your faith.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;There are three kinds of people in this world:   &lt;br /&gt;¨ People who make things happen    &lt;br /&gt;¨ People who watch things happen    &lt;br /&gt;¨ People who wonder what happened&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Which category do you fall into?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;8. Lack of Understanding of Nature's Laws&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Success is a matter of laws and these are the laws of nature. Change is nature's law. We are either moving forward or we are going backward. We are either creating or   &lt;br /&gt;disintegrating. There is no status quo.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A seed, if it is not planted in the earth to create, disintegrates. Change is inevitable. It is going to happen whether we like it or not. All progress is change but all change is not progress. We must evaluate change and accept it only if it makes sense. Acceptance without evaluation amounts to conforming behavior, a sign of lack of confidence and of low self-esteem.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There is a lot to be said about tradition. Growth for the sake of growth is the philosophy of a cancerous cell. It is negativity spreading all over. That is not growth, that is destruction. Growth, in order to be meaningful, must be positive. Success is not a matter of luck, but of laws.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Law of Cause and Effect     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;In order to succeed, we need to understand the law of cause and effect and the relationship between actions and results. For every effect, there is a cause. The law of cause and effect is the same as the law of sowing and reaping. The law of sowing and reaping says five things:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;We must have the desire to sow. Desire is the starting point.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;What we sow, so shall we reap. If we sow potatoes, we are only going to reap       &lt;br /&gt;potatoes, not tomatoes.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;We must sow before we reap. Sowing takes place before reaping; we must give       &lt;br /&gt;before we get. We cannot expect the fireplace to give us heat before we put in the fuel. Some people are constantly looking to get before they give. It does not work this way.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;When we sow a seed, we do not reap a fruit--our harvest is manifold. If we sow a positive seed our harvest will be manifold in the positive, and if we sow a negative one the harvest shall be manifold in the negative. It is not uncommon to see people going against nature's law.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;p&gt;A farmer knows that we cannot sow and reap in the same day. There is always a period of gestation.&lt;/p&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It is like the law of physics. For every action, there is an equal and opposite reaction. Most of the time people are trying to change the effect while the cause remains. Either we feed our mind with positives constantly or negativity automatically fills the vacuum.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Many ancient sages have said what James Allen said in his book As a Man Thinketh. A man's mind is like a garden. If we plant good seeds, we will have a good garden. But if we don't plant anything, something will grow and they will be weeds. That is nature's law.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The same is true in our lives. I would go a step further. Even if we plant good seeds, weeds will still grow. The process of weeding goes on forever.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If you put water in a glass and put it in sub-zero temperature, it will freeze. That is not   &lt;br /&gt;surprising, that is nature's law. In fact, that is the only thing that will happen. Our thoughts are causes. You sow a thought, you reap an action. You sow an action, you    &lt;br /&gt;reap a habit. You sow a habit, you reap a character. You sow a character, you reap a    &lt;br /&gt;destiny. It all starts with a thought.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Laws of Attraction     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;We attract to ourselves not what we want but what we are. The old phrase, &amp;quot;Birds of a    &lt;br /&gt;feather flock together,&amp;quot; holds true.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Negative thinkers are dangerous. They attract other negative people, react negatively,   &lt;br /&gt;expect the worst and they are not disappointed.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Have you observed how at any social occasion successful people attract other   &lt;br /&gt;successful people? Failures attract other failures, and together they will moan, groan and complain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Our friends are not the kind of people we want but the kind of people we are.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;9. Unwillingness to Plan and Prepare&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Everyone has a will to win but very few have the will to prepare to win.     &lt;br /&gt;--Vince Lombardi--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Most people spend more time planning a party or vacation than planning their lives.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Preparation     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Confidence comes from preparation, which is nothing but planning and practicing. Winners put pressure on themselves. That is the pressure of preparing and not worrying about winning.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If we practice poorly, we play poorly; because we play as we practice. The difference   &lt;br /&gt;between success and failure is the difference between doing exactly right and almost    &lt;br /&gt;right.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A complete mental and physical preparation is the result of sacrifice and self-discipline. It is easy to be average but tough to be the best. No wonder the average people take the easy way.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Preparation is the necessary edge to succeed in any field.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Purpose + Principle + Planning + Practice + Perseverance + Patience + Pride =   &lt;br /&gt;Preparation&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Preparation Leads To Confidence     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Preparation means tolerating failure but never accepting it. It means having the courage to face defeat without feeling defeated, being disappointed without being discouraged.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Preparation means learning from our mistakes. There is nothing wrong with making   &lt;br /&gt;mistakes. We all do. A fool is one who makes the same mistake twice. A person who    &lt;br /&gt;makes a mistake and doesn't correct it, commits a bigger one.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The best way to handle a mistake is to   &lt;br /&gt;¨ admit it quickly    &lt;br /&gt;¨ not dwell on it    &lt;br /&gt;¨ learn from it    &lt;br /&gt;¨ not repeat it    &lt;br /&gt;¨ not assign blame or make excuses&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pressure comes from being unprepared. There is no substitute for preparation, practice and hard work. Desire and wishful thinking won't do it. Only preparation will give you the competitive edge.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pressure can paralyze when a person is not prepared. Just like water gravitates to its   &lt;br /&gt;own path, success gravitates to those who are prepared. Weak effort gets weak results. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Persistence is a name we give to   &lt;br /&gt;¨ a purpose    &lt;br /&gt;¨ preparation    &lt;br /&gt;¨ patience    &lt;br /&gt;¨ principles    &lt;br /&gt;¨ positive attitude    &lt;br /&gt;¨ a plan .    &lt;br /&gt;¨ price .    &lt;br /&gt;¨ practice    &lt;br /&gt;¨ pride    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ask yourself:   &lt;br /&gt;¨ Do you have a clearly defined purpose?    &lt;br /&gt;¨ Do you have a plan of action?    &lt;br /&gt;¨ What effort are you putting into preparation?    &lt;br /&gt;¨ What price are you willing to pay? How far are you willing to go?    &lt;br /&gt;¨ Do you have the patience to withstand the gestation period?    &lt;br /&gt;¨ Are you willing to practice toward excellence?    &lt;br /&gt;¨ Do you have any firm principles to stand on?    &lt;br /&gt;¨ Do you have pride in your performance?    &lt;br /&gt;¨ Do you have the &amp;quot;can do&amp;quot; attitude?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;10. Rationalizing&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Winners may analyze but never rationalize that is a loser's game. Losers always have a book full of excuses to tell you why they could not.&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;We hear excuses like:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm unlucky.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm born under the wrong stars.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm too young.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm too old.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm handicapped.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm not smart enough.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm not educated.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I'm not good looking.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I don't have contacts.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I don't have enough money.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;I don't have enough time.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;The economy is bad.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;If only I had the opportunity.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;If only I didn't have a family.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;If only I had married right.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="left"&gt;The list can go on and on.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;HOW THEY CATCH MONKEYS IN INDIA     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Monkey-hunters use a box with an opening at the top, big enough for the monkey to slide its hand in. Inside the box are nuts. The monkey grabs the nuts and now its hand becomes a fist. The monkey tries to get its hand out but the opening is big enough for the hand to slide in, but too small for the fist to come out. Now the monkey has a choice, either to let go off the nuts and be free forever or hang on to the nuts and get caught. Guess what it picks every time? You guessed it. He hangs on to the nuts and gets caught.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;We are no different from monkeys. We all hang on to some nuts that keep us from going forward in life. We keep rationalizing by saying, &amp;quot;I cannot do this because . . .&amp;quot; and whatever comes after &amp;quot;because&amp;quot; are the nuts that we are hanging on to which are holding us back.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Successful people don't rationalize. Two things determine if a person will be a success: reasons and results. Reasons don't count while results do. A good advice for failure is: Don't think, don't ask and don't listen. Just rationalize.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;11. Not Learning from Past Mistakes&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People who do not learn lessons from history are doomed. Failure is a teacher if we have the right attitude. Failure is a detour, not a dead end. It is a delay, not a defeat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Experience is the name we give to our mistakes.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some people live and learn, and some only live. Wise people learn from their mistakes   &lt;br /&gt;wiser people learn from other people's mistakes. Our lives are not long enough to learn    &lt;br /&gt;only from our own mistakes.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;12. Inability to Recognize Opportunity&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Opportunities come disguised as obstacles. That is why most people don't recognize them. Remember that the bigger the obstacle, the bigger is the opportunity.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;13. Fear&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fear can be real or imaginary. It makes people do strange things and primarily comes   &lt;br /&gt;because of a lack of understanding. To live in fear is like being in an emotional prison. Fear results in insecurity, lack of confidence, procrastination. Fear destroys our potential and ability. We cannot think straight. It ruins relationships and health.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some of the common fears are:   &lt;br /&gt;¨ fear of failing    &lt;br /&gt;¨ fear of the unknown    &lt;br /&gt;¨ fear of being unprepared    &lt;br /&gt;¨ fear of making the wrong decision    &lt;br /&gt;¨ fear of rejection&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some fears can be described, others felt. Fear leads to anxiety, which in turn leads to irrational thinking, which actually sabotages our solution to the problem. The normal   &lt;br /&gt;response to fear is escape. Escape puts us in our comfort zone and reduces the impact temporarily, while keeping the cause. Imaginary fear magnifies the problem.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fear can get out of hand and destroy happiness and relationships. Fear of failure often can be worse than failure itself. Failure is not the worst thing that could happen to someone. People who don't try have failed before attempting. When   &lt;br /&gt;infants learn to walk, they keep falling; but to them it is not failing so they get up. If they got disheartened, they would never walk. It is better to die on one's feet than to live with fear on one's knees.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;14. Inability to Use Talent&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Albert Einstein said, &amp;quot;I think I used about 25% of my intellectual capacity during my life.&amp;quot;&amp;#160; According to William James, human beings use only 10-12% of their potential. The saddest part of most people's lives is that they die with the music still in them. They haven't lived while alive. They rust out rather than wear out. I would rather wear out than rust out. The saddest words in life are &amp;quot;I should have&amp;quot;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rusting out is not to be confused with patience. Rusting out is idleness and passivity.   &lt;br /&gt;Patience is a conscious decision, it is active and involves perseverance and persistence. Someone asked an elderly person, &amp;quot;What is life's heaviest burden?&amp;quot; The elderly person replied sadly, &amp;quot;To have nothing to carry.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;15. Lack Of Discipline&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Have you ever wondered why some people never reach their goals? Why they are always frustrated with reversals and crises? Why is it some people have continued success, while others have endless failures? Anyone who has accomplished anything worthwhile has never done so without discipline, whether in sports, athletics, academia or business.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People without discipline try to do everything, but commit themselves to nothing. Some so-called liberal thinkers have interpreted lack of discipline as freedom. When I am in an aircraft I want a pilot who is disciplined and does what he is supposed to do and not what he feels like doing. I don't want him to have the philosophy, &amp;quot;I'm free. I don't want anyone from the&amp;#160; control tower telling me what to do.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lack of consistency is poor discipline. Discipline takes self-control, sacrifice, and avoiding distractions and temptations. It means staying focused. Steam does not move the engine unless it is confined. Niagara Falls would not generate power unless it were harnessed.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We all know the story of the tortoise and the hare. The hare used to brag about his speed and challenged the tortoise to a race. The tortoise accepted the challenge. They appointed the fox as the judge who gave them the starting and finishing points. The race started and the tortoise kept going steadily. The hare ran quickly, left the tortoise behind and decided to take a nap since he was so confident he would win the race. By the time he woke up, remembered the race and started running, he saw that the tortoise had already reached the finish line and won.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Consistency takes discipline and is more important than erratic effort. Discipline and regret are both painful. Most people have a choice between the two. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Guess which is more painful.   &lt;br /&gt;Generally children brought up with excessive freedom and a lack of discipline grow up    &lt;br /&gt;not respecting themselves, their parents or society, and have a hard time accepting responsibility.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;16. Poor Self-Esteem&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Poor self-esteem is a lack of self-respect and self-worth. It leads to abuse of one's self   &lt;br /&gt;and others. Ego takes the driver's seat. Decisions are taken more to satisfy the ego than o accomplish anything worthwhile. People with low self-esteem are constantly looking fo identity. They are trying to find themselves. One's self is not to be found but to be created. Idleness and laziness are consequences of poor self esteem and so is making excuses. Idleness is like rust that eats into the most brilliant metal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;17. Lack Of Knowledge&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The first step towards knowledge is awareness of areas of ignorance. The more knowledge a person gets, the more he realizes what areas he is ignorant in. A person who thinks he knows everything has the most to learn.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ignorant people don't know they are ignorant. They don't know that they don't know. In fact more than ignorance, the bigger problem is the illusion of knowledge, which can   &lt;br /&gt;mislead a person.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;18. Fatalistic Attitude&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A fatalistic attitude prevents people from accepting responsibility for their position in life. They attribute success and failure to luck. They resign themselves to their fate. They believe and accept the predestined future written in their horoscope or stars, that   &lt;br /&gt;regardless of their effort whatever has to happen will happen. Hence they never put in&amp;#160; any effort and complacency becomes a way of life. They wait for things to happen rather than make them happen. Success is a matter of luck, ask any failure. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Weak-minded people fall easy prey to fortune-tellers, horoscopes and self-proclaimed God's men who are sometimes conmen. They become superstitious and ritualistic.   &lt;br /&gt;Shallow people believe in luck. People with strength and determination believe in cause and effect. Some people consider a rabbit's foot lucky; but it wasn't lucky for the rabbit, was it?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Some People Think They are Just Unlucky     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;This breeds a fatalistic attitude. People who get involved halfheartedly say things like:    &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I will give it a try&amp;quot;;    &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I will see if it works&amp;quot;;    &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I will give it a shot&amp;quot;;    &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I have nothing to lose&amp;quot;;    &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I haven't put much into it anyway.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;These people guarantee failure because they get into a project with no dedication or   &lt;br /&gt;determination. They lack courage, commitment and confidence. They are starting with    &lt;br /&gt;complacence and call themselves unlucky.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A man bought a racehorse and put him in a barn with a big sign, &amp;quot;The fastest horse in   &lt;br /&gt;the world.&amp;quot; The owner didn't exercise the horse nor train it to keep it in good shape. He    &lt;br /&gt;entered the horse in a race and it came last. The owner quickly changed the sign to &amp;quot;The fastest world for the horse.&amp;quot; By inaction or not doing what should be done, people fail and they blame luck.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Effort Does It     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Life without vision, courage and depth is simply a blind experience. Small, lazy, and weak minds always take the easiest way, the path of least resistance. Athletes train 15 years for 15 seconds of performance. Ask them if they got lucky. Ask an athlete how he feels after a good workout. He will tell you that he feels spent. If he doesn't feel that way, it means he hasn't worked out to his maximum ability. Losers think life is unfair. They think only of their bad breaks. They don't consider that the person who is prepared and playing well still got the same bad breaks but overcame them. That is the difference. His threshold for tolerating pain becomes higher because in the end he is not training so much for the game but for his character.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;LUCK FAVORS THOSE WHO HELP THEMSELVES     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;A flood was threatening a small town and everyone was leaving for safety except one man who said, &amp;quot;God will save me. I have faith.&amp;quot; As the water level rose a jeep came to    &lt;br /&gt;rescue him, the man refused, saying &amp;quot;God will save me. I have faith.&amp;quot; As the water level rose further, he went up to the second storey, and a boat came to help him. Again he refused to go, Belying, &amp;quot;God will save me. I have faith.&amp;quot; The water kept rising and the man climbed on to the roof. A helicopter came to rescue him, but he said, &amp;quot;God will save me. I have faith.&amp;quot; Well, finally he drowned. When he reached his Maker he angrily questioned, &amp;quot;I had complete faith in you. Why did you ignore my prayers and let me drown?&amp;quot; The Lord replied, &amp;quot;Who do you think sent you the jeep, the boat, and the helicopter?&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The only way to overcome the fatalistic attitude is to accept responsibility and believe in the law of cause and effect rather than luck. It takes action, preparation and planning rather than waiting, wondering or wishing, to accomplish anything in life.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Luck Shines On The Deserving     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Alexander Graham Bell was desperately trying to invent a hearing aid for his partially deaf wife. He failed at inventing a hearing aid but in the process discovered the principles of the telephone. You wouldn't call someone like that lucky, would you?Good luck is when opportunity meets preparation. Without effort and preparation, lucky coincidences don't happen.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;LUCK     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;He worked by day     &lt;br /&gt;And toiled by night.      &lt;br /&gt;He gave up play      &lt;br /&gt;And some delight.      &lt;br /&gt;Dry books he read,      &lt;br /&gt;New things to learn.      &lt;br /&gt;And forged ahead,      &lt;br /&gt;Success to earn.      &lt;br /&gt;He plodded on with      &lt;br /&gt;Faith and pluck;      &lt;br /&gt;And when he won,      &lt;br /&gt;Men called it luck.      &lt;br /&gt;--Anonymous--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;19. Lack of Purpose&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If we read stories of people who overcame serious disabilities, it becomes evident that   &lt;br /&gt;their burning desire to succeed was their driving force. They had a purpose in life. They wanted to prove to themselves that they could do it in spite of all odds--and they did.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Desire is what made a paralytic Wilma Rudolph the fastest woman on the track at the   &lt;br /&gt;1960 Olympics, winning three gold medals. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;According to Glen Cunningham, &amp;quot;Desire is what made a boy with burnt legs set the world record in the one mile run.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A polio victim at the age of five started swimming to regain strength. It was because of   &lt;br /&gt;her desire to succeed that she went on to become a world record holder at three events and won the gold at the 1956 Olympics at Melbourne. Her name is Shelley Mann.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When people lack purpose and direction, they see no opportunity. If a person has the   &lt;br /&gt;desire to accomplish something, the direction to know his objective, the dedication to stay focused, and the discipline required to put in the hard work, then other things come easy. But if you don't have them, it doesn't matter what else you have. Character is the foundation upon which all else is built. It endures.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;20. Lack Of Courage&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Successful people are not looking for miracles or easy tasks. They seek courage and   &lt;br /&gt;strength to overcome obstacles. They look at what is left rather than what is lost. Wishes don't come true; beliefs and expectations supported by conviction do. Prayers are only answered when they are supported with courageous action. It is courage and character that is the deadly combination for success. This is the difference between the ordinary and the extraordinary.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When our minds are filled with courage we forget our fears and overcome obstacles. Courage is not absence of fear but the overcoming of fear. Character (justice and   &lt;br /&gt;integrity) without courage is ineffective, whereas courage without character is oppression.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A RECIPE FOR SUCCESS     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Success is like baking a cake. Unless you have just the right recipe, it is not going to    &lt;br /&gt;work. The ingredients must be of the finest quality and in the right proportions. You can't overtake it or undercook it. Once you have the right recipe and with practice and the occasional disaster, it becomes a lot easier.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;What is the difference between persistence and obstinacy? The difference is that persistence represents a strong will and obstinacy represents a strong won't. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;You have the recipe. To use it is your choice.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;A CRASH COURSE FOR SUCCESS     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;¨ Play to win and not to lose.    &lt;br /&gt;¨ Learn from other people's mistakes.    &lt;br /&gt;¨ Associate with people of high moral character.    &lt;br /&gt;¨ Give more than you get.    &lt;br /&gt;¨ Don't look for something for nothing.    &lt;br /&gt;¨ Always think long term.    &lt;br /&gt;¨ Evaluate your strengths and build on them.    &lt;br /&gt;¨ Always keep the larger picture in mind when making a decision.    &lt;br /&gt;¨ Never compromise your integrity.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : Shiv Khera&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-5777071478689039969?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/5777071478689039969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/reason-for-failure-why-we-dont-achieve.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5777071478689039969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/5777071478689039969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/reason-for-failure-why-we-dont-achieve.html' title='Reason For Failure Why We Don’t Achieve Excellence'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-8902258331956308573</id><published>2011-03-19T17:26:00.000+07:00</published><updated>2011-03-19T17:26:00.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Qualities That Make A Person Successful</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;HOW DO WE MEASURE SUCCESS?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;True success is measured by the feeling of knowing you have done a job well and have    &lt;br /&gt;achieved your objective.     &lt;br /&gt;Success is not measured by our position in life but by the obstacles we overcame to get there.     &lt;br /&gt;Success in life is not determined by how we are doing compared with others, but by how we are doing compared with what we are capable of doing. Successful people compete against themselves. They better their own record and keep improving constantly.     &lt;br /&gt;Success is not measured by how high we go up in life but by how many times we bounce back when we fall down. It is this bounce back ability that determines success.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;EVERY SUCCESS STORY IS ALSO A STORY OF GREAT FAILURE&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Failure is the highway to success. Tom Watson Sr. said, &amp;quot;If you want to succeed, double your failure rate.&amp;quot;    &lt;br /&gt;If you study history, you will find that all stories of success are also stories of great failures. But people don't see the failures. They only see one side of the picture and they say that person got lucky: &amp;quot;He must have been at the right place at the right time.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Let me share someone's life history with you. This was a man who failed in business at the age of 21 ; was defeated in a legislative race at age 22; failed again in business at age 24; overcame the death of his sweetheart at age 26; had a nervous breakdown at age 27; lost a congressional race at age 34; lost a senatorial race at age 45; failed in an effort to become vice-president at age 47; lost a senatorial race at age 49; and was elected president of the United States at age 52.&amp;#160; This man was Abraham Lincoln. Would you call him a failure? He could have quit. But to Lincoln, defeat was a detour and not a dead end.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In 1913, Lee De Forest, inventor of the triodes tube, was charged by the district attorney for using fraudulent means to mislead the public into buying stocks of his company by claiming that he could transmit the human voice across the Atlantic. He was publicly humiliated. Can you imagine where we would be without his invention?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A New York Times editorial on December 10, 1903, questioned the wisdom of the Wright Brothers who were trying to invent a machine, heavier than air, that would fly. One week later, at Kitty Hawk, the Wright Brothers took their famous flight.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Colonel Sanders, at age 65, with a beat-up car and a $100 check from Social Security, realized he had to do something. He remembered his mother's recipe and went out selling. How many doors did he have to knock on before he got his first order? It is estimated that he had knocked on more than a thousand doors before he got his first order. How many of us quit after three tries, ten tries, a hundred tries, and then we say we tried as hard as we could?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;As a young cartoonist, Walt Disney faced many rejections from newspaper editors, who said he had no talent. One day a minister at a church hired him to draw some cartoons. Disney was working out of a small mouse infested shed near the church. After seeing a small mouse, he was inspired. That was the start of Mickey Mouse.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Successful people don't do great things, they only do small things in a great way. One day a partially deaf four year old kid came home with a note in his pocket from his teacher, &amp;quot;Your Tommy is too stupid to learn, get him out of the school.&amp;quot; His mother read the note and answered, &amp;quot;My Tommy is not stupid to learn, I will teach him myself.&amp;quot; And that Tommy grew up to be the great Thomas Edison. Thomas Edison had only three months of formal schooling and he was partially deaf.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Henry Ford forgot to put the reverse gear in the first car he made.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Do you consider these people failures? They succeeded in spite of problems, not in the absence of them. But to the outside world, it appears as though they just got lucky. All success stories are stories of great failures. The only difference is that every time they failed, they bounced back. This is called failing forward, rather than backward. You learn and move forward. Learn from your failure and keep moving.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In 1914, Thomas Edison, at age 67, lost his factory, which was worth a few million dollars, to fire. It had very little insurance. No longer a young man, Edison watched his    &lt;br /&gt;lifetime effort go up in smoke and said, &amp;quot;There is great value in disaster. All our mistakes are burnt up. Thank God we can start a new.&amp;quot; In spite of disaster, three weeks later, he invented the phonograph. What an attitude&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Below are more examples of the failures of successful people:&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Thomas Edison failed approximately 10,000 times while he was working on the light bulb. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Henry Ford was broke at the age of 40. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Lee Iacocca was fired by Henry Ford II at the age of 54. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Young Beethoven was told that he had no talent for music, but he gave some of the best music to the world. &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Setbacks are inevitable in life. A setback can act as a driving force and also teach us    &lt;br /&gt;humility. In grief you will find courage and faith to overcome the setback. We need to     &lt;br /&gt;learn to become victors, not victims. Fear and doubt short-circuit the mind. Ask yourself after every setback: What did I learn from this experience? Only then will     &lt;br /&gt;you be able to turn a stumbling block into a stepping stone.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;IF YOU THINK&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;If you think you are beaten, you are.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;If you think you dare not, you don't!&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;If you like to win, but think you can't,&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It's almost a cinch you won't.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;You think you'll lose, you're lost;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;For out in the world we find&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;Success begins with a fellow's will;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It's all in the state of mind.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;If you think you are outclassed, you are,&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;You've got to think high to rise,&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;You've got to be sure of yourself before&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;You can ever win a prize.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;Life's battles don't always go&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;To the stronger and faster man,&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;But sooner or later the man who wins&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 13pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 14pt; font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;Is the man who thinks he can.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;THE GREATEST GIFT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Man, of all creatures, is physically the most ill equipped in this world. He cannot fly like a bird, can be killed by a tiny insect, cannot outrun a leopard, cannot swim like an alligator, cannot climb the tree like a monkey, doesn't have the eye of an eagle, nor does he have the claws and teeth of a wild cat. Physically, man is helpless and defenseless. But nature is reasonable and kind. Nature's greatest gift to man is the ability to think. He can create his own environment, whereas animals adapt to their environment. Sadly, very few people use the greatest gift the ability to think to its full potential. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Failures are of two kinds: those who did and never thought and those who thought and never did. Going through life without using our ability to think is like shooting without aiming. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Life is like a cafeteria. You take' your tray, select your food and pay at the other end. You can get anything you want as long as you are willing to pay the price. In a cafeteria, if you wait for people to serve you, you will wait forever. Life is like that too. You make choices and pay the price.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;LIFE IS FULL OF CHOICES AND COMPROMISES&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There is a contradiction here. If life is full of choices, where is the question of compromises? Remember, even a compromise is a choice. Let's evaluate this.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;How is Life Full of Choices?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When we eat too much, we make a choice to be overweight. When we drink too much, we make a choice to have a headache the next day. If you drink and drive, you make a choice to risk being killed or killing someone in an accident. When we ill treat people, we make a choice to be ill treated in return. When we don't care about other people, we make a choice not to be cared for by other people&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Choices have consequences. We are free to make our choice but after we have chosen, the choice controls us. We have equal opportunity to be unequal. The choice is ours. Life&amp;#160; can be compared to a pottery maker who shapes clay in any form he wants. Similarly, we can mold our lives into any shape we want.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;How is Life Full of Compromises?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Life is not just party and pleasure; it is also pain and despair. Unthinkable things happen. Sometimes everything turns upside down. Bad things happen to good people. Some things are beyond control, such as physical disability and birth defects. We cannot choose our parents or the circumstances of our birth. So if the ball bounced that way, sorry. But what do we do from here; cry or take the ball and run? That is a choice we have to make.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;On a clear day, there are hundreds of boats sailing in all different directions in a lake. How come? Even though the wind is blowing in one direction, the sailboats are going in different directions. What is the difference? It depends on the way the sail is set, and that is determined by the sailor. The same is true of our lives. We can't choose the direction of the wind, but we can choose how we set the sail.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We can choose our attitude even though we cannot always choose our circumstances. The choice is either to act like a victor or a victim. It is not our position but our disposition that determines our destiny.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It takes both rain and sunshine to create a rainbow. Our lives are no different. There is    &lt;br /&gt;happiness and sorrow. There is the good and the bad ; dark and bright spots. If we can     &lt;br /&gt;handle adversity, it only strengthens us. We cannot control all the events that happen in our lives, but we can control how we deal with them.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Richard Blechnyden wanted to promote Indian tea at the St. Louis World fair in 1904. It was very hot and no one wanted to sample his tea. Blechnyden saw that all the other iced drinks were doing flourishing business. It dawned on him to make his tea into an iced drink, mix in sugar and sell it. He did and people loved it. That was the introduction of iced tea to the world.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When things go wrong, as they sometimes will, we can react responsibly or resentfully. Human beings are not like an action which has no choice. An action cannot decide whether to become a giant tree or to become food for the squirrels. Human beings have choices. If nature gives us a lemon, we have a choice: either cry or make lemonade.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;QUALITIES THAT MAKE A PERSON SUCCESSFUL&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;1. Desire&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The motivation to succeed comes from the burning desire to achieve a purpose. Napoleon Hill wrote, &amp;quot;Whatever the mind of man can conceive and believe, the mind can achieve.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A young man asked Socrates the secret to success. Socrates told the young man to    &lt;br /&gt;meet him near the river the next morning. They met. Socrates asked the young man to     &lt;br /&gt;walk with him toward the river. When the water got up to their neck, Socrates took the     &lt;br /&gt;young man by surprise and ducked him into the water. The boy struggled to get out but Socrates was strong and kept him there until the boy started turning blue. Socrates pulled his head out of the water and the first thing the young man did was to gasp and take a deep breath of air. Socrates asked, 'What did you want the most when you were there?&amp;quot; The boy replied, &amp;quot;Air.&amp;quot; Socrates said, &amp;quot;That is the secret to success. When you&amp;#160; want success as badly as you wanted the air, then you will get it.&amp;quot; There is no other secret. A burning desire is the starting point of all accomplishment. Just like a small fire cannot give much heat, a weak desire cannot produce great results.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;strong&gt;2. Commitment&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Integrity and wisdom are the two pillars on which to build and keep commitments. This    &lt;br /&gt;point is best illustrated by the manager, who told one of his staff members, &amp;quot;Integrity is keeping your commitment even if you lose money and wisdom is not to make such     &lt;br /&gt;foolish commitments.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Prosperity and success are the result of our thoughts and decisions. It is our decision    &lt;br /&gt;what thoughts will dominate our lives. Success is not an accident. It is the result of our attitude.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Playing to Win Requires Commitment    &lt;br /&gt;There is a big difference between playing to win and playing not to lose. When we play to win, we play with enthusiasm and commitment; whereas when we play not to lose, we are playing from a position of weakness. When we play not to lose, we are playing to avoid failure. We all want to win, but very few are prepared to pay the price to prepare to win. Winners condition and commit themselves to winning. Playing to win comes out of inspiration, whereas playing not to lose comes out of desperation.     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There are no ideal circumstances. There will never be. To reach anywhere we cannot    &lt;br /&gt;just drift nor lie at anchor. We need to sometimes sail with the wind and sometimes     &lt;br /&gt;against it, but sail we must. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ask any coach or athlete what the difference between the best and the worst team is.    &lt;br /&gt;There would be very little difference in their physique, talent and ability. The biggest difference you will find is emotional difference. The winning team has dedication and they make the extra effort.     &lt;br /&gt;To a winner, the tougher the competition     &lt;br /&gt;¨ the greater the incentive     &lt;br /&gt;¨ the more motivated he is     &lt;br /&gt;¨ the better the performance     &lt;br /&gt;¨ the sweeter the victory&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;New challenges develop new potential. Most athletes' best performances have come    &lt;br /&gt;when the odds are slightly against them. That is when they dig deeper into their reservoir.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;When I'd get tired and want to stop, I'd wonder what my next opponent was doing. When I could see him still working, I'd start pushing myself. When I see him in the shower, I'd push myself harder.      &lt;br /&gt;--Dan Gable, Olympic gold medalist in wrestling--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Success is not in the achievement but in the achieving. Some people never try because they are afraid to lose. At the same time, they don't want to stay where they are because&amp;#160; they are afraid to be left behind. There is a risk either way. Ships that go out into the open water face risk from a storm. But if they sit in the harbor, they would rust and that is not what they were built for. That is the difference between playing to win and playing not to lose. One cannot be committed and not take risks. People who play to win thrive on pressure and those who play not to lose don't know how to succeed.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pressure makes people who play to win, prepare harder. For those who play not to lose, the pressure saps the energy. They want to win but they are so afraid to lose that they can't reach their full potential. They lose energy worrying about losing instead    &lt;br /&gt;concentrating their efforts on winning.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Losers want security, winners seek opportunity. Losers are more afraid of life than death.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Failing is not a crime but lack of effort is. &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;The quality of a person's life is in direct proportion to their commitment to excellence,      &lt;br /&gt;regardless of their chosen field of endeavor.       &lt;br /&gt;--Vince Lombardi--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Conviction Leads to Commitment&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There is a difference between preferences and conviction. Preferences are negotiable;   &lt;br /&gt;convictions are not. Preferences give way under pressure; convictions become stronger. hat is why it is important to have a good value system so that our convictions are worthy because convictions in turn lead to commitment.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;strong&gt;3. Responsibility&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;A duty which becomes a desire will ultimately become a delight.     &lt;br /&gt;--George Gritter--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People with character accept responsibilities. They make decisions and determine their own destiny in life. Accepting responsibilities involves taking risks and being accountable which is sometimes uncomfortable. Most people would rather stay in their comfort zone and live passive lives without accepting responsibilities. They drift through life waiting for things to happen rather than making them happen. Accepting responsibilities involves taking calculated, not foolish, risks. It means evaluating all the pros and cons, then taking the most appropriate decision or action. Responsible people don't think that the world owes them a living.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;You cannot bring about prosperity by discouraging thrift.     &lt;br /&gt;You cannot strengthen the weak by weakening the strong.      &lt;br /&gt;You cannot enrich the poor by impoverishing the rich.      &lt;br /&gt;You cannot establish sound security on borrowed money.      &lt;br /&gt;You cannot help the wage earner by pulling down the wage pay or .      &lt;br /&gt;You cannot build character and courage by taking away man's initiative and independence. You cannot further the brotherhood of man by inciting class hatred.      &lt;br /&gt;You cannot keep out of trouble by spending more than you earn.      &lt;br /&gt;You cannot help men permanently by doing for them what they could and should do for themselves.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;--Abraham Lincoln--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The retiring president of a company after a standard farewell, gave two envelopes marked No. 1 and No. 2 to the incoming president, and said, &amp;quot;Whenever you run into a   &lt;br /&gt;management crisis you cannot handle by yourself , open envelope No. 1. At the next    &lt;br /&gt;crisis, open the second one.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A few years later, a major crisis came. The president went into the safe and pulled out   &lt;br /&gt;the first envelope. It said, &amp;quot;Blame it on your predecessor.&amp;quot; A few years later a second    &lt;br /&gt;crisis came. The president went for the second envelope, and it said, &amp;quot;Prepare two    &lt;br /&gt;envelopes for your successor.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Responsible people accept and learn from their mistakes. Some people never learn.   &lt;br /&gt;We can do three things about mistakes:    &lt;br /&gt;¨ Ignore them    &lt;br /&gt;¨ Deny them    &lt;br /&gt;¨ Accept and learn from them&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The third alternative takes courage; it is risky but rewarding. If, instead, we defend our   &lt;br /&gt;weaknesses, we actually start building our lives around them, making them a center point, rather than overcoming them.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;4. Hard Work&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Success is not something that you run into by accident. It takes a lot of preparation and character. Everyone likes to win but how many are willing to put in the effort and time to prepare to win? It takes sacrifice and self-discipline. There is no substitute for hard work. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Henry Ford said, &amp;quot;The harder you work, the luckier you get.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The world is full of willing workers, some willing to work and the others willing to let them.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;I like to work half a day. I don't care if it is the first 12 hours or the second 12 hours.     &lt;br /&gt;--Kammons Wilson, CEO of Holiday Inn--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;One cannot develop a capacity to do anything without hard work, just as a person cannot learn how to spell by sitting on a dictionary. Professionals make things look easy because they have mastered the fundamentals of whatever they do.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;If people knew how hard I had to work to gain my mastery, it wouldn't seem wonderful at all.     &lt;br /&gt;--Michaelangelo--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;An executive called a company to check on a potential candidate. He asked the candidate's supervisor, &amp;quot;How long has he worked for you?&amp;quot; The man replied, &amp;quot;Three days.&amp;quot; The executive said. &amp;quot;But he told me he was with you for three years.&amp;quot; The man   &lt;br /&gt;replied, &amp;quot;That is right, but he worked three days.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;The average person puts only 25% of his energy and ability into his work. The world takes off its hat to those who put in more than 50% of their capacity, and stands on its head for those few and far between souls who devote 100%.     &lt;br /&gt;--Andrew Carnegie--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Success is the result of believing in asking how much work and not how little work, how many hours not how few hours. The best musicians practice every day. Winners don't need to apologize for winning because they work hard and long. It didn't come easy. Everything that we enjoy is a result of someone's hard work. Some work is visible and other work goes unseen, but both are equally important. Some people stop working as soon as they find a job. Regardless of the unemployment statistics, it is hard to find good people to work. Many people don't understand the difference between idle time and leisure time. Idle time amounts to wasting or stealing time; leisure time is earned. Procrastinating amounts to not working. Excellence is not luck; it is the result of a lot of hard work and practice. Hard work and practice make a person better at whatever he is doing.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Things may come to those who wait, but only the things left by those who hustle.     &lt;br /&gt;--Abraham Lincoln--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hard work is both a beginning and an end in itself. The harder a person works, the better he feels; and the better he feels, the harder he works. The best ideas will not work unless you work the ideas. Great talent without will power and hard work is a waste.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We need to learn from nature. The duck keeps paddling relentlessly underneath but   &lt;br /&gt;appears smooth and calm on top. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Once when Fritz Kreisler, the great violinist, finished a concert, someone came up to the stage and said, &amp;quot;I'd give my life to play the way YOU do.&amp;quot; Kreisler replied, &amp;quot;I did!&amp;quot; There is no magic wand for success. In the real world, success comes to doers, not observers. A horse that pulls cannot kick; a horse that kicks cannot pull. Let's pull and stop kicking. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Without hard work there is no success. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nature gives birds their food but does not put it in their nest. They have to work hard for it. Nothing comes easy. Milton rose every morning at 4 a.m. to write Paradise Lost. It took Noah Webster 36 years to compile Webster's Dictionary. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Even small accomplishments require hard work and are better than big talk.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;5. Character&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Character is the sum total of a person's values, beliefs and personality. It is reflected in our behavior, in our actions. It needs to be preserved more than the richest jewel in the world. To be a winner takes character. George Washington said, &amp;quot;I hope I shall always spossess firmness and virtue enough to maintain what I consider the most valuable of all titles, the character of an honest man.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It is not the polls or public opinions but the character of the leader that determines the   &lt;br /&gt;course of history. There is no twilight zone in integrity. The road to success has many    &lt;br /&gt;pitfalls. It takes a lot of character and effort not to fall into them. It also takes character    &lt;br /&gt;not to be disheartened by critics.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;How come most people love success but hate successful people? Whenever a person   &lt;br /&gt;rises above average, there will always be someone trying to rip him apart. Chances are    &lt;br /&gt;pretty good when you see a person on top of a hill, that he just didn't get there, but had to endure a tough climb. It's no different in life. In any profession, a successful person wil be envied by those who are not. Don't let criticism distract you from reaching your goal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Average people play it safe to avoid criticism, which can be easily avoided by saying,   &lt;br /&gt;doing or being nothing. The more you accomplish, the more you risk being criticized. It    &lt;br /&gt;seems there is a relationship between success and criticism. The greater the success the more the criticism.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Critics have always been sitting at the sidelines. They are underachievers who shout at doers, telling them how to do it right. But remember critics are not the leaders or doers and it is worthwhile asking them to come down to where the action is.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;The critic is one who knows the price of everything and the value of nothing.     &lt;br /&gt;--Oscar Wilde--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There is another breed of people who are willing to help others until the others are able to help themselves. But as soon as they are able to help themselves, this group of people make life as miserable and as uncomfortable as possible. This is part of life and if we have to succeed, we have to do it in spite of them. This kind of behavior is the result of jealousy.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Character is a Combination&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Character is a combination of integrity, unselfishness, understanding, conviction, courage, loyalty and respect. What is a pleasant personality with character?&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is a class by itself.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is composure.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is poise.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is surefootedness and confidence without arrogance.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is being considerate.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is never making excuses.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is knowing that courtesy and good manners take many small sacrifices.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is learning from past mistakes.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It has nothing to do with money or blue blood.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It never builds itself by destroying others.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is substance, not just form.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It can walk with the elite and yet maintain the common touch.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is a gentle word, a kind look and a good-natured smile.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is the secret pride that stands against tyranny.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 13pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="line-height: 14pt; font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is comfortable with itself and others.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is the classic touch that gives the winning edge.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It works wonders.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It accomplishes miracles.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is easy to recognize, hard to define.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is accepting responsibility.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is humility.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is graciousness in victory and defeat.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is not fame and fortune.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is not a plaque.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is permanent.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is intangible.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is being courteous and polite without being subservient.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is being classy without being corky.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is self-discipline and knowledge.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; mso-layout-grid-align: none" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is self-contained.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 13pt; margin: 0cm 0cm 10pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#008100"&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; mso-ascii-font-family: symbol; mso-hansi-font-family: symbol; mso-bidi-font-family: symbol" lang="KO"&gt;&lt;font face="Batang"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt;¨&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 15pt; font-family: ; mso-bidi-font-family: symbol"&gt;&lt;font face="Symbol"&gt;&lt;font style="font-size: 13pt"&gt; &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span style="line-height: 14pt; font-family: "&gt;&lt;font color="#000000"&gt;It is a gracious winner and an understanding loser.&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;More difficult than success itself is; how we handle success. Many people know how to become successful but after they become successful, they don't know how to handle it. That is why ability and character go hand in hand. Ability will get you success, character will keep you successful.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We don't unfold or discover ourselves , we create and build ourselves into the kind of   &lt;br /&gt;person we want to be. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Character building starts from infancy and goes on until death. Character does not need success. It is success. Just like a gardener has to keep weeding to prevent weeds from eating the life of the garden, we need to keep building and developing our character by weeding out our faults.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Adversity Builds and/or Reveals Character&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Under adverse circumstances, some people break records and others break down. A   &lt;br /&gt;gem cannot be polished without friction, nor can you get the finest steel without putting it through fire. Similarly, adversity reveals a person's character and introduces it to himself.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There is a saying that came from Russia: &amp;quot;A hammer shatters glass but forges steel.&amp;quot; There is a lot of truth in it. Are we made of glass or steel? It is the same hammer. Just like carbon determines the quality of steel, character determines the quality of man.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;6. Positive Believing&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;What is the difference between positive thinking and positive believing? What if you could actually listen to your thoughts? Are they positive or negative? How are you programming your mind, for success or failure? How you think has a profound effect on your performance.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Having a positive attitude and being motivated is a choice we make every morning. Living a positive life is not easy; but then neither is negative living. Given a choice, I   &lt;br /&gt;would go for positive living. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Positive thinking is better than negative thinking and it will help us use our abilities to the fullest. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Positive believing is a lot more than positive thinking. It is having a reason to believe that positive thinking will work. Positive believing is an attitude of confidence that comes with preparation. Having a positive attitude without making the effort is nothing more than having a wishful dream. The following illustrates positive believing.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Does Lockheed organization have a reason to believe positively? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;You bet. Several years ago Lockheed introduced the L-1011 Tristar plane. In order to ensure safety and test the strength of the jetliner, Lockheed exposed the plane to the roughest treatment for 18 months, costing $1.5 billion. Hydraulic jacks, electronic sensors and a computer put the airplane through its paces for more than 36,000 simulated flights, amounting to 100 years of airline service, without one single malfunction. Finally after hundreds of tests the aircraft was given the seal of approval. *   &lt;br /&gt;There is every reason to believe that this plane would be safe to fly, because of all the    &lt;br /&gt;effort put into preparation.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;7. Give More Than You Get&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It is easy to succeed today. We have no competition. If you want to get ahead in life, go the extra mile. There is no competition on the extra mile. Are you willing to do a little more than you get paid for ? How many people you know are willing to do a little bit more than what they get paid for? Hardly any. Most people don't want to do what they get paid for and there is a second category of people who only want to do what they can get by with. They fulfill their quota just to keep their jobs. There is a small fraction who are willing to do a little bit more than what they get paid for. Why do they do more? If you fall into the last category, then where is your competition?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The advantages of doing more than you get paid for are :   &lt;br /&gt;¨ You make yourself more valuable, regardless of what you do and where you work.    &lt;br /&gt;¨ It gives you more confidence.    &lt;br /&gt;¨ People start looking at you as a leader.    &lt;br /&gt;¨ Others start trusting you.    &lt;br /&gt;¨ Superiors start respecting you.    &lt;br /&gt;¨ It breeds loyalty from both your subordinates and your superiors.    &lt;br /&gt;¨ It generates cooperation.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;If you work for a man for heaven's sake work for him.     &lt;br /&gt;--Kim Hubbard--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;These people are always wanted everywhere regardless of age, experience or academic qualifications: hardworking people who can work without supervision; people who are punctual and considerate; people who listen carefully and carry out instructions accurately; people who tell the truth; people who don't sulk when called upon to pitch in at the time of an emergency; people who are result rather than task oriented; people who are cheerful and courteous.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Always think in terms of giving value added whether to customers, friends, your spouse, parents or children. Whenever you do anything, ask yourself, &amp;quot;How can I add value to what I am doing?&amp;quot; or &amp;quot;How can I give added value to others?&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The key to success can be summed up in four words: &amp;quot;and then some more.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Winners do what they are supposed to and then some more. Winners do their duty and then some more. Winners are courteous and generous and then some more. Winners can be counted on and then some more. Winners put in 100% and then some more. Ability without dependability, responsibility and flexibility is a liability.     &lt;br /&gt;(Adapted from Daily Motivations for African American Success by Dennis Kimbro,      &lt;br /&gt;June 29,1993, Fawcett Press, New York.)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Why are some highly intelligent people, with impressive academic qualifications living   &lt;br /&gt;failures, or at best practicing mediocrity? Because they become experts at why things    &lt;br /&gt;won't work and build a reserve of negative energy. They don't want to do what they get paid for or they only want to do what they can get by with. No wonder they are living failures. When we give or do more than what we get paid for, we eliminate our competition. In fact, we become the competition. This attitude is much more important    &lt;br /&gt;than intelligence or a degree.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;8. The Power of Persistence&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Nothing will take the place of persistence. Talent will not : Nothing is more common than unsuccessful people with talent . Genius will not : Unrewarded genius is a proverb. Education will not: The world is full of educated derelicts. Persistence and determination alone are omnipotent.     &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;--Calvin Coolidge--&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The journey to being your best is not easy. It is full of setbacks. Winners have the ability to overcome and bounce back with even greater resolve.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;DON'T QUIT     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;When things go wrong,    &lt;br /&gt;As they sometimes will,    &lt;br /&gt;When the road you're trudging seems all uphill,    &lt;br /&gt;When the funds are low and the debts are high,    &lt;br /&gt;And you want to smile, but you have to sigh,    &lt;br /&gt;When care is pressing you down a bit    &lt;br /&gt;Rest if you must, but don't you quit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Life is queer with its twists and turns,   &lt;br /&gt;As every one of us sometimes learns,    &lt;br /&gt;And many a failure turns about    &lt;br /&gt;When he might have won had he stuck it out.    &lt;br /&gt;Don't give up though the pace seems slow    &lt;br /&gt;You may succeed with another blow.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Success is failure turned inside out   &lt;br /&gt;The silver tint of the clouds of doubt,    &lt;br /&gt;And you never can tell how close you are,    &lt;br /&gt;It may be near when it seems so far ;    &lt;br /&gt;So stick to the fight when you're hardest hit    &lt;br /&gt;It's when things seem worst that you mustn't quit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Fritz Kreisler, the great violinist, was once asked, &amp;quot;How do you play so well? Are you   &lt;br /&gt;lucky?&amp;quot; He replied, &amp;quot;It is practice. If I don't practice for a month, the audience can tell the difference. If I don't practice for a week, my wife can tell the difference. If I don't practice for a day, I can tell the difference.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Persistence means commitment and determination. There is pleasure in endurance.Commitment and persistence is a decision. Athletes put in years of practice for a few seconds or minutes of performance. Persistence is a decision. It is a commitment to finish what you start. When we are exhausted, quitting looks good. But winners endure. Ask a winning athlete. He endures pain and finishes what he started. Lots of failures have begun well but have not concluded anything. Persistence comes from purpose. Life without purpose is drifting. A person who has no purpose will never persevere and will never be fulfilled.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;9. Pride of Performance&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In today's world, pride in performance has fallen by the wayside because it requires effort and hard work. However, nothing happens unless it is made to happen. When one is discouraged, it is easy to look for shortcuts. However these should be avoided no matter how great the temptation. Pride comes from within, which is what gives the winning edge.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pride of performance does not represent ego. It represents pleasure with humility. The   &lt;br /&gt;quality of the work and the quality of the worker are inseparable. Half-hearted effort does not produce half results; it produces no results.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Three people were laying bricks and a passerby asked them what they were doing. The first one replied, &amp;quot;Don't you see I am making a living?&amp;quot; The second one said, &amp;quot;Don't you see I am laying bricks?&amp;quot; The third one said, &amp;quot;I am building a beautiful monument.&amp;quot; Three people doing the same thing gave totally different replies. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;The question is : did they have different attitudes? And would their attitude affect their performance? The answer is a clear yes.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Excellence comes when the performer takes pride in doing his best. Every job is a selfportrait of the person who does it, regardless of what the job is, whether washing cars, sweeping the floor or painting a house. Do it right the first time, every time. The best insurance for tomorrow is a job well done today.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Michelangelo was working on a statue for several days and he was taking a long time to retouch every small detail which seemed rather insignificant to a bystander. When asked why he did it, Michelangelo replied, &amp;quot;Trifles make perfection and perfection is no trifle.&amp;quot; Most people forget how fast you did a job, but they remember how well it was done.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;If a man is called to be street sweeper, he should sweep streets even as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well.     &lt;br /&gt;--Martin Luger King, Jr.--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;One cannot compromise on quality and service. It is said that Ray Kroc, founder of McDonald's, found a fly during one of his visits at a franchise. Two weeks later the franchisee lost his franchise. Ray Kroc said, &amp;quot;You should work for pride and accomplishment. I was brought up to understand that reward will come later.&amp;quot; The feeling of a job well done is a reward in itself. It is better to do small things well than do many things poorly.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;10. Be Willing to Be a Student--Get a Mentor&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;If God and the teacher (guru) are standing together, who does the student salute first?According to Indian culture, the answer is the teacher, because without his direction and help, the student could not have met God. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A mentor or a teacher is a person whose hindsight can become your foresight. Look&amp;#160; for someone who can accept you as a mentee or a student. Choose your mentor carefully. A good one will guide and give direction; a bad one will misguide. Show respect. Be an interested student. Teachers like interested students. The best teachers will not give you something to drink, they will make you thirsty. They will put you on a path to seek answers.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;There is a story about a king in ancient times who wanted to honor a person that made the greatest contribution to society. All kinds of people came, including doctors and entrepreneurs, and they all presented their case for receiving the honor. The king wasn't impressed. Finally an elderly person with a glow on his face walked in and said he was a teacher. The king came down from his throne and bowed to honor the teacher. It is the teacher who makes the highest contribution in shaping the future of society.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;DO WE HAVE WHAT IT TAKES TO BE SUCCESSFUL?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Do all of us have the qualities for success? Some people feel they don't. They stay   &lt;br /&gt;mediocre and fail. But it doesn't have to be that way. All of us have all of these qualities.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;They may not be developed to the level that we want them but they are there. We may   &lt;br /&gt;not know that they are there, but when we find out, our performance changes. This is like having a million dollars buried in your backyard and not knowing about it. You wouldn't be able to use it. But the moment you find out, your thinking and behavior will change.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The same thing is true with people. We all have hidden treasures. All we need to do is   &lt;br /&gt;bring them to the surface and use them.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;WHAT IS HOLDING US BACK?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;What would happen if we drove our car with the brakes on? It wouldn't be smart, would   &lt;br /&gt;it? What would happen to our car? It will never go full speed because the brakes offer resistance. The car will overheat and break down. If it doesn't break down, the resistance will strain the engine. You have two choices. You can either press the accelerator harder and risk damage, or release the brakes to make the car go faster. This is a good parallel to life, because we go through life with our emotional brakes on. What are the brakes? They are the factors that prevent us from achieving success. The way to release our emotional brakes is by building a positive attitude, high self-esteem and by accepting responsibility.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source : Shiv Khera&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-8902258331956308573?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/8902258331956308573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/qualities-that-make-person-successful.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8902258331956308573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8902258331956308573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/qualities-that-make-person-successful.html' title='Qualities That Make A Person Successful'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-8259183792092157757</id><published>2011-03-17T10:32:00.000+07:00</published><updated>2011-03-17T10:32:30.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Steps To Building Positive Attitude</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;During childhood, we form attitudes that last a lifetime. Undoubtedly, it would be a lot    &lt;br /&gt;easier and better to have acquired a positive attitude during our formative years. Does that mean if we acquire a negative attitude, whether by design or by default, we are stuck with it? Of course not. Can we change? Yes. Is it easy? Absolutely not.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;How do you build and maintain a positive attitude?    &lt;br /&gt;¨ Become aware of the principles that build a positive attitude     &lt;br /&gt;¨ Desire to be positive     &lt;br /&gt;¨ Cultivate the discipline and dedication to practice those principles&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;As adults, regardless of our environment, education and experience, who is responsible for our attitude? We are. We have to accept responsibility some time in our lives. We blame everyone and everything but ourselves. It is up to us to choose our attitude every morning. As adults, we need to accept responsibility for our behavior and actions. People with negative attitudes will blame the whole world, their parents, teachers, spouse, the economy and the government for their failures. You have to get away from the past. Dust yourself off, get back into the mainstream. Put your dreams together and move forward. Thinking of the positive things that are true, honest and good, will put us in a positive state of mind.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If we want to build and maintain a positive attitude, we need to consciously practice the following steps:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 1: Change Focus, Look for the Positive&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We need to become good finders. We need to focus on the positive in life. Let's start    &lt;br /&gt;looking for what is right in a person or situation instead of looking for what is wrong. Because of our conditioning, we are so attuned to finding fault and looking for what is     &lt;br /&gt;wrong that we forget to see the positive picture. Even in paradise, fault finders will find faults. Most people find what they are looking for. If they are looking for friendship, happiness and the positive, that is what they get. If they are looking for fights or indifference, then that is what they get. Caution looking for the positive does not mean overlooking faults.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;LOOKING FOR THE GOLD&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;As a young Scots boy, Andrew Carnegie came to America and started doing odd jobs. He ended up as one of the largest steel manufacturers in the United States. At one time he had 43 millionaires working for him. Several decades ago, a million dollars&amp;#160; used to be a lot of money; even today it is a lot of money. Someone asked Mr. Carnegie how he dealt with people? Andrew Carnegie replied, &amp;quot;Dealing with people is like digging gold: When you go digging for an ounce of gold, you have to move tons of dirt to get an ounce of gold. But when you go digging, you don't go looking for the dirt, you go looking for the gold.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;What is your focus? Become a digger for gold. If you are looking for what is wrong with&amp;#160; people or with things, you will find many. What are you looking for? Andrew Carnegie's&amp;#160; reply has a very important message. There is something positive in every person and&amp;#160; every situation. Sometimes we have to dig deep to look for the positive because it may&amp;#160; not be apparent. Besides, we are so used to looking for what is wrong with other people and situations, we forget to see what is right. Someone once said that even a stopped clock is right twice a day.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Remember when you go looking for gold, you have to move tons of dirt to get to an ounce of gold. But when you go looking, you don't go looking for the dirt, you go looking for the gold.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Negative People will Always Criticize&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some people criticize no matter what. It does not matter which side you are on, they are always on the other side. They have made a career out of criticizing. They are &amp;quot;career critics.&amp;quot; They criticize as if they will win a prize at a contest. They will find fault with every person and every situation. You will find people like this in every home, family, office. They go around finding fault and telling everybody how bad things are and blaming the whole world for their problems. We have a name for these people. They are called energy suckers. They will go to the cafeteria and drown themselves in 20 cups of tea and coffee and smoke to their hearts' content with one excuse: they are trying to relax. All that they are doing is causing more tension for themselves and for others around them. They spread negative messages like a plague and create an environment conducive to negative results.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Robert Fulton invented the steamboat. On the banks of the Hudson River he was displaying his new invention. The pessimists and the skeptics were gathered around to&amp;#160; observe. They commented that it would never start. Lo and behold, it did. As it made its way down the river, the pessimists who said it would never go, started shouting that it would never stop. What an attitude!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SOME PEOPLE ALWAYS LOOK FOR THE NEGATIVE&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;There was a hunter who bought a bird dog, the only one of its kind in the world. That could walk on water . He couldn't believe his eyes when he saw this miracle. At the&amp;#160; same time, he was very pleased that he could show off his new acquisition to his friends. He invited a friend to go duck hunting. After some time, they shot a few ducks and the man ordered his dog to run and fetch the birds. All day-long, the dog ran on water and kept fetching the birds. The owner was expecting a comment or a compliment about his amazing dog, but never got one. As they were returning home, he asked his friend if he had noticed anything unusual about his dog. The friend replied, &amp;quot;Yes, in fact, I did notice something unusual. Your dog can't swim.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some people always look at the negative side. Who is pessimist? Pessimists    &lt;br /&gt;¨ are unhappy when they have no troubles to speak     &lt;br /&gt;¨ feel bad when they feel good, for fear they will feel worse when they feel better     &lt;br /&gt;¨ spend most of their life at complaint counters     &lt;br /&gt;¨ always turn out the lights to see how dark it is     &lt;br /&gt;¨ are always looking for cracks in the mirror of life     &lt;br /&gt;¨ stop sleeping in bed when they hear that more people die in bed than anywhere else     &lt;br /&gt;¨ cannot enjoy their health because they think they may be sick tomorrow     &lt;br /&gt;¨ not only expect the worst but make the worst of whatever happens     &lt;br /&gt;¨ don't see the doughnut, only the hole     &lt;br /&gt;¨ believe that the sun shines only to cast shadows     &lt;br /&gt;¨ forget their blessings and count their troubles     &lt;br /&gt;¨ know that hard work never hurts anyone but believe &amp;quot;why take a chance?&amp;quot;     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Who is an optimist? It is well described by the following:    &lt;br /&gt;Be so strong that nothing can disturb your peace of mind.     &lt;br /&gt;Talk health, happiness, and prosperity to every person you meet.     &lt;br /&gt;Make all your friends feel there is something in them.     &lt;br /&gt;Look at the sunny side of everything.     &lt;br /&gt;Think only of the best, work only for the best, and expect only the best.     &lt;br /&gt;Be as enthusiastic about the success of others as you are about your own.     &lt;br /&gt;Forget the mistakes of the past and press on to the greater achievements of the future.     &lt;br /&gt;Give everyone a smile.     &lt;br /&gt;Spend so much time improving yourself that you have no time left to criticize others.     &lt;br /&gt;Be too big for worry and too noble for anger.*&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 2: Make a Habit of Doing It Now&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We have all procrastinated at some time in our lives. I know I have, only to have regretted it later. Procrastination leads to a negative attitude. The habit of procrastination fatigues you more than the effort it takes to do it. A completed task is fulfilling and energizing; an incomplete task drains energy like a leak from a tank. If you want to build and maintain a positive attitude, get into the habit of living in the    &lt;br /&gt;present and doing it now.     &lt;br /&gt;He slept beneath the moon     &lt;br /&gt;He basked beneath the sun     &lt;br /&gt;He lived a life of going to do and died with nothing done.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;When I Become a Big Boy&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;This is like the little boy who says when I become a big boy, I will do this and this and I will be happy. And when he becomes a big boy he says, when I finish college and do this and this and I will be happy. And when he finishes college he says when I get my first job and do this and this I will be happy. And when he gets his first job he says when I get married and do this and this and then I will be happy. And when he gets married he says when the kids get out of school and I do this and this I will be I happy. And when the kids get out of school, he says when I retire and do this and this, I will be happy. And when he&amp;#160; retires what does he see? He sees life has just gone by in front of his eyes.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;* &amp;quot;Creed for Optimists&amp;quot; by Christian D. Larsen, in The Best of ... Bits Pieces, Economics Press, Fairfield, NJ, 1994, p. 3.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some people practice procrastination by hiding behind high sounding words, saying &amp;quot;I'm analyzing&amp;quot; and six months later they are still analyzing. What they don't realize is that they are suffering from a disease called, &amp;quot;Paralysis of Analysis&amp;quot; and they will never succeed. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Then there is another breed of people who procrastinate by saying &amp;quot;I'm getting ready&amp;quot; and a month later they are still getting ready and six months later they are still getting ready. What they don't realize is they are suffering from a disease called &amp;quot;Excusitis.&amp;quot; They keep making excuses. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Life is not a dress rehearsal. I don't care what philosophy you believe in--we have got    &lt;br /&gt;only one shot at this game called life. The stakes are too high. The stakes are the future generations.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;What time is it and where are we? The answer is now and we are here. Let's make the&amp;#160; best of now and utilize the present to the fullest. The message is not that we don't need to plan for the future. The message is that we do need to plan for the future. If we utilize our present to its fullest, we are sowing the seeds for a better future automatically, aren't we?    &lt;br /&gt;If you want to build a positive attitude, learn the phrase, &amp;quot;do it now&amp;quot; and stop the habit of procrastination.     &lt;br /&gt;The saddest words in life are:     &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;It might have been.&amp;quot;     &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I should have.&amp;quot;     &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I could have.&amp;quot;     &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;I wish I had.&amp;quot;     &lt;br /&gt;¨ &amp;quot;If only I had given a little extra.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Never leave till tomorrow which you can do today.      &lt;br /&gt;--Benjamin Franklin--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;I am sure all winners wanted to be procrastinators but never got around to it. When people say, &amp;quot;I will do it one of these days,&amp;quot; you can be sure it means none of these days. Some people keep waiting for all lights to turn green before they leave home. That will never happen and they fail even before they start. That is sad. Stop procrastinating: Isn't it time that we put off putting things off?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 3: Develop an Attitude of Gratitude&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Count your blessings, not your troubles. Take time to smell the roses. It is not uncommon to hear that someone, because of an accident or illness, became blind or paralyzed but won a million dollars in settlement. How many of us would like to trade places with that person? Not many. We are so focused on complaining about things we don't have that we lose sight of the things we have. There is a lot to be thankful for.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When I say count your blessings, not your troubles, the message is not to become complacent. If complacence was the message you got, then I would be guilty of faulty communication and you of selective listening. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;To give you an example of selective listening, let me share with you a story I heard about a medical doctor who was invited as a guest speaker to address a group of alcoholics. He wanted to make a demonstration that would be powerful enough to make people realize that alcohol was injurious to their health. He had two containers, one with pure distilled water and one with pure alcohol. He put an earthworm into the distilled water and it swam beautifully and came up to the top. He put another earthworm into the alcohol and it disintegrated in front of everyone's eyes. He wanted to prove that this was what alcohol did to the insides of our body. He asked the group what the moral of the story was and one person from behind said, &amp;quot;If you drink alcohol you won't have worms in your stomach.&amp;quot; Was that the message? Of course not. That was selective listening--we hear what we want to hear and not what is being said.    &lt;br /&gt;Many of our blessings are hidden treasures--count your blessings and not your troubles.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 4: Get into a Continuous Education Program&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Let's get some myths out of the way. It is a general belief that we get educated in schools and colleges. I run seminars in many different countries and ask my audiences all the time, &amp;quot;Do we really get educated in schools and colleges?&amp;quot; Generally, there is a consensus that some do but most don't. We receive a lot of information in schools and colleges. Don't get me wrong. We do need information to be educated. But we need to know the true meaning of education.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Intellectual education influences the head and values based education influences the heart. In fact, education that does not train the heart can be dangerous. If we want to build character in our offices, homes and society, we must achieve a minimum level of    &lt;br /&gt;moral and ethical literacy. Education that builds fundamental traits of character--such as honesty, compassion, courage, persistence and responsibility--is absolutely essential.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We don't need more academic education; we need more values education. I would stress that a person who is morally educated will be a lot better equipped to move up in life or succeed than a morally bankrupt person with excellent academic qualifications.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Character building and teaching values and ethics come in the formative years because a child is not born with this knowledge.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Education Without Values&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;True education is training of both the head and the heart. An uneducated thief may steal from the freight car but an educated one may steal the entire railroad.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Universities are turning out highly skilled barbarians because we don't provide a ramework of values to young people, who more and more are searching for it.      &lt;br /&gt;--Steven Muller, President, Johns Hopkins University&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We need to compete for knowledge and wisdom, not for grades. Knowledge is piling up acts, wisdom is simplifying it. One could have good grades and a degree without earning much. The most important thing one can learn is to &amp;quot;learn to learn.&amp;quot; People onfuse education with the ability to memorize facts. Education of the mind without orals creates a menace to society.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;EDUCATION DOES NOT MEAN GOOD JUDGEMENT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;There is a story about a man who sold hot dogs by the roadside. He was illiterate, so he never read newspapers . He was hard of hearing, so he never listened to the radio. His eyes were weak, so he never watched television. But enthusiastically, he sold lots of hot dogs. His sales and profit went up. He ordered more meat and got himself a bigger and a better stove. As his business was growing, the son, who had recently graduated from college, joined his father.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Then something strange happened. The son asked, &amp;quot;Dad, aren't you aware of the great recession that is coming our way?&amp;quot; The father replied, &amp;quot;No, but tell me about it.&amp;quot; The son said, &amp;quot;The international situation is terrible. The domestic is even worse. We should be prepared for the coming bad time.&amp;quot; The man thought that since his son had been to college, read the papers, and listened to the radio, he ought to know and his advice should not be taken lightly. So the next day, the father cut down his order for the meat and buns, took down the sign and was no longer enthusiastic. Very soon, fewer and fewer people bothered to stop at his hot dog stand. And his sales started coming down rapidly. The father said to his son, &amp;quot;Son, you were right. We are in the middle of a recession. I am glad you warned me ahead of time.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;What is the moral of the story?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Many times we confuse intelligence with good judgment.    &lt;br /&gt;2. A person may have high intelligence but poor judgment.     &lt;br /&gt;3. Choose your advisers carefully and use your judgment.     &lt;br /&gt;4. A person can and will be successful with or without formal education if they have the 5 Cs:     &lt;br /&gt;¨ character     &lt;br /&gt;¨ commitment     &lt;br /&gt;¨ conviction     &lt;br /&gt;¨ courtesy     &lt;br /&gt;¨ courage     &lt;br /&gt;5. The tragedy is that there are many walking encyclopedias who are living failures.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Intelligence is quickness to learn. Ability is the skill to apply what is learned. Competence is the ability and the desire to apply what is learned. Desire is the attitude that makes a skillful person competent. Many skillful people are incompetent. Ability without the right attitude is wasted.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;The first duty of a university is to teach wisdom, not trade; character, not technicalities.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;--Winston Churchill--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Educated&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Whom, then, do I call educated?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;First, those who manage well the circumstances which they encounter day by day; and those who can judge situations appropriately as they arise and rarely miss the suitable course of action.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Next, those who are honorable in their dealings with all men, bearing easily what is unpleasant or offensive in others, and being as reasonable with their associates as is humanly possible.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Furthermore, those who hold their pleasures always under control and are not unduly overcome by their misfortunes, bearing up under them bravely and in a manner worthy of our common nature.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Most important of all, those who are not spoiled by their successes, who do not desert their true selves, but hold their ground steadfastly as wise and sober-minded men, rejoicing no more in the good things that have come to them through chance than in those which through their own nature and intelligence are theirs since birth.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Those who have a character which is in accord, not with one of these things, but with all of them these are educated--possessed of all the virtues.      &lt;br /&gt;--Socrates (47~399 B.C.)--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In a nutshell, educated persons are those who can choose wisely and courageously under any circumstances. If they have the ability to choose between wisdom and foolishness, between good and bad, between virtuousness and vulgarities, regardless of the academic degrees they have, then they are educated.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;An expert is someone who knows all the answers if you ask the right questions.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;What is a Broad-Based Education?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Some animals in a forest decided to start a school. The students included a bird, a squirrel, a fish, a dog , a rabbit &amp;amp; a mentally retarded eel. A board was formed and it was decided that flying, tree climbing, swimming, and burrowing would be part of the      &lt;br /&gt;curriculum in order to give a broad-based education. All animals were required to take all subjects.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;The bird was excellent at flying and was getting A's but when it came to burrowing, it kept breaking its beak and wings and started failing. Pretty soon, it started making C's in flying and of course in tree climbing and swimming it was getting F's. The squirrel was great at tree climbing and was getting A's, but was failing in swimming. The fish was the best swimmer but couldn't get out of the water and got F's in everything else. The dog didn' join the school, stopped paying taxes and kept fighting with the administration to include barking as part of the curriculum. The rabbit got A's in burrowing but tree climbing was a real problem. It kept falling and landing on its head, suffered brain damage, and soon couldn't even burrow properly and got C's in that too.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;The mentally retarded eel, who did everything half as well became the valedictorian of the class. The board was happy because everybody was getting a broad-based education.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;What a broad-based education really means is that the student is prepared for life, without losing their areas of specialization or competence.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;We Are All Gifted with Some Strengths&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The small size of the hummingbird, weighing only a tenth of an ounce, gives it the flexibility to perform complicated maneuvers, such as beating its wings 75 times a second. This enables the hummingbird to drink nectar from flowers while hovering but it cannot soar, glide or hop. The ostrich, at 300 pounds, is the largest bird but it can't fly. However, its legs are so strong that it can run at up to 50 miles per hour, taking strides of 12--15 feet.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ignorance&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Illusion of knowledge is not education, but ignorance. Foolish people have a strange kind of confidence which comes only with ignorance.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Being ignorant is not so much a shame as being unwilling to learn to do things the right way.      &lt;br /&gt;--Benjamin Franklin--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;There is nothing wrong with ignorance, but making a career out of it is stupidity. Some&amp;#160; people accumulate ignorance and they confuse it with education. Ignorance is not bliss. It is misery, tragedy, poverty, and sickness. If ignorance were bliss, how come not more people are happy? If a little knowledge is dangerous, so is a lot of ignorance which leads to pettiness, fear, dogmatism, egotism, and prejudice. Wisdom is nothing more than dispelling ignorance.&lt;/p&gt;  &lt;/em&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We live in an information age. It is estimated that the amount of knowledge is doubling&amp;#160; every year. With information so readily available, it is easy to dispel ignorance. It is sad to see that we are taught everything but the most essential things. We are taught the three R's (reading, writing, arithmetic), but what good is intellectual education without understanding human dignity and compassion?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Schools are a fountain of knowledge: some students come to drink , some to sip and others just to gargle.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Common sense&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Education and knowledge without common sense has little meaning. Common sense is the ability to see things as they are and do them as they ought to be done.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We are born with five senses touch, taste, sight, smell, and hearing. But successful people have a sixth sense common sense. Common sense is gained in spite of, not necessarily as a result of, education. The best education without common sense is worthless. An abundance of common sense is called wisdom.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SHARPEN YOUR AXE&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jo John, a woodcutter, worked for a company for five years but never got a raise. The company hired Bill and within a year he got a raise. This caused resentment in John and he went to his boss to talk about it. The boss said, &amp;quot;You are still cutting the same number of trees you were cutting five years ago. We are a result-oriented company and would be happy to give you a raise if your productivity goes up.&amp;quot; John went back, started hitting harder and putting in longer hours but he still wasn't able to cut more trees. He went back&amp;#160; to his boss and told him his dilemma. The boss told John to go talk to Bill. &amp;quot;Maybe there is something Bill knows that you and l don't.&amp;quot; John asked Bill how he managed to cut more trees. Bill answered, &amp;quot;After every tree l cut, l take a break for two minutes and sharpen my axe. When was the last time you sharpened your axe?&amp;quot; This question hit home like a bullet and John got his answer.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;My question is, when was the last time you sharpened your axe? Past glory and education don't do it. We have to continuously sharpen the axe.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Feed Your Mind&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Just like our bodies need good food every day, our minds need good thoughts every day.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The key words in the preceding sentence are good food and good thoughts. If we feed our body with junk food and our mind with bad thoughts, we will have both a sick body and mind. We need to feed our mind with the pure and the positive to stay on track.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Through constant practice and exposure, we can learn the principles that make a person successful just like we learn to play basketball.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Knowledge is Power&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We hear every day that knowledge is power. Not really. Knowledge is information. It is potential power and it becomes power only when it is acted upon.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;What is the difference between a person who cannot read and a person who can but does not read? Not a whole lot.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Learning is like eating food. It is not how much you eat that matters, what counts is how much you digest.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Knowledge is potential power, wisdom is real power.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Education takes many forms, it is not just grades and a degree. It is    &lt;br /&gt;¨ cultivating your strength     &lt;br /&gt;¨ learning self-discipline     &lt;br /&gt;¨ listening     &lt;br /&gt;¨ desiring to learn&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Our minds, like muscles, stretch or shrink depending on how much or how little we    &lt;br /&gt;exercise them.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;If you think education is expensive, try ignorance.      &lt;br /&gt;--Derek Bok--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Continuous positive education leads to positive thinking.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Education is a Reservoir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Positive thinkers are like athletes who, through practice, build an inner reservoir of stamina that they draw on in competition. If they don't practice, they have nothing to draw on.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Similarly, positive thinkers regularly build a reserve of positive attitude by constantly    &lt;br /&gt;feeding their mind on the pure, the powerful and the positive on a daily basis. They&amp;#160; realize that we are all going to be faced with the negative and if we have the reserve of     &lt;br /&gt;positive attitude we will be able to overcome; otherwise the negative will prevail. Positive thinkers are not fools and they are not going through life with blinders. They are winners who recognize their limitations, but focus on their strengths. Losers, on the other hand, recognize their strengths but focus on their weaknesses.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 5: Build A Positive Self-Esteem&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;What is Self-Esteem?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Self-esteem is the way we feel about ourselves. When we feel good within, our performance goes up, our relationships improve both at home and at work. The world    &lt;br /&gt;looks nicer. What is the reason? There is a direct correlation between feeling and behavior.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;How Do We Build Positive Self-Esteem?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If you want to build positive self-esteem quickly, one of the fastest ways is to do something for others who cannot repay you in cash or kind.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A few years ago l started volunteering my time to teach attitude and self-esteem programs to jail inmates. In just a few weeks, I learned more than l had learned in years.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;After attending my program for two weeks ;one of the inmates stopped me and said,    &lt;br /&gt;&amp;quot;Shiv, l want to talk to you. I'm going to be released from prison in a couple of weeks.&amp;quot; l asked him what he learned through the attitude development program. He thought for a while and then said that he felt good about himself. l said, &amp;quot;Good doesn't tell me anything.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tell me specifically what behavior has changed?&amp;quot; l believe that learning has not taken place unless behavior changes. He told me he read his Bible every day since l started    &lt;br /&gt;the program. l then asked him what reading the Bible did to him. He replied that he felt comfortable with himself and others which he hadn't felt before. l said, &amp;quot;That is nice, but the bottom line is, what are you going to do when you leave jail?&amp;quot; He told me he was going to try to be a contributing member of society. Then l asked him the same question again and he gave me the same answer. For the third time l asked him the same question What are you going to do when you leave jail?&amp;quot; Obviously, l was looking for a different answer. At this point, in an angry tone, he said, l am going to be a contributing member of society.&amp;quot; l pointed out to him that there was a world of difference in what he said then and what he said now. Earlier he had said, l am going to try to be&amp;quot; and now he said &amp;quot;I am going to be.&amp;quot; The difference is the word &amp;quot;try.&amp;quot; He got rid of the word trying and that made sense. Either we do it or we don't. The word &amp;quot;trying&amp;quot; keeps the door open for him to come back to jail.     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Another inmate, who was listening in on our conversation, asked, &amp;quot;Shiv, what do you get paid to do all this?&amp;quot; l told him that the feeling that l just experienced was worth more than all the money in the world. He then asked, &amp;quot;Why do you come here?&amp;quot; l said, l come here for my own selfish reason, and my selfish reason is that l want to make this world a better place to live.&amp;quot; This kind of selfishness is healthy. In a nutshell, what you put into the system, you always get back, and most times more than you can ever put in. But you don't put it in with the desire to get something back.    &lt;br /&gt;Another inmate said, &amp;quot;What anybody does is their business. When people take drugs, it is none of your business. Why don't you leave them alone?&amp;quot; l replied, &amp;quot;My friend, even though l disapprove, l will compromise and accept what you are saying that it is none of my business. If you can guarantee that when someone takes drugs, and when they get behind the wheel of a car and have an accident, the only thing they will ever hit is a tree, l will compromise. But if you cannot guarantee that when they take drugs and have an accident, then you or your kids or l or my kids could be dead under the wheels, you better believe it is my business. l have to get this person off the road.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;This one phrase, &amp;quot;It is my life, I will do what I want,&amp;quot; has done more damage than good. People choose to ignore the spirit and derive the meaning that is convenient to them. Such people have tied this phrase to selfishness and I'm sure that was not the intent. These people forget that we don't live in isolation. What you do affects me and what I do affects you. We are connected. We have to realize that we are sharing this planet and we must learn to behave responsibly. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There are two kinds of people in this world--takers and givers. Takers eat well and givers sleep well. Givers have high self-esteem, a positive attitude, and they serve society. By serving society, I do not mean a run-of-the-mill pseudo leader-turned-politician who serves himself by pretending to serve others.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;As human beings, we all have the need to receive and take. But a healthy personality with high self-esteem is one that not only has its need to take but also to give. A man was washing his new car when his neighbor asked him, &amp;quot;When did you get the car?&amp;quot; He replied &amp;quot;My brother gave it to me.&amp;quot; The neighbor's response was, &amp;quot;I wish l had a car like that.&amp;quot; The man replied, &amp;quot;You should wish to have a brother like that.&amp;quot; The neighbor's wife was listening to the conversation and she interrupted, &amp;quot;I wish I was a brother like that.&amp;quot; What a way to go!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 6: Stay Away From Negative Influences&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Today's teenagers learn from adult behavior and the media. They face peer pressure. Peer pressure is not just limited to teenagers, it is also prevalent in adults. It shows a lack of self-esteem when people do not have the courage to say &amp;quot;No, thank you,&amp;quot; and stay away from negative influences: What are the negative influences?    &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Negative People&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;An eagle's egg was placed in the nest of a prairie chicken. The egg hatched and the little eagle grew up thinking it was a prairie chicken. The eagle did what the prairie chickens did. It scratched in the dirt for seeds. It clucked and cackled. It never flew more than a few feet because that is what the prairie chickens did. One day he saw an eagle flying gracefully and majestically in the open sky. He asked the prairie chickens: &amp;quot;What is that beautiful bird?&amp;quot; The chickens replied, &amp;quot;That is an eagle. He is an outstanding bird, but you cannot fly like him because you are just a prairie chicken.&amp;quot; So the eagle never gave it a second thought, believing that to be the truth. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;He lived the life of and died a prairie chicken, depriving himself of his heritage because of his lack of vision. What a waste! He was born to win, but was conditioned to lose. The same thing is true of most people. The unfortunate part of life is as Oliver Wendall    &lt;br /&gt;Holmes said, &amp;quot;Most people go to their graves, with music still in them.&amp;quot; We don't achieve excellence because of our own lack of vision.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If you want to soar like an eagle, you have to learn the ways of an eagle. If you associate with achievers, you will become one. If you associate with thinkers, you will become one. If you associate with givers, you will become one. If you associate with complainers, you will become one.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Whenever people succeed in life, petty people will take cracks at them and try to pull    &lt;br /&gt;them down. When you refuse to fight petty people, you win. In martial arts, they teach that when someone takes a crack at you, instead of blocking you should step away.     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Why? Even to block you require energy. Why not use it more productively? Similarly, in order to fight petty people, you have to come down to their level. This is what they want, because now you are one of them. Don't let negative people drag you down. Remember, a person's character is not only judged by the company he or she keeps but also by the company he or she avoids.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Smoking, Drugs and Alcohol      &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;One reason that I don't drink is that I want to know when I am having a good time.      &lt;br /&gt;--Lady Astor&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Drinking makes a person lose his inhibitions and give exhibitions.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In my travels, I have noticed that in some countries drinking has become a national pastime. If you don't drink, they look at you as if there is something wrong. Their motto is: &amp;quot;It doesn't matter how bad your English is, as long as your Scotch is good.&amp;quot; If a banker asked them what their liquid assets are, they would bring two bottles of Scotch. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Drinking and smoking are glamorized today. It all starts with the first time. If you ask people why they consume alcohol or take drugs, they will give you a host of reasons, such as: to celebrate; to have fun; to forget problems; to relax; to experiment; to impress (it is cool to drink); to be fashionable; to mingle; for business purposes.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People want to conform to peer pressure. I am amazed at the way peer pressure compels with phrases such as: &amp;quot;Aren't you my friend?&amp;quot;; &amp;quot;One for the road&amp;quot;; &amp;quot;One for my health.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The following poem from an unknown author explains the dilemma of a social drinker well&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;I've drunk to your    &lt;br /&gt;Health in taverns,     &lt;br /&gt;I've drunk to your     &lt;br /&gt;Health in my home,     &lt;br /&gt;I've drunk to your     &lt;br /&gt;Health so damn     &lt;br /&gt;many times,     &lt;br /&gt;That I've almost     &lt;br /&gt;ruined my own!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Drinking and driving cost lives. According to Jerry Johnson,* the American Hospital Association reports that half of all hospital admissions are alcohol-related and according to the National Safety Council's 1989 Accident Facts Edition, a person is injured in an alcohol-related crash every 60 seconds.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Pornography&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pornography is nothing short of dehumanizing women and children. The consequences of pornography are that it    &lt;br /&gt;¨ dehumanizes women     &lt;br /&gt;¨ victimizes children     &lt;br /&gt;¨ destroys marriages     &lt;br /&gt;¨ encourages sexual violence     &lt;br /&gt;¨ makes fun of ethical and moral values     &lt;br /&gt;¨ destroys individuals, families, and communities&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A woman is raped in the United States every 46 seconds. (National Victim Center/crime Victims Research and Treatment Center, 1992). Eighty-six percent of rapists admit to regular use of pornography, with 57 percent admitting imitation of pornography scenes when committing sex crimes (Dr. William Marshall, 1988).* *&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It is sad to see how low some people will stoop to make a buck by making pornography their business. What about the sick people who buy it?    &lt;br /&gt;* ''In his book It's Killing Our Kids, Word Publishing, p. xv.     &lt;br /&gt;** From the National Coalition for the Protection of Children and Families, Annual Report, 1995.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Negative Movies and Television Programs&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Today's kids are learning their attitudes and values more from television and movies than from anywhere else. It is estimated that in the United States, by the time a youngster gets out of high school, he has watched more than 20,000 hours of television, witnessed 15,000 murders, and watched 100,000 alcohol-related commercials.*&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;They convey the message that drinking is fun, smoking is glamorous, and drugs are the &amp;quot;in&amp;quot; thing. No wonder the crime rate is so high!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Soap operas glamorize premarital and extramarital sex. No wonder commitments are lacking in relationships and divorce rates are high. Impressionable viewers set their standards and benchmarks based on what they see and hear in the media. And no matter who it is, we are all impressionable to varying degrees.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Profanity&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Using profanities show a lack of self-control and discipline.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Rock Music&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The lyrics of some hit songs are obscene. We can be subconsciously influenced by the music we hear and the performance we watch.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 7: Learn To Like The Things That Need To Be Done&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Some things need to be done whether we like them or not; for example, mothers caring for their young. They may not be fun and games, and may even be painful. But if we learn to like the task, the impossible becomes possible. &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;em&gt;Start by doing what is necessary, then what is possible, and suddenly you are doing the impossible.      &lt;br /&gt;--St. Francis of Assisi--&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Step 8: Start Your Day With A Positive&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Read or listen to something positive first thing in the morning. After a good night's sleep we are relaxed and our subconscious is receptive. It sets the tone for the day, and puts us in the right frame of mind to make every day a positive day. In order to bring about change, we need to make a conscious effort Andre committed to make positive thoughts and behavior part of our lives. Practice having positive thoughts and behavior daily until they become a habit. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;William James of Harvard University said, &amp;quot;If you are going to change your life, you need to start immediately and do it flamboyantly.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;* As mentioned in Jerry Johnson's book It's Killing Our Kids, p. xvi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BE A WINNER--ACTION STEPS      &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Be a good finder.     &lt;br /&gt;2. Make a habit of doing it now.     &lt;br /&gt;3. Develop an attitude of gratitude.     &lt;br /&gt;4. Get into a continuous education program.     &lt;br /&gt;5. Build positive self-esteem.     &lt;br /&gt;6. Stay away from negative influences.     &lt;br /&gt;7. Learn to like the things that need to be done.     &lt;br /&gt;8. Start your day with a positive.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source : Shiv Khera&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-8259183792092157757?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/8259183792092157757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/steps-to-building-positive-attitude.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8259183792092157757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/8259183792092157757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/steps-to-building-positive-attitude.html' title='Steps To Building Positive Attitude'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6979250603140370461</id><published>2011-03-14T17:23:00.001+07:00</published><updated>2011-03-14T17:23:50.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Winners vs Losers</title><content type='html'>&lt;p&gt;The Winner is always part of the answer;   &lt;br /&gt;The Loser is always part of the problem.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The Winner always has a program;   &lt;br /&gt;The Loser always has an excuse.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The Winner says, &amp;quot;Let me do it for you&amp;quot;;   &lt;br /&gt;The Loser says, &amp;quot;That is not my job.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The Winner sees an answer for every problem;   &lt;br /&gt;The Loser sees a problem for every answer.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;The Winner says, &amp;quot;It may be difficult but it is possible&amp;quot;;   &lt;br /&gt;The Loser says, &amp;quot;It may be possible but it is too difficult.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;When a Winner makes a mistake, he says, &amp;quot;I was wrong&amp;quot;;   &lt;br /&gt;When a Loser makes a mistake, he says, &amp;quot;It wasn't my fault.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;A Winner makes commitments;   &lt;br /&gt;A Loser makes promises.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners have dreams;   &lt;br /&gt;Losers have schemes.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners say, &amp;quot;I must do something&amp;quot;;   &lt;br /&gt;Losers say, &amp;quot;Something must be done.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners are a part of the team;   &lt;br /&gt;Losers are apart from the team.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners see the gain;   &lt;br /&gt;Losers see the pain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners see possibilities;   &lt;br /&gt;Losers see problems.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners believe in win-win;   &lt;br /&gt;Losers believe for them to win someone has to lose.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners see the potential;   &lt;br /&gt;Losers see the past.    &lt;br /&gt;Winners are like a thermostat;    &lt;br /&gt;Losers are like thermometers.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners choose what they say;   &lt;br /&gt;Losers say what they choose.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners use hard arguments but soft words;   &lt;br /&gt;Losers use soft arguments but hard words.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners stand firm on values but compromise on petty things;   &lt;br /&gt;Losers stand firm on petty things but compromise on values.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners follow the philosophy of empathy: &amp;quot;Don't do to others what you would not   &lt;br /&gt;want them to do to you&amp;quot;;    &lt;br /&gt;Losers follow the philosophy, &amp;quot;Do it to others before they do it to you.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners make it happen;   &lt;br /&gt;Losers let it happen.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Winners plan and prepare to win. The key word is preparation.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source : Shiv Khera&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6979250603140370461?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6979250603140370461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/winners-vs-losers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6979250603140370461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6979250603140370461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/03/winners-vs-losers.html' title='Winners vs Losers'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-2697442891046440545</id><published>2011-02-27T13:45:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T13:45:00.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>STOP!! Tipe Pria Yang Wajib Anda Hindari</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Anda jomblo dan ingin segera punya pasangan? Jangan terburu-buru. Perdalam pengenalan Anda dengan pribadi calon pasangan Anda dan juga sifat-sifatnya. Sebelum jadi korban, kenali dulu tipe-tipe pria yang harus dihindari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Temperamental&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Emosi berlebihan adalah salah satu pemicu seseorang untuk bertindak kasar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kalau masalah kecil saja sudah membuatnya marah besar, bahkan sampai kasar, itu berarti sudah berbahaya. Selain memaki, dia bisa saja melakukan tindakan yang akan menyakiti Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Posesif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini itu dilarang? Kumpul sama teman tidak boleh, ke manapun harus seijin dia, aktivitas Anda harus dibawah pengawasannya? Berarti pria itu cenderung posesif. Pria posesif biasanya tidak suka hal yang tak sesuai harapannya. Cenderung mudah cemburu, termasuk dalam masalah waktu, misalnya waktu bersama teman atau keluarga. Menjalin hubungan dengan pria seperti ini akan emmbuat hidup Anda terkekang dan tidak bisa menghirup kebebasan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Main Pukul&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sudah tidak diragukan lagi kalau dia adalah pria kasar. Kalau Anda selalu mendapat memar dan rasa sakit di tubuh, itu berarti dia sudah melakukan pelecehan fisik. Terlalu lama bersama pria seperti ini biasanya akan membuat Anda tidak percaya diri, tertutup, dan selalu ketakutan. Dan siapapun tidak pantas menerimanya. Kalau masih pacaran saja sudah seperti ini, apalagi kalau sudah menikah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Suka Merendahkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain “main tangan”, perilaku kasar juga bisa ditunjukkan dengan kata-kata. Biasanya pria seperti ini suka merendahkan pasangannya. Dan tanpa ragu ia akan melontarkannya di depan Anda dan bahkan semakin menjadi saat Anda berusaha membela diri. Anda harus waspada saat dia bahkan berani merendahkan Anda di depan umum.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pendendam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kesulitan mengatasi rasa marah bisa membuat seseorang menjadi pendendam. Kalau ia mengancam untuk menyakiti atau melakukan balas dendam atas perilaku Anda yang tak disukainya, waspadalah. Ini perlu ditanggapi secara serius untuk menghindari kejadian yang lebih buruk lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mencari pasangan berarti mencari teman hidup. Umumnya kita mencari teman hidup yang dapat membangun pribadi kita menjadi lebih baik, yang dapat melindungi, menjaga kita. Bukan hanya menjadi pasangan namun juga menjadi sahabat serta saudara dan membuat kita senantiasa merasa aman dan nyaman. Dalam mencari pasangan, jangan lupa minta campur tangan Tuhan. Biar Tuhan memberikan pasangan yang terbik bagi hidup kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : kompas/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-2697442891046440545?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/2697442891046440545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/stop-tipe-pria-yang-wajib-anda-hindari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2697442891046440545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/2697442891046440545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/stop-tipe-pria-yang-wajib-anda-hindari.html' title='STOP!! Tipe Pria Yang Wajib Anda Hindari'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-4272672880476835395</id><published>2011-02-26T13:44:00.000+07:00</published><updated>2011-02-26T13:44:00.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>5 jurus Jitu Membuat Pria Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apa yang membuat seorang pria jatuh cinta?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Melakukan Kegiatan Bersama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi wanita, hal alami untuk mengajak teman wanita mereka berbelanja bersama, ber-spa ria, olahraga bersama, dan hal lainnya yang dapat Anda sebutkan satu per satu. Namun ikatan berdasarkan aktivitas tidak boleh hanya ditujukan kepada wanita saja. Pria suka mengoceh saat ia mengejar seorang wanita, dan sementara ia tidak suka melakukan manicurepedicure (sama halnya dengan Anda yang tidak suka menonton basket seharian), ada banyak pilihan aktivitas lain yang dapat Anda lakukan. maupun &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menjadi teman gym tidaklah dianjurkan (karena pada akhirnya Anda terpaksa harus melakukannya dengan lebih sering). Atau jika Anda biasanya makan keluar pada Sabtu malam, cobalah menggali buku resep dan mencoba resep-resep aneh yang menantang. Apakah hasilnya akan menjadi hebat atau justru aneh sehingga Anda pun pada akhirnya harus memesan makanan dari luar. Namun dengan bekerja bersama pasangan Anda membangun semangat tim, Anda akan meningkatkan kesamaan yang ada di antara kalian dan mengalami ikatan yang lebih dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Hiburlah Dia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Para wanita biasanya bersusah payah untuk membuat teman mereka merasa hebat dengan diri mereka sendiri, menghujani teman mereka dengan ego penguat seperti, “Kamu tampak luar biasa. Warna ini memang cocok sekali untuk kamu” atau “Tentu saja kamu sebaiknya membalas email pria itu – dia akan sangat beruntung jika mendapatkanmu!”. Dan sementara kita memikirkan dunia pria yang kita kencani dan bahkan membual tentang dirinya kepada teman-teman maupun anggota keluarga kita, mengatakan hal-hal manis seperti itu seringkali justru kita abaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mungkin hal ini disebabkan kita menganggap pria memiliki ego yang sukar ditembus – namun yang sebenarnya adalah, mereka bisa sama rentannya dengan teman-teman wanita Anda dan mereka akan menghargai pujian yang Anda lontarkan kepada mereka baik saat ini maupun di waktu yang akan datang. Jadi, jika ia baru saja dipromosikan di tempat kerjanya, buatlah makan malam spesial dan katakan padanya kenapa ia pantas mendapatkan perlakuan istimewa ini. Atau cobalah dengan pujian spontan seperti, “Kamu terlihat sangat tampan dengan kemeja itu – indahnya warna matamu jadi terlihat dengan sangat jelas.” Jangan kaget jika tiba-tiba ia akan semakin sering berada di sekitar Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Biarkan Ia Menjadi Dirinya Sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kebanyakan wanita kesulitan untuk mencintai pria dengan apa adanya. Kita ingin mengubah gaya rambut mereka, pakaian mereka, pekerjaan mereka, dan terkadang teman mereka pun harus seperti yang kita inginkan. Dengan teman-teman kita sendiri, seringkali kita lebih bisa untuk menerima perbedaan; Kita bisa bangga saat kita gagap tekhnologi atau menjadi budak fashion yang justru menjadi bagian dari rasa percaya diri kita sebagai wanita. Daripada merajuk akan kurangnya kehadiran dirinya disekitar Anda, sebaiknya Anda fokus pada percakapan lucu yang Anda miliki. Memang benar kebanyakan pria melakukan hal-hal yang akan membuat wanita illfeel tapi itulah mereka apa adanya. Jadi kenapa Anda tidak terlibat di dalamnya dan menikmati hal itu?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Katakan Padanya Apa Yang Anda Pikirkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita tidak mengharapkan teman terbaik kita selalu tahu apa yang kita pikirkan. bahkan, kita benar-benar menikmati saat bertukar pikiran, harapan dan ketakutan – sangat menyenangkan! Lalu kenapa kita begitu kecewa ketika pacar kita tidak menunjukkan ketertarikannya untuk mengetahui isi pikiran kita? Kita semua telah melakukan kesalahan ketika kita menyembunyikan ide romantis seperti, “Kalau saja ia memahami saya, ia akan tahu persis kemana harus membawa saya untuk makan malam romantis di hari Valentine” atau “Jika ia benar-benar memperhatikan, dia akan tahu kalau saya benar-benar panik dengan virus di komputer ini dan membutuhkan bantuannya sekarang”. Tapi percayalah, Anda akan menyelamatkan diri Anda sendiri dari kekecewaan dengan mengatakan apa yang sebenarnya sedang Anda pikirkan. lagipula, dua kepala jauh lebih baik daripada satu. Jadi hanya karena Anda memutuskan ‘dia’-lah orangnya, jangan pergi ke orangtua Anda dan menambah prasangka dalam hubungan komunikasi Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Berikan Ruang Padanya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terkadang teman wanita kita akan disibukkan di tempat kerjanya dan tidak membalas email maupun telepon kita. Apakah kita marah karena hal itu? Tidak ada yang serius. Tapi untuk beberapa alasan, aturan itu berubah ketika ditujukan pada pria: mereka harus selalu menjawab panggilan telepon kita, dan menjadi ofensif ketika ia menginginkan jalan bersama teman-temannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi ingatlah, mencapai keseimbangan antara waktu ‘saya’ dan ‘kita’ akan membuat Anda berdua menghabiskan waktu bersama dengan lebih baik. Anda tidak dapat melarang teman Anda untuk melakukan suatu hal dengan orang lain, jadi kenapa Anda tidak dapat memberlakukan hal yang sama kepada pacar Anda? Sementara Anda bebas menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman wanita Anda untuk menjelajahi ‘dunia wanita’, dan iapun melakukan hal yang sama sehingga Anda berdua justru merasa senang dan ketika tiba waktunya untuk kembali menghabiskan waktu bersama, akan terasa lebih bahagia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : saidaonline/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-4272672880476835395?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/4272672880476835395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/5-jurus-jitu-membuat-pria-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4272672880476835395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4272672880476835395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/5-jurus-jitu-membuat-pria-jatuh-cinta.html' title='5 jurus Jitu Membuat Pria Jatuh Cinta'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-276157196354385563</id><published>2011-02-25T13:43:00.000+07:00</published><updated>2011-02-25T13:43:00.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>7 Cara Memancing Keluar Potensi Terbaik Si Dia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jika Anda berhubungan dengan seseorang yang selalu berpikiran negatif, sangat sulit bagi orang seperti ini untuk mendapatkan apa yang seharusnya mampu ia peroleh. Tak peduli seberapa pesimis sepertinya pasangan Anda, Anda dapat tetap membantunya untuk memancing keluar kualitas dan kemampuan terbaik yang dimiliki pasangan Anda. Berikut adalah 7 cara yang dapat Anda lakukan untuk memancing keluar potensi terbaik pasangan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Katakan Kepadanya Betapa Hebat Dirinya Di Mata Anda&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemujaan seringkali lebih membawa hasil daripada sekedar kekaguman. Orang senang untuk dikagumi, tapi mereka lebih suka untuk dipuja. Mengucapkan kata “Aku mencintaimu” cenderung menjadi sebuah kebiasaan yang mudah. Kata-kata ini tentu saja masih bisa berarti banyak, namun perkataan yang sering diucapkan seperti ini bisa menjadi begitu biasa sehingga terkadang tidak lagi memberikan getaran hangat kepada pasangan Anda seperti dulu. Tambahkan kalimat pemujaan di dalamnya yang mengungkapkan apa yang Anda rasakan. Gambarkan dengan sederhana sehingga pasangan Anda menyadari betapa spesialnya dirinya di mata Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Tunjukkan Penghormatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap orang berhak untuk dihormati. Sikap menghormati termasuk: mendengarkan dengan penuh perhatian, memberikan pertolongan ketika dibutuhkan, memberi kebebasan secara pribadi, dan memperkatakan kebenaran setiap saat. Ada banyak cara untuk menunjukkan rasa hormat. Jika pasangan Anda merasa bahwa Anda menghormati dirinya, maka pendapat Anda pun akan lebih dihargai olehnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Kagumi Setiap Pencapaian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perhatikan setiap pencapaian karena pencapaian terkecil sekalipun dapat meningkatkan kepercayaan diri pasangan Anda. Semakin besar kepercayaan diri yang dimiliki seseorang, lebih mungkin bagi orang ini untuk berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya di masa mendatang. Bahkan jika Anda merasa bahwa pasangan Anda sendiri tidak menganggapnya sebagai sebuah keberhasilan, buatlah ia menghargai apa yang telah dicapainya saat ini. Bisa jadi sedikit kekaguman dari Anda akan membuatnya merasa ia dapat melakukan apa saja yang diinginkannya untuk mencapai kesuksesan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan Menggerutu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seseorang yang sering menggerutu cenderung menimbulkan suasana negatif di sekitar diri mereka maupun orang-orang yang mereka kasihi. Terus-menerus mengingatkan pasangan Anda untuk membayar hutang, mengomentari pasangan Anda yang tidak suka berolahraga, atau menunjuk setiap kesalahan kecil yang dilakukan pasangan Anda merupakan tanda-tanda dari orang yang suka menggerutu. Sebagai pasangan Anda seharusnya bersifat positif dan menolong orang yang Anda kasihi untuk mencapai hal-hal yang besar, dan bukannya menyudutkan pasangan Anda dengan komentar-komentar yang selalu terlontar dari mulut Anda. Membuat pasangan Anda memikirkan setiap komentar negatif yang keluar dari mulut Anda tidak akan membantunya untuk mengeluarkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. Singkirkanlah kecenderungan yang mengganggu ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Tawarkah Dukungan Sebanyak Yang Anda Bisa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menjadi seorang pasangan yang selalu memberikan dukungan lebih menolong daripada yang bisa Anda bayangkan. Bahkan jika situasi sedang tidak berjalan dengan baik, sepanjang Anda terus memberikan dukungan kepada pasangan Anda maka keinginan untuk mencoba lagi tidak akan pernah pudar dari dirinya. Beberapa kali dalam hidup ini saya juga mengalami kegagalan. Pasangan saya selalu hadir di samping saya memberikan dukungan dan menyadarkan saya bahwa saya masih memiliki kemampuan untuk mencoba lagi meskipun tantangan yang lebih besar harus saya hadapi untuk mencapai kesuksesan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Bersenang-Senanglah!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tawa cenderung memperkuat sebuah hubungan. Tertawa dan bersenang-senang bersama merupakan cara yang bagus untuk bersantai. Anda dapat memancing keluar potensi terbaik dari pasangan Anda dengan meringankan ketegangan yang mungkin sedang dirasakannya. Humor membantu banyak orang untuk lebih fokus pada hal-hal yang penting dan meninggalkan hal-hal yang bukan merupakan prioritas utama agar tidak mengganggu mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Membantu Merealisasikan Potensi Yang Sebenarnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa orang tidak menyadari seberapa besar potensi yang tersimpan di dalam diri mereka. Yakinkan pasangan Anda bahwa kemampuan untuk melakukan segala sesuatu itu sudah ada di dalam dirinya, tinggal diambil dan dikembangkan dengan keberanian untuk mengambil sebuah langkah maju. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri, mintalah beberapa teman dekat untuk membantu Anda. Berharap banyaklah pada pasangan Anda – dengan alasan yang tepat – dan pasangan Anda akan memiliki kesempatan jauh lebih besar untuk memanfaatkan potensi terbaik yang tersimpan di dalam dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : allwomenstalk/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-276157196354385563?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/276157196354385563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/7-cara-memancing-keluar-potensi-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/276157196354385563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/276157196354385563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/7-cara-memancing-keluar-potensi-terbaik.html' title='7 Cara Memancing Keluar Potensi Terbaik Si Dia'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-826052081887758525</id><published>2011-02-24T13:41:00.000+07:00</published><updated>2011-02-24T13:41:00.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Husband and Wife'/><title type='text'>Melepaskan Hubungan Yang Salah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dengan semakin mendekatnya perayaan hari Valentine, banyak dari antara kita yang akan mengkaji ulang hubungan cinta yang sedang kita jalani. Mary Pender Greene, pakar hubungan dan psikoterapis dari New York City mengatakan, “Hubungan percintaan adalah sesuatu yang indah. Hubungan seperti itu memperkaya hidup kita dan membuat sebagian besar kita meningkatkan perasaan akan keterikatan, harga diri dan kesejahteraan. Penelitian terbaru menemukan bahwa meningkatnya pengalaman cinta dan seks akan meningkatkan pandangan kita terhadap kehidupan dan memperbaiki kesehatan kita.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tahapan awal dari suatu hubungan cinta biasa kita kenal dengan periode bulan madu – saat dimana hati terasa berbunga-bunga dan penuh dengan kebahagiaan yang seringkali tidak berlangsung lama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pender Greene melanjutkan, “Pasangan dalam suatu hubungan percintaan cenderung menunggu sampai mereka merasa nyaman satu sama lain – biasanya tiga bulan atau lebih – sebelum mereka mulai menunjukkan pribadi mereka yang sebenarnya yang sebelumnya masih tertutup rapi saat pertemuan-pertemuan awal. Tersingkapnya beberapa masalah seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang – pengangguran tingkat kronis atau hutang yang bertumpuk dapat membuat Anda mempertanyakan pilihan Anda akan pasangan Anda. Jika Anda mulai disingkapkan beberapa hal perihal pasangan yang mengganggu Anda, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali hubungan Anda.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cobalah untuk mengesampingkan beberapa penyingkapan kebenaran akan masalah pasangan Anda, karena perilaku seseorang dapat berubah jika dihadapkan pada konteks realita yang baru, seperti tekanan pekerjaan ataupun perselisihan keluarga. Jika perubahan perilaku itu mengubah perasaan Anda terhadap orang tersebut, maka bisa jadi inilah waktu bagi Anda untuk melanjutkan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pender Greene mengidentifikasi beberapa tanda-tanda peringatan yang menunjukkan hubungan Anda sepertinya tidak dapat dipertahankan lebih lama:    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Rasa keterikatan di antara Anda berdua terasa lebih mirip persahabatan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Saat pasangan Anda berkata, “Aku mencintaimu”, terasa berat bagi Anda untuk mengatakan hal yang sama.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Anda hanya memiliki sedikit topik untuk dibicarakan satu sama lain.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Salah satu pihak berkhianat.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ada perasaan ‘ga nyambung’ ketika Anda mencoba untuk berkomunikasi dengannya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Kepura-puraan di antara Anda lebih menarik daripada hubungan itu sendiri.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pembicaraan Anda berdua mengenai masa depan bersama hanya terlihat bagaikan fantasi atau tidak nyata.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Anda menemukan bahwa Anda berdua lebih sering bertengkar daripada bersenang-senang.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Melakukan hubungan seks di luar nikah karena kurangnya pengendalian diri, dan rasa bersalah yang mengikuti hal itu.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pasangan Anda tidak mendukung pekerjaan maupun hobi Anda di luar hubungan percintaan Anda berdua.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Anda menemukan bahwa diri Anda melihat orang lain lebih menarik daripada pasangan Anda.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;”Anda dapat berlama-lama menjalani suatu hubungan yang tidak bahagia karena telah menjadi bagian dari rutinitas Anda dan Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan jika Anda melepaskan diri darinya,” ujar Pender Greene.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Anda dapat melanjutkan hubungan tersebut dalam bentuk lain jika hubungan tersebut memenuhi beberapa tujuan fungsional, seperti persahabatan yang sederhana atau hubugan sosial yang lebih luas. Selain itu, semakin lama Anda mempertahankan sebuah hubungan yang tidak memuaskan, semakin sedikit kesempatan Anda untuk mendapatkan seorang pasangan yang baik. Melepaskan pasangan Anda saat ini bisa jadi merupakan suatu hal yang sulit, tidak nyaman, bahkan menakutkan, tetapi itu bukanlah akhir dari dunia ini. Keputusan Anda untuk mengakhiri sebuah hubungan yang salah bisa jadi akan menjadi awal kehidupan Anda yang baru.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : shine/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-826052081887758525?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/826052081887758525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/melepaskan-hubungan-yang-salah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/826052081887758525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/826052081887758525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/melepaskan-hubungan-yang-salah.html' title='Melepaskan Hubungan Yang Salah'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6205858492340594714</id><published>2011-02-23T13:38:00.000+07:00</published><updated>2011-02-23T13:38:00.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Nafsu Atau Cinta ? Inilah Cara Untuk Mengenalinya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apa yang terjadi jika api cinta menjalar ke bara api? Apakah ini nafsu sesaat yang memberi jalan bagi cinta? Apakah elemen sisa dari nafsu? Apakah kita merasa puas atau kosong setelah sesi bercinta yang dipenuhi dengan gairah birahi?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah kita menemukan diri kita bertanya, “Hanya itu saja?” atau “Seharusnya lebih dari hanya sekedar saling bertatapan.” Atau seharusnya lebih dari hanya sekedar “daging ketemu daging”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mana yang pertama kali datang? Cinta atau nafsu? Apakah kedua perasaan ini berbaur dan saling menyelaraskan pada akhirnya, atau apakah kedua perasaan ini merupakan dua sentimen yang terpisah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekali lagi, sebagaimana yang dikatakan oleh para psikolog, hal itu tergantung dari mereka yang saling mencintai atau siapa yang bernafsu terhadap siapa. Seorang wanita cantik yang mempesona dengan bibir sensasional seperti Angelina Jolie seringkali menjadi obyek nafsu. Saya memiliki teman yang bernafsu kepada tokoh James Bond dan bersumpah mereka akan melemparkan diri kepadanya jika diberi kesempatan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terdapat perbedaan mendasar antara nafsu dan cinta, dan Anda harus benar-benar menyadari apakah itu nyata atau hanya sekedar iseng:    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nafsu adalah keinginan fisik yang harus dipuaskan. Saat dipuaskan, seseorang merasa rileks atau kosong; Cinta, di sisi lain adalah sebuah perasaan yang gigih dan kuat yang dirasakan kepada orang lain. Nafsu pada akhirnya akan berlalu, tapi cinta stabil.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nafsu dibarengi hal lain seperti keserakahan, kecemburuan dan rasa memiliki yang tinggi (posesif); Cinta bersifat terbuka, tidak egois dan aman.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nafsu membuat Anda merasa puas tapi dengan cara yang berlebihan seperti membayangkan melakukannya lagi di masa mendatang – dan belum tentu dengan orang yang sama; Cinta merupakan perasaan yang sangat kuat yang membuat Anda ingin menghabiskan sisa hidup Anda hanya dengan orang yang sama.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nafsu dapat menyebabkan persahabatan goyah; Cinta mengarah pada pernikahan, komitmen sekali seumur hidup.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nafsu hanya mengenal satu dimensi – dimensi seksual; Cinta bermulti dimensi – dimensi fisik, mental, psikologis, spiritual dan emosional.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seks dalam bentuk apapun yang dilakukan di luar pernikahan mengarah pada nafsu. Nafsu saat berhubungan seks mengabaikan pasangannya, murni hanya untuk seks; sementara Cinta saat berhubungan seks lebih disengaja, lebih serius dan lebih fokus pada pasangan (ini berarti Anda ingin agar pasangan Anda juga merasa puas baik secara fisik maupun emosional).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Nafsu Atau Cinta – Bagaimana Mengenalinya?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Manifestasi dari keduanya sama tetapi memiliki makna yang berbeda: nafsu bersifat dangkal sedangkan cinta lebih dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Situasi umum yang biasanya dihadapi adalah wanita cenderung bingung antara nafsu dan cinta, sementara pria tahu perbedaan antara apa yang fisik dan yang lebih dari itu. Tanyakan saja pada seorang pria, “Anda terlihat begitu tertarik kepadanya, apakah Anda berdua akan segera menikah?” Jika ia menjawab, “Siapa yang membicarakan pernikahan?”, maka Anda akan tahu bahwa ketertarikannya hanyalah coklat berlapis nafsu, dan bukan cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana dengan Anda, apakah hubungan Anda didasarkan pada keinginan fisik atau mengarah ke altar? Jika Anda telah melakukan terlalu banyak dan tidak membicarakan pernikahan, mungkin sudah saatnya Anda meninjau kembali hubungan yang Anda jalani.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masa depan Anda ditentukan oleh apa yang Anda jalani hari ini. Jika hubungan Anda belum melewati titik didih, inilah saatnya untuk mendidihkan hubungan dan mengalami pemurnian agar apa yang buruk dapat dibakar dan mati secara alami. Manusia hidup bukan dari roti saja – atau dari seks saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah saya sedang menjalani cinta atau nafsu? Anda akan memahami hal itu secara pribadi. Tapi jangan ambil keputusan terlalu lama sebelum hal itu justru menyakiti dan menghancurkan hidup Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6205858492340594714?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6205858492340594714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/nafsu-atau-cinta-inilah-cara-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6205858492340594714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6205858492340594714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/nafsu-atau-cinta-inilah-cara-untuk.html' title='Nafsu Atau Cinta ? Inilah Cara Untuk Mengenalinya'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6514137731808034487</id><published>2011-02-22T13:36:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T13:36:00.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Merindukan Datangnya Cinta Abadi ? Pastikanlah 7 Hal Ini !</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pakar relationship menggaris-bawahi tujuh area kecocokan untuk dipertimbangkan saat menjalin hubungan dengan seseorang dan hendak memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Penampilan Fisik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun penampilan fisik dan daya tarik telah membuat dua orang saling tertarik pada awalnya, namun aspek-aspek ini akan mempengaruhi sisa hidup mereka. Jika berolahraga dan selalu tampil fit merupakan hal yang penting bagi Anda, hal ini dapat menjadi masalah jika pasangan Anda tidak terlalu memikirkan kesehatan atau bahkan tidak suka berolahraga sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Kedewasaan Emosional&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah kekasih Anda secara emosional telah matang dan terpusat pada masa depan atau masih menyeret-nyeret bagasi sampah dari masa lalunya? Bagaimana hubungan kekasih Anda dengan teman-teman dan keluarganya? Apakah ia didukung secara emosional atau memiliki masalah dengan pengendalian diri? Apakah pasangan Anda menyadari masalah yang dihadapinya dan tertarik untuk memperbaiki hal itu?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Pilihan Gaya Hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal ini termasuk karir dan kehidupan sosial, kepentingan bersama, aktivitas di waktu luang dan tingkat energi. Apakah ia lebih memilih untuk bergabung dengan liga bowling atau mengikuti simfoni metropolitan yang glamour? Apakah ia memiliki banyak energi untuk beraktifitas dengan teman-temannya atau lebih suka beristirahat dan bersantai di rumah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;4. Kompatibilitas Finansial&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Finansial menjadi topik panas bagi sebagian besar pasangan. Hal ini termasuk tingkat pendapatan, tujuan tabungan dan cara pandang bagaimana menangani uang. Bagaimana masing-masing Anda ingin menghabiskan, menyimpan dan menginvestasikan uang? Apakah salah satu pasangan tipe pemboros sementara yang lainnya suka menghemat? Apakah salah satu pasangan bertanggung-jawab secara finansial sementara yang lainnya memanjakan anak dan menciptakan tagihan di sana-sini?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;5. Struktur Nilai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Area ini seringkali diabaikan tetapi sebenarnya memiliki dampak yang luar biasa pada hidup Anda. Area ini mencakup nilai-nilai yang besar: kejujuran, integritas, loyalitas, cara pandang akan keluarga dan anak-anak, agama dan spiritualitas, tujuan hidup dan bagaimana memperlakukan serta mempedulikan orang lain. Apakah pasangan Anda selalu menepati janji yang dibuatnya? Apakah Anda dapat mengatakan bahwa ia dapat dipercaya? Apakah Anda berdua akan selalu saling mendukung dalam keadaan susah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;6. Pernikahan Dan Keintiman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap orang tidak memiliki pandangan yang sama mengenai pernikahan. Yang menjadi pertanyaan besar adalah: Apa yang Anda dan pasangan Anda harapkan dari pernikahan? Apakah ia mencari jodoh? Apakah Anda berdua menginginkan keintiman yang lebih dekat melebihi aspek fisik, termasuk dalam persahabatan dan komunikasi pribadi satu sama lain?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;7. Inteligensia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memiliki tingkat pendidikan yang sama meningkatkan peluang Anda untuk memiliki kecocokan dalam pengalaman sosial dan sekolah, kepentingan intelektual dan tujuan karir. Topik apa yang Anda dan pasangan suka perbincangkan? Percakapan yang terbatas pada olahraga atau belanja mungkin akan membosankan bagi seseorang yang suka merenungkan filosofi atau berkoar-koar tentang bisnis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun Anda tidak harus sama persis di setiap area, lihatlah gambaran besarnya dan pastikan Anda cukup cocok di area-area yang penting dalam hidup Anda untuk meningkatkan peluang Anda menemukan sebuah cinta yang tak berjarak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : saidaonline/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6514137731808034487?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6514137731808034487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/merindukan-datangnya-cinta-abadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6514137731808034487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6514137731808034487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/merindukan-datangnya-cinta-abadi.html' title='Merindukan Datangnya Cinta Abadi ? Pastikanlah 7 Hal Ini !'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-1634343994454411465</id><published>2011-02-21T13:35:00.000+07:00</published><updated>2011-02-21T13:35:00.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Oops, Pacarku Lebih Tua Umurnya, Bolehkah ?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Jika Anda memiliki kecenderungan tak terbantahkan untuk berkencan dengan wanita yang lebih tua – karena Anda melakukannya secara konsisten dan Anda tidak pernah berkencan dengan seseorang yang seumuran dengan Anda – maka bisa jadi Anda adalah seorang yang:    &lt;br /&gt;Memiliki kenyamanan dengan wanita yang lebih tua yang tidak pernah Anda rasakan dengan wanita yang seusia dengan Anda.    &lt;br /&gt;Wanita yang lebih tua tidak mengintimidasi Anda sebagaimana wanita seusia Anda yang Anda kenal.    &lt;br /&gt;Dana pensiun dari wanita yang lebih tua merupakan kompensasi yang lebih dari cukup dari hanya sekedar keriput dan trisepnya yang menggantung.    &lt;br /&gt;Anda memiliki kekaguman rahasia terhadap ibu Anda sendiri.    &lt;br /&gt;Anda menyukai pengalaman dan kebijaksanaan dari wanita yang lebih tua.    &lt;br /&gt;Anda mencintainya dan usianya tidak ada hubungannya dengan karakternya yang unik, sakit penyakit maupun kebutuhan akan keamanan finansial di pihak Anda. Anda hanya mencintainya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika salah satu dari empat alasan teratas menggambarkan Anda – jujurlah saat ini – Anda sebaiknya memiliki sesi dengan terapis perilaku. Namun jika Anda tetap bertahan karena alasan kelima dan keenam, maka kami hanya bisa berkata, “Bertahanlah anak muda!”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berkencan Dengan Wanita Yang Lebih Tua Bukanlah Kejahatan Sosial&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berkencan dengan seorang wanita yang lebih tua tidak memerlukan evaluasi psikologis maupun izin polisi. Tindakan itu sendiri tidaklah salah, namun alasan di balik tindakan itu bisa saja salah, terutama jika termasuk dalam empat alasan teratas. Jika wanita yang lebih muda berkencan dan menikahi pria yang lebih tua merupakan suatu hal yang normal tanpa kecuali, maka tidak ada alasan jika hal yang sebaliknya pun dapat terjadi – sama normalnya dan sama mudahnya dengan kasus yang lain. Pria yang menyukai wanita yang lebih tua tidak seharusnya mendapatkan hukuman sosial secara halus.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi ceritanya, seorang wanita yang lebih tua membuat Anda benar-benar nyaman di hadapannya. Usia dan pengalamannya membuat percakapan yang terjadi di antara Anda berdua begitu mengasyikkan. Anda benar-benar terpesona dengan apa yang ia tahu, apa yang ia lakukan dalam hidupnya dan kemana saja ia telah melanglang buana. Ia tidak membicarakan hal-hal yang tidak berbobot, tidak melakukan hal-hal bodoh yang membuat orang meringis kepadanya. Semua prestasi itu sepertinya telah menyatu dengan dirinya, ia begitu menguasai hidupnya, dan sanggup membuat Anda tersipu-sipu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita yang lebih tua biasanya lebih bertanggung-jawab dan mapan. Dan terkadang hal itu membuat Anda tersenyum simpul saat teman-teman Anda mengeluh bagaimana mereka pada akhirnya harus berhutang karena pasangan mereka terus membuat tagihan saat berkencan. Wanita muda biasanya menyimpan uang saku mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup pendukung – seperti make up, facial, waxing kaki, cat kuku mencolok dan lain sebagainya. Berulangkali Anda memberitahu teman Anda bahwa berkencan dengan wanita yang lebih tua itu berbeda, namun mereka hanya melihat Anda seperti ‘orang gila’.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai perbandingan, teman wanita Anda yang lebih tua biasanya tampak menonjol. Ia tidak hanya aman secara finansial tapi juga memiliki emosional IQ yang tinggi. Ia tidak membuat Anda bosan dengan pertanyaan seperti, “Apakah saya terlalu gemuk dengan gaun ini?” atau “Apakah menurutmu saya harus mencukur kaki saya sekarang?” Tidak, ia telah melewati semua pertanyaan itu. Meskipun Anda memberikan jawaban jujur kepadanya, ia tidak akan peduli. Ia mungkin lupa telah bertanya. Bahkan, bisa saja ia membandingkan diri Anda dengan anaknya – ups – tapi tak mengapa. Ia memiliki kualitas yang dapat menggairahkan Anda tanpa akhir.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengencani seorang wanita yang lebih tua karena Anda diam-diam jatuh cinta dengan ibu Anda berarti hal itu masih mengalir kuat di nadi Anda dimana Anda belum banyak bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Jika Anda mengakui pada pasangan Anda bahwa dirinya mengingatkan Anda akan sosok ibu, ia akan mencari orang lain yang benar-benar tertarik pada wanita yang lebih tua. Jika mereka matang secara emosional, mereka tidak ingin dipandang sebagai sosok ibu – percayalah untuk yang satu ini. Mereka ingin dipandang menarik secara fisik. Bahkan di akhir usia 40-an atau 50-an mereka. Tanpa diragukan lagi banyak dari mereka yang masih memegang mantera itu. Tongkat sihir mereka lebih bersinar dan lebih efisien daripada yang diayunkan oleh para wanita muda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang pria mengungkapkan pernyataan ini pada suatu kesempatan di dunia maya: “&lt;em&gt;Para wanita senang untuk merasa dihargai, diinginkan, lebih hidup, dan ketika Anda adalah seorang wanita yang lebih tua, tak seorangpun yang lebih baik yang dapat memenuhi kebutuhan itu daripada seorang pria yang lebih muda beberapa tahun.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak pria muda yang diketahui benar-benar jatuh cinta kepada wanita yang lebih tua. Dan mereka dapat menyesuaikan diri dengan baik dalam hal itu. Mereka tidak menunjukkan jejak teori akan cinta terpendam kepada sosok ibu, tidak pula tertarik pada keamanan finansial. Dan para pria ini juga tidak peduli jika selulit bermunculan atau rambut hitam legam yang telah berubah menjadi abu-abu. Pria muda yang benar-benar jatuh cinta pada wanita yang lebih tua benar-benar buta terhadap gejala menopause dari para wanita ini, dan ketidak-mampuan mereka dalam berbagai kesempatan (Saya ingin menghabiskan malam minggu di pondok saja – sendirian.”) dan ketidak-pedulian mereka untuk menggoda pria. Apakah Anda yakin TIDAK banyak dari mereka yang masih merasa cemburuan? Beberapa dari mereka bahkan akan mendorong Anda untuk bergaul dengan teman-teman wanita sebaya Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika hukum tarik-menarik begitu mendikte Anda untuk tertarik pada wanita yang lebih tua, mungkin bijaksana untuk memperhatikan beberapa hal ‘basi’ berikut ini:    &lt;br /&gt;Usia hanyalah sekedar angka. Jika ia lebih tua 10, 15 atau 20 tahun dan Anda merasa sedikit terganggu dengan hal itu, lebih baik Anda berhubungan dengan wanita yang seumur. Jauhi wanita yang lebih tua. Mungkin akan ada kesenjangan generasi, namun hal ini tidak terlalu menjadi masalah pada hari-hari ini. Saat Anda bercakap-cakap, perhatikan bagaimana respon Anda pada perkataannya. Wanita yang lebih tua telah berkembang secara canggih dan mereka akan cepat bosan jika Anda tidak dapat mengikuti percakapan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Wanita yang lebih tua tampil dengan percaya diri dan bersikap lebih tenang baik dalam pikiran maupun perbuatan. Namun beberapa dari mereka akan memperlihatkan rasa tidak aman karena persaingan yang ditawarkan oleh wanita yang lebih muda, wanita yang lebih montok dan berisi. Mereka akan sangat berterima kasih jika Anda mengatakan kepadanya bagaimana fantastisnya penampilan mereka dan bagaimana cocoknya gaun itu di tubuhnya. Bermurah hatilah dengan pujian tapi pastikan Anda melakukan hal itu dengan tulus.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Kencan-kencan awal mungkin terasa berat, karena ada kebutuhan dari Anda berdua untuk menyesuaikan diri satu sama lain. Anda perlu merasa harus bersikap lebih dewasa dari yang seharusnya; ia mungkin juga mencoba untuk bersikap sedikit belum matang untuk menyesuaikan diri dengan Anda. Ia mungkin akan menyadari adanya perbedaan usia tapi jika hal itu tidak menjadi masalah baginya, maka hal itupun seharusnya tidak menjadi masalah bagi Anda. Nikmati kebersamaan Anda, tapi poleslah ketrampilan berbicara Anda (kami tetap menekankan hal ini) karena Anda tidak ingin ia mulai berpikir bahwa Anda tidak pandai bersosialisasi. Jangan menganggap bahwa usia dan kurangnya pengalaman menjadi jurang pemisah di dalam hubungan Anda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Wanita yang lebih tua biasanya memiliki hubungan dan pernikahan di masa lalu. Jangan tanyakan masa lalu dari hubungan yang pernah dijalaninya jika ia cenderung tidak ingin membahas mengenai hal itu. Lagiupula, Anda hanya akan mengingatkannya kepada kepahitan dan kekecewaan yang pernah ia rasakan. Alasan ia setuju untuk berkencan dengan Anda adalah ia ingin beristirahat dari bayangan masa lalu dan siap melanjutkan perjalanan romantis lainnya yang bisa jadi mengarah pada suatu hubungan yang saling memuaskan.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perlu diingat bahwa meskipun seorang wanita yang lebih tua tidak terlalu banyak menuntut sebagaimana wanita yang lebih muda saat masuk pada area kebiasaan dan kesopanan, tumbuhkan sifat kesopanan itu dalam diri Anda. Banyak wanita terpesona dengan pria yang sopan dan lemah lembut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berkencan dengan seorang wanita yang lebih tua, seperti yang kami katakan, bukanlah sebuah kejahatan sosial. Anda memiliki hak yang sama untuk berkencan dengan seseorang yang menarik di mata Anda. Anda mungkin perlu memberikan banyak penjelasan kepada keluarga maupun teman sebaya, dan mungkin harus melalui beberapa rasa janggal di bulan-bulan awal, namun semua hal itu akan terselesaikan dalam waktu singkat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-1634343994454411465?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/1634343994454411465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/oops-pacarku-lebih-tua-umurnya-bolehkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/1634343994454411465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/1634343994454411465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/oops-pacarku-lebih-tua-umurnya-bolehkah.html' title='Oops, Pacarku Lebih Tua Umurnya, Bolehkah ?'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-6753143830293322856</id><published>2011-02-20T13:31:00.000+07:00</published><updated>2011-02-20T13:31:00.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Komitmen Yang Jauh Melebihi Janji Pernikahan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Komitmen jauh lebih rumit dari hanya sekedar cinta. Anda bisa saja sangat mencintai seseorang namun tak dapat berkomitmen dengannya. Dalam perkembangan zaman saat ini, komitmen sepertinya telah menjadi bahan lelucon semata. Tak peduli apa kata orang, banyak orang yang kehilangan hati bagi pasangan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Isu komitmen adalah masalah sosial. Satu-satunya cara untuk memiliki hubungan yang sehat adalah kedua belah pihak harus memiliki komitmen yang setara dan ketika keseimbangan ini hilang, hubungan pun akan menderita. Bayangkan gambaran saat sepasang kekasih berjalan bergandengan tangan di pantai. Dalam sebuah hubungan yang sehat, sepasang kekasih itu akan berjalan beriringan atau mungkin saling bersandar untuk saling membisikkan kata-kata manis. Dalam hubungan yang tidak sehat, saat satu pihak bersandar, yang lain menghindar dan demikian sebaliknya. Selalu ada ketidak-seimbangan dan semua dorongan serta sandaran ini justru menyebabkan perselisihan, ketidak-bahagiaan dan hubungan pun berakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika Anda mencintai seseorang, memberikan komitmen Anda sepenuhnya kepada dirinya merupakan hadiah terbaik yang dapat Anda berikan. Komitmen adalah sesuatu yang tidak boleh diterima dengan sembaranagn dan memiliki kepuasan serta kuasa yang menakjubkan. Akhir dari suatu komitmen dalam pernikahan adalah ‘sampai maut memisahkan’ – dan seringkali hal itu menimbulkan ketakutan, keraguan dan kecemasan bagi kedua belah pihak untuk alasan yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun komitmen sejatinya melebihi sumpah pernikahan. Jika kita bicara mengenai komitmen, kita juga bicara mengenai mereka yang menikah demi pesta pernikahan, bukan hanya pernikahan itu sendiri atau menghabiskan sisa hidup Anda dengan orang lain. Jika Anda tidak dapat membayangkan diri Anda dengan ‘dia’ selama sisa hidup Anda, lalu apa yang Anda lakukan dengan berjalan di altar? Jika Anda kuatir akan kehilangan kebebasan atau Anda memiliki prioritas lain dalam hidup, mungkin belum saatnya bagi Anda untuk mengkomitmenkan diri Anda kepada seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketakutan untuk berkomitmen seringkali merupakan bentuk lain dari ketakutan akan pengkhianatan. Bagi mereka yang mengalami pengkhianatan di masa lalu, baik dalam hubungan percintaan, dalam persahabatan atau oleh orangtua, pengkhianatan seringkali menjadi motivasi yang kuat untuk tidak menyerahkan hati pada seseorang dan bertahan untuk tetap sendiri. Selain itu, saat mereka akhirnya menyerah dan mencoba memulai hubungan dengan seseorang, pendekatan yang dilakukan dalam hubungan tersebut biasanya tidak seimbang dan tidak sehat. Mereka terlalu bersikap posesif terhadap pasangannya atau tetap mencoba tenang dan menyendiri – dan akhirnya pasangannya pun menjadi tidak bahagia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mari kita kembali pada gambaran pasangan yang berjalan di tepi pantai. Sebut saja mereka bernama Steve dan Jennifer agar lebih mudah. Mereka berjalan beriringan, saling berpegangan tangan dan tampak jelas bahagia menikmati kebersamaan satu sama lain. Lalu Steve menyandarkan dirinya ke Jennifer sambil memeluk Jennifer dan direspon, Jennifer menyandarkan dirinya kepada Steve mencari tahu apa yang diinginkan Steve. Jennifer semakin menyandarkan dirinya kepada Steve, dan Steve mulai mundur perlahan. Tak ada seorangpun yang suka dipaksa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang apa yang akan terjadi jika Jennifer berhenti bersandar ke Steve dan langsung berdiri tegak? Steve akan berhenti bersandar dan ikut mengangkat badannya sejajar dengan Jennifer karena Jennifer tak lagi bersandar padanya. Steve akan mengatakan kepada Jennifer apa yang mengganggunya. Mereka membicarakan masalah yang ada, dan secepat munculnya, hubungan itu pun kembali membaik dan menjadi sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendorong, memaksa, curiga dan manipulasi bukanlah bagian dari mengkomitmenkan diri pada seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebuah hubungan yang sehat, seimbang dan berkomitmen&amp;#160; merupakan salah satu hal yang paling berharga yang pernah Anda alami. Menghabiskan hidup dengan seseorang yang Anda cintai dan juga mecintai Anda dengan segenap hati merupakan suatu hal yang benar-benar Anda inginkan di dalam kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : professorshouse.com/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-6753143830293322856?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/6753143830293322856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/komitmen-yang-jauh-melebihi-janji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6753143830293322856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/6753143830293322856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/komitmen-yang-jauh-melebihi-janji.html' title='Komitmen Yang Jauh Melebihi Janji Pernikahan'/><author><name>Daud Tommi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08258722150433615954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_hBNBtmKMae0/SvJbUzYDanI/AAAAAAAAAf8/yJF3I_2cyKI/S220/DSC00540.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4167265622836871222.post-4374771868301630553</id><published>2011-02-19T13:33:00.000+07:00</published><updated>2011-02-19T13:33:00.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love and Relationship'/><title type='text'>Kekuatan Sebuah Pujian Yang Mengubah Dunia</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.     &lt;br /&gt;1 Petrus 4:10-11&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak orang yang merasa lelah. Lelah karena mendengar orang-orang yang marah, depresi dan cemas. Lelah karena mengkuatirkan iklim ekonomi saat ini. Jadi, Cameron Brown dan Brett Westcott pun memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda yang dapat membawa sedikit cahaya dan kegembiraan kepada lingkungan mereka – Purdue University.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mereka menjadi &lt;em&gt;&lt;strong&gt;The Compliment Guys&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (pria yang suka melontarkan pujian).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang pun memanggil mereka dengan sebutan itu. Setiap hari Rabu pukul 12.30 sampai 14.30, Cameron dan Brett memberikan “Pujian Gratis” mereka dekat jalan utama di luar gedung kimia. Hujan, salju, panas terik – apapun cuacanya, kedua pria ini pantang menyerah. Selama dua jam di setiap hari Rabu itu, mereka memberikan pujian kepada setiap orang yang lewat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kedua pria ini berusaha memberikan pujian secara pribadi dan spesifik. “Saya suka mantel merah Anda,” ujar Westcott pada seorang wanita yang sedang mendengarkan iPodnya. Wanita itu berbalik dan tersenyum, dan Brown pun melanjutkan pujian itu dengan mengatakan, “Senyuman yang sangat manis.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tiga orang wanita meninggalkan laboratorium biologi dan berjalan ke arah mereka. “Saya suka rambut ikal Anda. Senyuman yang indah. Saya suka kacamata Anda,” ujar kedua pria ini sambil menunjuk pada masing-masing wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada Rabu yang lain, mereka meminta sang profesor untuk menikmati kopinya, mengucapkan terima kasih kepada tukang kebun atas kerja keras mereka dan mendorong seseorang untuk memakan apel yang bergizi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun kebanyakan orang akan bereaksi secara positif, namun tak jarang kedua pria ini juga diabaikan atau mendapat tatapan yang buruk, bahkan gerakan yang cabul. Mereka dituduh melakukan hal itu untuk menarik perhatian gadis-gadis (mereka berdua sudah memiliki pacar). Beberapa orang berpikir mereka sedang melakukan eksperimen psikologi. Namun Brett Westcott mengatakan alasan mereka untuk mlakukan hal itu sangatlah sederhana, atau bahkan mungkin sangat canggih. “Secara keseluruhan, kami hanya ingin membuat hari-hari yang dilewati orang lain menjadi sangat memuaskan. Tidak cukup banyak orang yang masih melakukan hal-hal yang baik saat ini.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda tapi menurut saya kedua pria ini telah melakukan sesuatu. Kita berada di dalam suatu budaya yang tidak menanggapi dengan serius akan kuasa dari kata-kata. Bayangkan saja berapa banyak kata-kata yang kita lontarkan setiap hari. Saat kita berbicara, menulis email, dan SMS setiap hari. Kemanapun kita memandang, terdapat kata-kata: rambu lalu litas, layar iklan, buku, daftar menu, papan iklan, stiker mobil. Kemanapun kita pergi, orang-orang sedang berbicara: telepon seluler yang menempel di telinga saat mereka berjalan kaki, bluetooth yang menempel di telinga saat orang berkendara, saat meeting dan di warung kopi, di sekolah, gereja, kantor, bar dan restoran, saat makan malam bersama keluarga. Begitu banyak kata yang terlontar setiap saat. Hanya sedikit yang terlihat sedang berpikir tanpa berkata-kata.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun seringkali perkataan itu digunakan secara ceroboh, baik antara suami istri, orangtua dan anak, siswa dan guru, antara teman, rekan sekerja, sesama anggota gereja dan banyak lainnya. Bagaimana dengan kata-kata kotor yang terlontar saat orang sedang kesal? Bagaimana dengan kata-kata yang meremehkan baik tentang seks, keluarga bahkan Tuhan dengan melontarkan kata-kata yang tidak berguna? Atau bagaimana dengan kata-kata yang kita gunakan untuk menyakiti, memanipulasi, meremehkan dan mengontrol orang lain?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setidaknya, kita dapat mencoba berbuat lebih baik bukan? Terlalu banyak perkataan sia-sia yabng terlontar tanpa dipikirkan terlebih dahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak heran ada suatu ajaran yang mengajarkan pengikutnya untuk berpuasa dalam keheningan. Ketika Anda mendisiplinkan diri untuk tidak berkata-kata sama sekali, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik akan nilai dari kata-kata. Sama halnya dengan orang yang berpuasa makan akan mengerti nilai dari makanan. Mungkin sebagai orang Kristen kita perlu berpikir untuk melakukan aksi diam untuk memahami nilai dan kuasa dari kata-kata itu sebenarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Atau cara yang lebih baik adalah, mari kita mendisiplinkan diri kita untuk menggunakan kata-kata dengan lebih hati-hati. Dalam hal inilah saya melihat The Compliment Guys telah melakukannya dengan tepat. Mereka membuat pilihan menggunakan kata-kata untuk “memuaskan hari orang lain”. Mereka mendisiplinkan diri mereka paling tidak selama dua jam setiap hari Rabu untuk berbicara secara positif, memuji dan mendorong orang lain. Saya menduga kebiasaan dua jam setiap hari Rabu itu terbawa juga dalam banyak situasi ketika mereka sedang ‘tidak bertugas’.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Jika ada orang yang berbicara,” tulis Petrus, “baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah.” Saya sangat suka bagaimana Petrus menulis tentang hal ini. Petrus, seorang pria yang dikenal suka ceplas-ceplos. Seorang pria yang bersumpah tidak akan meninggalkan Tuhan Yesus, lalu kemudian bersumpah dengan berapi-api bahwa ia tidak mengenal Yesus. Petrus telah belajar selama periode itu dan setelah ia menjadi negarawan senior dari gereja, ia telah belajar betapa pentingnya nilai dari setiap perkataan yang keluar dari mulutnya. Petrus mulai menghagai kata-kata, dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh setiap perkataan yang keluar dari mulutnya sebagai karunia dari Tuhan. Petrus mengerti bahwa perkataan setia dari umat Tuhan merupakan salah satu cara dari banyak cara dimana rahmat Tuhan mengambil bentuk di dunia ini. Jadi Petrus ingin agar gereja Tuhan menggunakan kata-kata dengan serius. Petrus meminta jemaat untuk berhati-hati dalam memikirkan apa yang mereka katakan, untuk mempertimbangkan apakah pantas kata-kata itu keluar dari mulut mereka atau dari tulisan tangan mereka yang sebenarnya menjadi kendaraan Tuhan untuk membagikan kasih karunia Tuhan. “Jika Anda mengatakan sesuatu, pastikan bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang takkan pernah keluar dari mulut Tuhan sendiri.”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setidaknya kita dapat berbuat lebih baik bukan? Mungkin tidak akan berhasil jika Anda memberikan ‘Pujian Gratis’ dengan berdiri di tempat kerja maupun sekolah. Namun ada cara lain untuk memberkati orang lain lewat perkataan Anda daripada melontarkan pujian pada setiap orang yang berjalan melewati Anda. Anda bisa menyemangati orang lain yang sedang mengalami hari yang buruk. Anda dapat bersikap lembut dan perhatian ketika harus mengoreksi anak atau karyawan. Anda dapat mengatakan “I love you” lebih sering, dan mengurangi kebiasaan untuk menunjuk kesalahan orang lain. Kita dapat memperkatakan kebeharan dengan penuh kasih kepada mereka yang sedang keluar jalur. Kita dapat menceritakan kisah tentang Yesus sedikit lebih sering. Jauhi fitnah dan gosip. Kita dapat memilih untuk menggunakan kata-kata untuk meredakan kemarahan dan bukan untuk membangkitkannya. Kita bisa bersikap tenang dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara, karena untuk itulah Tuhan memanggil kita. Dan kita dapat memilih menggunakan kata-kata untuk memberkati orang lain daripada memuaskan diri kita sendiri dan mendapatkan apa yang kita inginklan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda bisa mencobanya saat ini. Anda tak akan pernah tahu arti dari pujian sampai Anda melakukannya pada orang yang tepat yang membutuhkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain. Keluarkan kata-kata pujian dari mulut Anda di mana saja, kapan saja, kepada siapa saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber : heartlight.org/jawaban.com&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4167265622836871222-4374771868301630553?l=pondokpenabur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/feeds/4374771868301630553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pondokpenabur.blogspot.com/2011/02/kekuatan-sebuah-pujian-yang-mengubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4167265622836871222/posts/default/4374771868301630553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/416726562
